Hama Tanaman Bayam

Mengenal 5 Hama Tanaman Bayam Pemicu Gagal Panen

Bayam menjadi salah satu komoditas sayur yang banyak dikonsumsi masyarakat. Siapa sangka jika banyak hama tanaman bayam yang bisa menyebabkan gagal panen. Bayam dengan karakter daunnya yang lunak menjadi sasaran empuk hama. Lantas apa saja hewan pengganggu yang menyebabkan petani bayam gagal panen? Simak informasi selengkapnya sebagai berikut.

Hama Penyebab Petani Bayam Gagal Panen

1. Ulat Daun

Ulat daun menjadi penyebab utama daun bayam rusak. Serangannya cukup ganas karena bisa menyebabkan tanaman bayam tersisa tulang daunnya saja. Pengendalian yang bisa dipilih sebenarnya sangat beragam. Apabila pengendalian secara mekanik sudah tidak mempan, anda bisa gunakan insektisida. Penggunaannya juga harus sesuai dengan ketentuan.

Tahukah anda perbedaan serangan ulat dan belalang? Walaupun keduanya sama sama memakan daun, anda bisa melihat perbedaan gejalanya. Ulat daun bisa memakan daun mulai dari tengah sedangkan bekas gigitan belalang selalu dari bagian tepi daun. Perbedaan ini bisa menjadi tanda agar ada bisa tahu hama apa yang sedang menyerang tanaman anda.

2. Hymenia recurvalis

Hama tanaman bayam yang kedua adalah Hymenia recurvalis. Hama ini lebih dikenal dengan nama ulat penggulung daun. Sesuai dengan namanya, ulat yang stau ini membuat daun tanaman bayam menggulung dan berlubang. Ulat penggulung daun menggunakan semacam jaringan tipis sehingga daun membentuk sebuah gulungan.

Bagaimana ciri ciri ulat yang satu ini? Ulat penggulung daun pada tanaman bayam memiliki warna tubuh hijau muda. Meskipun begitu bukan berarti semua ulat dengan warna hijau cerah adalah jenis ulat penggulung daun. Agar lebih pasti anda bisa melihat kondisi daun tanaman bayamnya terlebih dahulu apakah ada yang menggulung atau tidak.

3. Sexava Spp.

Sexavana spp. atau belalang daun menjadi agen perusak daun tanaman bayam. Tanda serangannya adalah dengan ditemukan bekas gigitan dari bagian tepi daun. Hingga saat ini belalang masih menjadi hama yang menyerang berbagai tanaman. Tidak heran jika pilihan pengendaliannya sangat banyak.

Salah satu cara pengendalian belalang daun yang paling mudah adalah dengan menggunakan pengendalian mekanik. Anda hanya perlu menggerakkan bagian tajuk tanaman bayam agar belalang menjauh. Jika serangannya sudah tidak terkendali, anda bisa gunakan insektisida. Gunakan merek yang paling rekomended agar pengendalian bisa dilakukan dengan baik.

4. Myzus persicae

Myzus persicae atau kutu daun ternyata menjadi salah satu hama tanaman bayam yang bisa menyebabkan gagal panen. Kutu daun menyerang tanaman bayam dengan cara menghisap cairan yang ada di bagian daun. Akibat yang ditimbulkan yaitu daun menjadi melengkung dan berpilin. Apabila gejala serangan cukup berat, daun bisa rontok dan bayam menjadi gundul.

Lantas kapan kutu daun banyak menyerang? Serangga yang satu ini sangat aktif di musim kemarau. Serangan akan semakin menjadi jadi jika cuaca sangat terik. Sama seperti hama lainnya, pengendalian mekanik masih menjadi cara yang paling sederhana. Apabila serangan tidak kunjung mereda, anda dapat menggunakan insektisida.

5. Bekicot atau Siput

Walaupun lebih banyak ditemukan di sawah, ternyata bekicot bisa menjadi hama bayam. Kehadiran bekicot sangat mengganggu karena mereka makan benih yang disebar di persemaian. Akibatnya banyak tanaman bayam yang tidak tumbuh. Mereka juga makan tanaman bayam mulai dari bagian akar, batang, hingga daun.

Hama tanaman bayam yang satu ini sangat meresahkan sehingga pengendaliannya harus segera dilakukan. Anda dapat menggunakan teknik jebakan tempurung kelapa berpintu. Cara yang lebih praktis yaitu anda bisa menyemprotkan insektisida. Penggunaan insektisida harus sesuai dengan anjuran.

