Suara tokek yang keras di malam hari — “tok-kek, tok-kek” berulang — adalah salah satu suara yang paling dikaitkan dengan pertanda di Indonesia. Banyak orang bahkan menghitung jumlah bunyinya. Artikel ini membahas apa saja kepercayaan yang berkembang, lalu apa yang sebenarnya terjadi secara biologis.
Arti Suara Tokek Menurut Kepercayaan
- Menghitung jumlah bunyi. Ini yang paling terkenal. Jumlah bunyi ganjil atau genap dipercaya menentukan jawaban atas pertanyaan yang sedang dipikirkan — mirip menghitung kelopak bunga. Versinya berbeda-beda: ada yang menganggap ganjil berarti “ya”, ada yang sebaliknya.
- Pertanda rezeki. Tokek yang bersuara di dalam rumah dianggap tanda akan datang keberuntungan atau tamu yang membawa kabar baik.
- Tanda rumah dijaga. Sebagian orang menganggap tokek sebagai penjaga rumah.
- Pertanda akan hujan. Versi ini menarik karena paling dekat dengan kenyataan — aktivitas tokek memang meningkat saat kelembapan naik.
Seperti kepercayaan hewan lainnya, maknanya berbeda-beda antar daerah dan sering bertentangan. Yang konsisten justru penjelasan biologisnya.
Kenapa Tokek Bersuara: Penjelasan Ilmiahnya
Tokek (Gekko gecko) adalah salah satu dari sedikit reptil yang benar-benar bersuara untuk berkomunikasi. Ada tiga fungsi utamanya:
1. Memanggil pasangan
Ini fungsi yang paling utama. Yang bersuara keras adalah tokek jantan, untuk menarik betina sekaligus mengumumkan keberadaannya. Inilah sebabnya suara tokek lebih sering terdengar pada musim kawin, yang di Indonesia umumnya berlangsung sepanjang musim hujan.
2. Menandai wilayah
Tokek jantan bersifat teritorial. Suaranya memberi tahu jantan lain bahwa area itu sudah ada yang menempati. Kalau ada dua tokek bersahutan di rumah Anda, biasanya itu bukan percakapan — itu perebutan wilayah.
3. Peringatan dan pertahanan
Tokek yang merasa terancam mengeluarkan suara mendesis atau menggeram pendek, berbeda dari panggilan “tok-kek” yang berirama.
Kenapa Suaranya Terdengar Malam Hari
Tokek adalah hewan nokturnal — aktif di malam hari. Matanya tidak punya kelopak dan dilindungi sisik transparan, dengan pupil yang bisa membuka sangat lebar untuk menangkap cahaya redup. Ia berburu serangga di malam hari, terutama di sekitar lampu tempat serangga berkumpul.
Jadi kalau tokek sering bersuara di rumah Anda, artinya sederhana: ada cukup banyak serangga di sana untuk menghidupinya.
Apakah Tokek Berbahaya?
Beberapa hal yang perlu diluruskan:
- Tokek tidak beracun. Air liurnya tidak mengandung racun.
- Gigitannya kuat dan bisa menimbulkan luka, karena rahangnya memang dirancang untuk mencengkeram. Tokek yang menggigit kadang tidak langsung melepaskan. Tapi ini hanya terjadi kalau tokek dipegang atau merasa terpojok.
- Bisa membawa bakteri. Seperti reptil lain, tokek bisa membawa Salmonella di kulit dan kotorannya. Cuci tangan setelah kontak, dan bersihkan kotorannya dengan disinfektan.
- Kotorannya mengotori dinding, plafon, dan perabot — ini gangguan yang paling nyata sehari-hari.
Tokek Justru Punya Manfaat
Satu ekor tokek dewasa memakan sejumlah besar serangga setiap malam — nyamuk, ngengat, jangkrik, laba-laba, bahkan kecoa kecil. Dalam ekosistem rumah, tokek berperan sebagai pengendali serangga alami.
Karena itu, sebelum memutuskan mengusirnya, ada baiknya mempertimbangkan bahwa tokek kemungkinan sedang menekan populasi serangga yang tidak Anda lihat.
Kalau Suaranya Terlalu Mengganggu
Suara tokek bisa mencapai tingkat yang cukup keras untuk mengganggu tidur. Kalau memang perlu dikurangi, cara yang manusiawi dan efektif adalah menghilangkan alasan tokek betah:
- Kurangi serangga di sekitar rumah. Ini yang paling menentukan. Tanpa mangsa, tokek akan pindah sendiri.
- Ganti lampu luar ke warna kuning. Lampu putih dan ultraviolet menarik jauh lebih banyak serangga.
- Matikan lampu luar yang tidak perlu di malam hari.
- Tutup celah di plafon, sela genteng, dan lubang ventilasi tempat tokek bersarang.
- Bersihkan sarang laba-laba dan tumpukan barang di sudut yang jadi tempat berlindung.
- Jangan memukul atau menangkapnya. Selain berisiko digigit, ekor tokek yang putus akan tumbuh kembali dan tokeknya tetap tinggal.
Karena sumber utamanya adalah populasi serangga, penanganan yang benar-benar menyelesaikan masalah biasanya berupa pengendalian serangga di sekitar bangunan — bukan mengusir tokeknya satu per satu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Tokek bunyi di rumah pertanda apa?
Dalam kepercayaan sebagian masyarakat Indonesia, suara tokek dikaitkan dengan pertanda rezeki, jawaban atas pertanyaan lewat hitungan ganjil-genap, atau tanda akan hujan. Secara biologis, tokek jantan bersuara untuk memanggil pasangan dan menandai wilayahnya.
Kenapa tokek bersuara di malam hari?
Karena tokek adalah hewan nokturnal yang aktif berburu serangga di malam hari. Suaranya paling sering terdengar pada musim kawin, yang di Indonesia berlangsung sepanjang musim hujan.
Apakah tokek berbahaya bagi manusia?
Tokek tidak beracun. Gigitannya kuat dan bisa melukai, tapi hanya terjadi kalau tokek dipegang atau merasa terpojok. Seperti reptil lain, tokek bisa membawa bakteri Salmonella, jadi cuci tangan setelah kontak.
Apakah tokek yang bersuara itu jantan atau betina?
Yang mengeluarkan suara “tok-kek” yang keras dan berirama adalah tokek jantan. Betina umumnya jauh lebih jarang bersuara.
Bagaimana cara mengusir tokek tanpa menyakitinya?
Kurangi populasi serangga di sekitar rumah, ganti lampu luar ke warna kuning, matikan lampu yang tidak perlu, dan tutup celah tempat tokek bersarang. Tanpa mangsa dan tempat berlindung, tokek akan pindah sendiri.
Foto tokek: Wikimedia Commons, CC BY-SA 2.0