Demikianlah 5 hama yang biasa menyerang tanaman bayam. Tekstur daunnya yang tipis dan lunak menjadikannya cocok sebagai sasaran empuk hewan pengganggu. Mengatasi hama pada tanaman bisa menggunakan insektisida. Anda juga bisa memanggil jasa pembasmi hama FUMIDA. Mereka sangat berpengalaman untuk membasmi berbagai hama.

Cara Mengusir Semut Dari Tanaman

Jangan Khawatir! Berikut Cara Mengusir Semut Dari Tanaman Menggunakan Bahan Alami

Keberadaan semut pada sebuah tanaman mungkin terlihat sebagai kehidupan yang alami. Nyatanya, semut merupakan salah satu hama tanaman layaknya kutu daun maupun kutu putih yang bisa menyerang tanaman secara langsung. Hewan kecil ini bisa menjadi tanda suatu tanaman memiliki masalah yang serius. Untuk itu, berikut cara mengusir semut dari tanaman.

Tips Ampuh Mengusir Hama Semut

1. Menggunakan Kulit Jeruk

Jeruk memiliki aroma menyengat yang berasal dari kulitnya. Aroma ini bisa dimanfaatkan untuk mengusir serangga, salah satunya adalah hama semut. Lazimnya, kulit jeruk memiliki kandungan minyak yang sering disebut limonene. Kandungan tersebut tidak hanya terbukti ampuh untuk mengusir semut, namun juga berbagai hama lainnya.

Dalam praktiknya, penggunaan kulit jeruk untuk mengusir semut bisa dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memeras kulit jeruk hingga mengeluarkan sari yang menyembur keluar mengenai tanaman. Begitu pula, pembuatan ramuan kulit jeruk bisa dilakukan dengan merebus sejumlah kulit jeruk selama 15 menit. Kemudian, haluskan kulit jeruk dan tuangkan campuran tersebut di sekeliling tanaman.

2. Menabur Rempah-Rempah Di Sekitar Tanaman

Cara mengusir semut dari tanaman dapat dilakukan dengan menabur rempah-rempah di sekeliling tanaman. Fungsi pengusiran hama menggunakan ramuan herbal ini pada dasarnya dihadirkan dari aroma menyengat rempah-rempah. Beberapa jenis rempah-rempah tersebut diantaranya cengkeh, bubuk cabai, daun teh mint maupun kayu manis.

Lazimnya, pengusiran hama yang satu ini dilakukan dengan memilih salah satu rempah-rempah yang mudah ditemui. Kemudian, hancurkan rempah tersebut hingga halus dan menjadi bubuk tabur. Tuangkan di sekitar tanaman untuk menghasilkan aroma menyengat sehingga semut tidak datang ke tempat tersebut.

3. Menggunakan Buah Mentimun

Pemanfaatan buah mentimun sangat efektif untuk mengusir hama semut. Kulit mentimun memiliki bahan kimia aktif yang bisa membahayakan semut ketika dikonsumsi. Mengetahui kondisi tersebut, anda bisa memanfaatkan bahan ini sebagai cara mengusir semut secara alami dan praktis untuk dilakukan.

Menariknya, membasmi hama semut dengan bahan alami ini dapat dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memotong buah ini sesuai dengan keinginan. Kemudian, letakkan beberapa potongan tersebut di sekitar tanaman agar hewan kecil ini tidak berani menghampiri. Selain semut, mentimun ternyata sangat ampuh digunakan untuk mengusir berbagai jenis serangga lainnya.

4. Menggunakan Garam Dapur

Garam dapur merupakan salah satu bahan alami yang sangat mudah ditemui. Selain bermanfaat untuk kesehatan maupun menghasilkan makanan yang nikmat, bahan alami yang satu ini juga memiliki fungsi untuk mengusir hama tanaman. Salah satunya adalah mengusir semut yang sering menyerang tanaman anda.

Penggunaan garam dapur untuk mengusir hama ini dapat dilakukan dengan mudah. Lazimnya, anda bisa memanfaatkan garam dapur bubuk untuk ditaburkan di sekeliling tanaman. Anda bahkan bisa membuat larutan garam hanya dengan mencampurkan bahan alami ini dengan air. Kemudian, semprotkan larutan tersebut di sekitar tanaman.

5 Menggunakan Tanah Diatom

Selain itu, cara mengusir semut dari tanaman juga bisa dilakukan dengan menggunakan tanah diatom. Tanah diatom merupakan jenis tanah yang terbentuk dari batu sedimen silika akibat cangkang diatom yang sudah memfosil. Tanah ini memiliki fungsi untuk mengusir semut dari tanaman melalui partikel kuat yang dimilikinya.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir hama semut yang mengganggu tanaman anda. Meski demikian, anda juga bisa menggunakan jasa FUMIDA untuk menghilangkan hama ini secara tuntas. Tak hanya hama semut, FUMIDA juga menyediakan jasa pembasmian berbagai hama yang mengganggu anda.

 

Tanda Tanaman Terserang Hama

Jarang Disadari, Ternyata Begini 5 Tanda Tanaman Terserang Hama

Sebagai pemilik kebun yang menanti tanaman agar bisa segera panen, pasti merasa kesal apabila tanaman terserang hama yang bisa merusak bahkan membuat tanaman menjadi mati. Agar tidak kecolongan dengan keberadaan hama pada tanaman, anda harus lebih jeli dalam mengetahui keberadaan hama. Berikut beberapa tanda tanaman terserang hama yang bisa anda waspadai.

Tanda Tanaman Mendapatkan Serangan Hama Yang Merugikan

1.Hilangnya Daun Atau Tunas

Apabila anda baru saja menanam bibit tomat atau benih kubis lalu mendapati daunnya tiba tiba habis, bisa saja itu adalah pertanda kehadiran hama ulat yang menggerogoti beberapa bagian daun milik anda. Hal ini karena ulat sangat senang dengan beberapa sayuran seperti tomat, brokoli, sawi dan juga kangkung segar.

Hama ulat pemakan daun ini dapat tumbuh hingga ukuran panjang kisaran 5 centimeter dengan warna tubuh ulat yakni hijau, kuning ataupun warna abu abu. Jika merasa terganggu oleh manusia ataupun hewan lainnya, ulat pemakan daun akan menggulung tubuhnya menjadi bentuk huruf C.

2. Bulat Hitam Pada Daun

Tanda tanaman terserang hama berikutnya yakni terdapat ulat tanduk yang biasanya meninggalkan jejak kotoran yang menyerupai butiran kecil berwarna gelap pada daun tanaman. Umumnya ulat tanduk memakan beberapa jenis sayuran seperti paprika, kentang, tomat, dan juga sayuran terong.

Karena memiliki tubuh yang berwarna hijau, terkadang membuat pemilik kebun sulit untuk mengenali ulat tanduk ini. Jika dilihat secara teliti, anda bisa menemui ulat ini yang memiliki tubuh sedikit gemuk serta memiliki bentuk V berwarna putih, serta adanya tanduk lembut yang khas pada ujung kepalanya.

3. Daun Tanaman Habis

Saat berjalan jalan menikmati hijaunya tumbuhan, tiba tiba anda melihat daun pada tanaman anda habis dan hanya tersisa tulangnya. Kondisi ini bukan karena daun yang rontok, tetapi karena ulah hama kumbang kentang Colorado, yang mana hama ini sangat suka memakan tepian daun tanaman.

Habisnya dedaunan pada tanaman jelas menjadi tanda tanaman terserang hama. Meskipun kemungkinan tanaman tidak mati, tetapi kehadiran kumbang kentang Colorado bisa menurunkan kekuatan tanaman. Tidak ketinggalan juga hasil umbi ataupun buah akan ikut mengalami penurunan kualitas.

4. Buah Tomat Berlubang

Menanam sayuran seperti tomat dan terong adalah alternatif menyenangkan bagi anda yang senang dengan hasil buah tomat ataupun terong yang jika mulai muncul buah terlihat lucu dan tidak sabar untuk segera memetiknya. Namun sayangnya terdapat beberapa kasus tomat berlubang yang diakibatkan oleh serangan ulat pada buah tomat.

Proses ini terjadi sebab adanya ngengat dewasa yang bertelur pada bagian bawah daun dan sering kali dekat dengan keberadaan buah tomat tempat dimana larva menetas. Setelah itu larva akan merangkak ke bawah batang lalu memasukkan buah untuk memakannya dari sisi dalam hingga ke luar.

5. Daun Menjadi Berbintik Bintik

Tanda tanaman terserang hama yang terakhir yaitu munculnya bintik bintik yang berada pada daun. Jika anda menanam salah satu anggota mentimun seperti labu, melon ataupun zucchini, makanan ini merupakan makanan favorit dari hama berkaki daun yang kerap kali datang mengganggu tanaman tersebut.

Salah satu serangga dewasa yang sering makan dengan cara berkelompok ini memiliki warna tubuh coklat tua dan juga bentuk tubuh seperti oval. Karena hama ini cukup sulit dikendalikan, maka anda bisa secara manual memeriksa keadaan tanaman secara teratur untuk mengetahui keberadaan hama pengganggu ini.

Demikian beberapa tanda yang bisa dikenali apabila tanaman mengalami serangan hama yang merugikan. Tetapi mengatasi keberadaan hama yang sulit dikendalikan kadang membuat anda merasa kewalahan. Untuk itu anda bisa coba menghubungi FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama yang bisa membantu keluhan anda terkait hama yang mengganggu tanaman.

Hama Bunga Matahari

Waspada! Kenali 3 Hama Bunga Matahari Yang Bikin Bunga Kesayangan Tak Kunjung Tumbuh

Tanaman bunga matahari terkenal dengan bunga berwarna kuningnya yang indah, apalagi jika diletakkan di pekarangan rumah sebagai hiasan. Namun apa jadinya jika tanaman cantik ini dihinggapi beberapa jenis hama hingga membuatnya tidak kunjung tumbuh dan malah bisa menyebabkan bunga mati. Maka dari itu kenali beberapa jenis hama bunga matahari berikut ini.

Jenis Hama Yang Dapat Menyerang Bunga Matahari

1.Kepik Hijau

Kepik hijau adalah hama umum yang berkembang biak pada daerah tropik. Hama ini juga memiliki sifat polifag, yakni hama yang memiliki banyak tanaman inang yang menyerang tanaman muda ataupun tanaman yang sedang memasuki fase pembibitan. Di Amerika Utara kepik hijau ini merupakan hama utama yang menyerang perkembangan biji bunga matahari.

Hama satu ini memiliki panjang tubuh kisaran 16 milimeter dan mampu meletakkan kisaran 10 hingga 90 butir telur yang tersusun dalam permukaan daun. Pada perkembangan telur hingga mereka bisa menjadi kepik hijau dewasa, membutuhkan waktu kisaran 4 sampai dengan 8 minggu lamanya proses pembentukan.

Hama bunga matahari ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada tumbuhan yang berasal dari tusukan ataupun hisapan nimfa kepik secara langsung. Melainkan mereka juga menyuntikkan racun yang telah diinjeksikan dari kelenjar ludah kepik hijau. Adanya racun tersebut bisa menimbulkan daun menjadi layu dan pada pucuk daun mengalami kematian tanaman.

Selain merusak keadaan daun, keberadaan kepik hijau juga bisa membuat biji bunga matahari menjadi kempis. Keadaan ini sangatlah merugikan apalagi untuk anda pecinta bunga matahari yang berniat untuk menyebar luaskan bunga dengan melakukan penanaman ulang yang berasal dari biji bunga matahari.

2. Wereng Daun

Hama wereng hijau juga diketahui sebagai hama utama yang kerap kali hinggap dan berkembang biak pada tanaman bunga matahari. Hama satu ini menyerang inang lain seperti kacang tanah, kedelai, kentang, dan juga terong. Wereng daun juga kerap kali menyerang beberapa tanaman sayuran seperti lobak dan juga bayam.

Tubuh dari hama bunga matahari ini memiliki warna hijau kekuningan dengan sepasang bercak hitam yang terlihat jelas pada bagian kepala serta area ujung sayap bagian depan. Ukuran panjang tubuhnya berkisar 2,5 milimeter. Karena memiliki tubuh yang sangat kecil, membuat orang tidak bisa melihat keberadaan wereng daun dengan seksama.

Ditambah lagi keberadaaan hama wereng daun pada siang hari berada di bawah permukaan daun. Sedangkan pada sore hari ia akan bergerak naik untuk mencapai permukaan daun bunga matahari. Apabila wereng daun merasa terganggu atau terancam, dia akan lari menyamping dengan cepat agar bisa mencari tempat aman untuk menghindari diri dari gangguan.

3. Belalang Oxya

Hama terakhir yang dikategorikan sebagai hama bunga matahari yaitu belalang oxya. Yang mana nimfa dari belalang oxya bisa mengakibatkan kerusakan pada bunga atau daun. Gejala penyerangan yang ditinggalkan oleh belalang satu ini merupakan gerigitan pada daun. Gerigitan itulah yang membuat daun bunga matahari tidak cantik lagi.

Belalang oxya memiliki ciri tubuh berwarna kuning hijau ataupun kuning coklat. Ditambah lagi adanya garis gelap yang terlihat pada bagian punggung belalang oxya. Dibagian tulang kering atau tibia tungkai belakang hama belalang ini terdapat warna kebiru biruan yang dapat terlihat oleh mata.

Telur yang dihasilkan memiliki bentuk seperti silinder, dengan ukuran kisaran 4,5 hingga 5,2 milimeter. Untuk lebarnya yakni berkisar 1,2 hingga 1,6 milimeter. Tidak jauh berbeda dengan warna tubuh belalang oxya dewasa, warna telur belalang memiliki warna kuning atau coklat kekuningan.

Demikian beberapa hama yang seringkali menyerang pertumbuhan bunga matahari hingga menjadi mati atau layu. Apakah anda sering melihat ketiga hama tersebut berada di pekarangan rumah? Jika iya, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai pelayanan jasa basmi hama yang bisa bantu menghentikan perkembang biakan hama yang mengganggu.

Bahan Alami Memutus Penyebaran Hama

Berikut 5 Bahan Alami Memutus Penyebaran Hama Tanaman

Menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup tanaman adalah menjadi tugas penting bagi anda yang memiliki tanaman hias. Terlebih jika pada tanaman hias sering mengalami kondisi layu atau rusak akibat serangan hama. Apabila tanaman di rumah kerap kali rusak karena hama, anda harus simak ulasan berikut yang terkait dengan bahan alami untuk basmi hama tanaman.

Jenis Bahan Alami Untuk Mencegah Penyebaran Hama Tanaman

1.Bawang Putih

Bahan masakan yang satu ini diketahui dapat menjadi bahan alami yang cukup ampuh untuk mengendalikan hama seperti semut, kutu daun, kumbang, ataupun lalat putih yang kerap kali mengganggu pertumbuhan tanaman. Ketika tanaman dihinggapi oleh beberapa hama tersebut, maka bawang putih bisa menjadi solusi untuk memutus penyebaran hama tanaman yang sedang merajalela.

Cara untuk membuat insektisida dari bawang putih ini juga cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah dirumah. Sediakan sekitar 10 hingga 12 siung bawang putih, setengah cangkir minyak sayur, serta satu sendok teh sabun cair. Setelah itu haluskan bawang putih lalu campur ke dalam air ukuran 1 liter. Kemudian biarkan semalaman hingga tekstur menjadi encer.

Jika sudah, selanjutnya anda bisa saring campuran bawang putih untuk basmi hama tanaman ini dengan mencampurkan semua bahan yang telah disebutkan menjadi satu. Setelah itu masukkan bahan ke dalam botol semprotan yang sudah anda sediakan untuk membasmi hama nakal pada tanaman.

Hal ini dikaarenakan bawang putih memiliki karakteristik antibakteri, antivirus alami serta antijamur, maka penggunaan bawang putih sebagai pestisida akan sangat baik diterapkan pada tanaman dirumah. Terlepas dari itu, bawang putih juga diketahui mengandung senyawa seperti diallyl trisulfide serta diallyl disulfide yang bisa mengganggu keberadaan serangga.

2. Minyak Mimba

Bahan alami selanjutnya yang bisa anda gunakan adalah minyak mimba atau neem oil yang diekstraksi dari biji pohon mimba atau Azadirachta indica yang berasal dari India maupun kawasan Asia Selatan lainnya. Keberadaan minyak mimba ini sudah lama dikenal sebagai salah satu produk insektisida tradisional yang kerap kali digunakan untuk basmi hama tanaman.

Membuat insektisida berbahan dasar minyak mimba ini bisa anda lakukan sendiri dirumah. Bahan yang digunakan yakni 2 sendok teh minyak mimba murni, satu sendok teh sabun cair, serta kisaran 250 mililiter air. Campurkan semua bahan tersebut lalu kocok di dalam botol dan semprotkan pada daun tanaman yang terdampak hama serangga.

Umumnya dalam penggunaan minyak mimba sebagai pestisida ini hanya membutuhkan dua atau tiga kali penyemprotan saja. karena minyak mimba berfungsi sebagai pengganggu hormon hama atau serangga. Ditambahkan lagi, bahwa minyak mimba juga mampu merusak siklus hidup serangga. Termasuk juga di dalamnya seperti telur, larva, hingga serangga dewasa.

3. Daun Tomat

Kandungan dari tanaman tomat diketahui terdapat kandungan glycoalkaloid Tomatine atau solanum lycopersicum, alkaloid alami dengan memiliki sifat insektisida, fungisida dan juga antimikroba. Dengan beberapa kandungan itulah, daun tomat dipercaya bisa menjadi pestisida nabati sebagai bahan yang efektif melawan keberadaan serangga hingga mampu basmi hama tanaman.

Cara yang bisa digunakan yakni dengan memotong beberapa daun tomat lalu masukkan ke dalam wadah. Selanjutnya tambahkan juga dua gelas air dan biarkan larutan itu hingga semalaman. Keesokan harinya anda bisa mengencerkan campuran dengan tambahkan satu cangkir air lagi, lalu taburi tanaman dengan cara menyemprotkan cairan tersebut.

Itu dia beberapa bahan alami yang bisa digunakan sebagai cara membasmi keberadaan hama pada tanaman koleksi anda yang berada di pekarangan rumah. Jika cara tersebut belum berhasil dan hama masih saja berkeliaran, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama.

Jenis Ulat Beracun

Kenali 5 Jenis Ulat Beracun Yang Ada Di Dunia

Kerap kali ditemui ada beberapa orang yang merasa takut bila berhadapan dengan ulat bulu. Sedangkan, tidak jarang juga ditemui beberapa orang yang suka dengan kehadiran ulat bulu yang memiliki bentuk yang menggemaskan. Meskipun begitu, sebaiknya anda perlu berhati hati karena tanpa disadari terdapat beberapa jenis ulat beracun yang bisa saja mencintai anda. Intip jawabannya berikut ini.

Beberapa Jenis Ulat Yang Memiliki Racun Berbahaya

1.Buck Moth Larvae

Dilihat dari tampilannya saja, ulat buck moth larvae ini juga terlihat mengintimidasi. Larva berjenis ngengat buck atau hemileuca maia ini memiliki duri bercabang yang menyelimuti area tubuhnya. Ditambah lagi, duri tersebut mampu melahirkan sengatan yang sangat kuat ketika disentuh.

Jika tidak sengaja terkena, maka anda akan merasakan sakit yang luar biasa pada area yang telah bersentuhan dengan buck moth larvae ini. Efek awal yang akan dirasakan adalah merasakan sakit yang sangat kuat dan intens. Setelah itu, timbul rasa gatal, kemerahan serta bengkak.

2. Saddleback Venom

Jenis ulat beracun selanjutnya yaitu saddleback venom. Pada bagian tubuhnya menonjol ke atas seperti tanduk, serta pada bagian tengah tubuhnya memiliki warna hijau yang seolah olah hama satu ini sedang menggunakan baju kaos. Umumnya, ulat ini dijumpai di pantai timur Amerika Serikat.

Selain dilihat dari tubuhnya, ulat ini juga memiliki duri yang wajib diwaspadai. Pasalnya duri ini akan menyuntikkan racun pada benda apapun yang datang mendekatinya. Racun dari tubuh saddleback venom menyebabkan beberapa efek pada tubuh. Diantaranya seperti migrain serta nyeri perut. Bagi orang pengidap asam, dengan terkena saddleback venom bisa membuat penyakit asma semakin parah.

3. Stinging Rose Caterpillar

Ulat yang memiliki warna cerah mencolok dengan duri penyengat ini berfungsi untuk mengusir predator. Meskipun terlihat cantik, siapa sangka ternyata stinging rose caterpillar merupakan salah satu jenis ulat beracun yang keberadaannya patut dihindari dan diwaspadai dengan seksama.

Menurut laman Ranked, sengatan dari ulat beracun ini bisa menimbulkan beberapa hal yang cukup parah. Apabila anda selama ini hanya mengetahui bahwa area gatal hanya pada bagian tubuh yang terkena ulat, namun berbeda halnya pada ulat stinging rose caterpillar yang menyebabkan seluruh tubuh anda merasakan ruam serta gatal.

4. Hag Moth Caterpillar

Melihat bentuk ulat yang satu ini pasti banyak orang mengira bahwa hewan tersebut adalah laba laba. Namun nyatanya, hewan ini adalah hag moth caterpillar yang dikenal juga dengan sebutan siput monyet. Tubuh ulat ini ditutupi dengan rambut berwarna coklat serta sembilan kaki tambahan yang berada di kedua sisi badan. Jika anda kurang waspada, bisa saja anda mengiranya daun.

Racun yang diberikan dari jenis ulat beracun yang satu ini bisa membuat orang merasakan sakit yang mana rasanya seperti mirip dengan disengat tawon. Apabila terkena, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah dengan mencuci area yang terkena dengan air serta sabun. Setelah itu bisa juga oleskan es batu untuk mempercepat penyembuhan.

5. Cinnabar Moth Caterpillar

Jika ada orang yang secara tidak sengaja terkena sengatan ulat cinnabar, rata rata orang akan mengalami reaksi yang ringan sebagai efek samping. Tetapi ada juga yang mengalami gejala yang lebih parah. yang mana sengatan tersebut bisa memicu asma, pendarahan serta penyakit gagal ginjal yang mengancam kesehatan.

Memiliki warna tubuh yang oranye terang, menjadi tanda bahwa ulat cinnabar tidak aman untuk dimakan oleh hewan lainnya. Istilah ini disebut dengan aposematisme. Dengan begitu, ulat cinnabar tidak memiliki predator atau pemangsa yang akan mengincarnya untuk dijadikan sebagai santapan.

Meskipun beberapa ulat tersebut jarang di temui di Indonesia, namun tidak ada salahnya untuk anda waspada dengan kehadiran ulat beracun, apalagi jika pekarangan rumah anda dipenuhi dengan pohon serta tumbuhan yang biasanya menjadi sarang tempat tinggal ulat. Sebagai cara pencegahan, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai jasa basmi hama termasuk ulat bulu.

Cara Atasi Rasa Gatal Akibat Ulat Bulu

Jangan Panik, Begini 5 Cara Atasi Rasa Gatal Akibat Ulat Bulu

Meskipun memiliki ukuran yang kecil, tetapi dampak yang dapat ditimbulkan dari sistem pertahanan ulat bulu sangatlah berbahaya karena bisa membuat kulit gatal serta iritasi. Menurut para ahli, rasa gatal tersebut disebabkan oleh racun yang berada disekitar tubuh ulat bulu. Lalu, bagaimana cara atasi rasa gatal akibat ulat bulu? Simak ulasan berikut.

Cara Tepat Mengatasi Rasa Gatal Yang Diakibatkan Ulat Bulu

1.Menghilangkan Bulu

Apabila anda terkena serangan ulat bulu yang menyebalkan, sebaiknya langsung hilangkan bulu ulat yang sudah menempel di kulit anda. Cara menghilangkannya cukup menggunakan sarung tangan, kertas, selotip ataupun double tip. Jika tidak bisa melakukannya sendirian terlebih pada area badan yang sulit dijangkau, anda bisa meminta tolong pada orang yang saat itu dekat dengan anda.

Hal ini sangat penting untuk dilakukan ketika anda terserang ulat bulu. Pasalnya, cara ini dilakukan dalam rangka untuk mencegah bulu bulu tersebut tidak menyebar ke bagian tubuh yang lainnya. Jika bulu tersebut secara tidak sengaja menyebar, maka akan semakin merasa gatal hingga ke bagian tubuh yang lainnya.

2. Cuci Bagian Yang Terkena Bulu

Cara atasi rasa gatal akibat ulat bulu yang selanjutnya yaitu dengan mencuci bagian tubuh yang terkena ulat bulu. Apabila sudah melakukan cara pertama, selanjutnya cucilah bagian tersebut menggunakan air panas atau air hangat. Perlakuan ini bisa diterapkan untuk menghilangkan sisa bulu yang sekiranya masih ada di permukaan kulit.

Selain mencuci dengan air hangat, bisa juga anda membersihkan area yang gatal tersebut dengan menggunakan sabun mandi atau sabun antiseptik. Langkah ini sebagai upaya untuk membantu menghilangkan sisa racun yang bisa saja masih berada di bagian tubuh anda tanpa diketahui karena ukurannya yang sangat kecil.

3. Usap Dengan Beberapa Bahan

Jika dirasa bagian tubuh masih gatal, anda bisa menghilangkan rasa gatal tersebut dengan menggunakan beberapa bahan sederhana yang dianggap ampuh untuk menyembuhkan rasa gatal akibat ulat bulu. Diantaranya seperti mengusap bekas yang terkena hama menyebalkan itu dengan menggunakan garam.

Cara atasi rasa gatal akibat ulat bulu dengan menggunakan garam pun cukup mudah. Anda cukup oleskan garam lalu gosokkan garam tersebut selama kurang lebih lima menit pada daerah yang terkena ulat bulu. Penggunaan garam ini bisa menghilangkan bulu serta racun yang belum hilang ketika dicuci oleh air hangat ataupun sabun yang sebelumnya sudah anda lakukan.

Bahan selanjutnya yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa gatal yaitu dengan minyak kelapa atau es batu. Kedua bahan ini dipercaya bisa mengatasi kondisi pembengkakan dan juga kondisi nyeri pada bagian tubuh yang diakibatkan oleh racun yang berasal dari hama ulat bulu tersebut.

4. Menggunakan Salep

Sudah melakukan beberapa cara tersebut namun belum berhasil? Anda bisa menggunakan salep seperti salep hidrokortison atau antihistamin untuk atasi rasa gatal akibat ulat bulu yang menyerang. Jenis salep tersebut bisa dengan mudah anda dapatkan pada apotek atau toko obat terdekat.

Namun jika masih saja tidak berhasil, maka sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Hal ini sangat dianjurkan untuk terlebih pada mereka yang memiliki alergi. Meskipun racun dari ulat bulu relatif tidak berbahaya, namun untuk orang yang memiliki alergi berpotensi memiliki dampak lain selain gatal gatal. Misalnya saja mengalami kondisi sesak nafas atau pusing.

Untuk mencegah adanya ulat bulu yang dapat menyerang penghuni rumah anda, bisa lakukan pembasmian hama dengan meminta bantuan dari FUMIDA yang merupakan jasa basmi hama yang telah berpengalaman. Tentu dengan cara ini anda bisa mengurangi resiko terkena serangan ulat bulu yang menjengkelkan.

Cara Atasi Gigitan Kutu Kasur

4 Cara Atasi Gigitan Kutu Kasur Yang Menyerang Si Kecil

Keberadaan kutu kasur di rumah menjadi ancaman bagi penghuni rumah. Terlebih lagi pada mereka yang memiliki anak kecil dengan tingkat sensitif pada kulit yang masih rentan. Apabila saat ini anda atau si kecil sedang mengalami gatal yang diakibatkan oleh kutu kasur, ada baiknya simak 4 cara atasi gigitan kutu kasur berikut ini.

Cara Mengatasi Gigitan Dari Hama Kutu Kasur

1.Kompres Air Dingin

Pada area kulit yang terasa gatal akibat serangan kutu kasur bisa berakibat terjadinya pembengkakan. Sebagai cara mengurangi pembengkakan dan juga rasa gatal yang menyerang pada kulit, anda bisa menggunakan handuk kecil yang sebelumnya telah dicelupkan dengan air dingin.

Cara menerapkannya pun cukup mudah, yaitu dengan menempatkan handuk dingin tersebut hingga beberapa menit. Langkah ini dilakukan supaya sensasi dingin dapat menyebar hingga ke kulit. Selain itu, penggunaan kompres dingin ini juga diketahui bisa mengurangi rasa gatal yang menyerang.

Tak hanya kompres menggunakan handuk, anda juga bisa mandi menggunakan air yang sedikit dingin. Karena bila menggunakan air panas, adanya temperatur yang tinggi bisa membuat kulit menjadi lebih kering. Yang mana kondisi ini dapat memperburuk masalah kulit seperti terjadinya eksim.

2. Krim Gatal

Langkah selanjutnya yang bisa anda lakukan sebagai upaya cara atasi gigitan kutu kasur yaitu dengan menggunakan lotion atau krim anti gatal. Untuk bisa mendapati krim anti gatal ini, anda bisa mencarinya di apotek yang telah dijual bebas. Adapun beberapa bahan aktif pada produk pereda gatal yang bisa dipilih.

Diantaranya seperti calamine, lauromacrogol, urea, dan juga hidrokortison. Beberapa bahan tersebut bisa mengurangi rasa ketidaknyamanan pada kulit akibat rasa gatal yang sangat mengganggu. Selanjutnya, apabila area kulit bekas dari gigitan sudah mengering, bahan aktif urea atau lauromacrogol bisa menjaga kulit yang kering agar tetap terhidrasi dengan baik.

Dalam penggunaan produk anti gatal tersebut, ada satu hal yang jangan sampai terlupakan. Yaitu dengan membersihkan kulit pada area yang sedang gatal menggunakan air bersih yang mengalir. Selain itu, jangan lupa juga untuk membaca aturan pakai yang telah tertera di kemasan produk sebelum dioleskan pada area kulit.

3. Hindari Menggaruk Gigitan

Terkadang hal ini luput dari pengawasan orang tua, yang mana si kecil merasa jengkel dan kerap kali menggaruk bekas gigitan karena rasa gatal yang ditimbulkan tidak tertahankan. Padahal, dengan tidak menggaruk gigitan kutu bisa dijadikan sebagai cara atasi gigitan kutu kasur agar gatal segera mereda.

Namun, jika anak menggaruk gigitan tersebut sampai lecet, dikhawatirkan dapat melukai kulit si kecil. Apabila sudah terluka dengan garukan, maka bisa menyebabkan infeksi yang lebih parah. Ketika hal tersebut terjadi, maka jalan satu satunya yaitu segera ke dokter untuk mendapatkan resep antibiotik agar tidak terjadi infeksi yang lebih parah.

4. Sabun Anti Gatal

Selain menggunakan krim anti gatal, disarankan pula beralih ke sabun yang lebih aman untuk mengatasi kulit sensitif. Yang mana ketika kulit gatal dan terinfeksi, maka kulit akan lebih sensitif jika terkena bahan bahan tertentu. Oleh karena itu, anda bisa mengatasinya dengan beralih ke sabun anti gatal yang banyak ditemui di apotek atau toko obat.

Adapun sabun khusus sebagai cara atasi gigitan kutu kasur, anda bisa menggunakan sabun yang bebas dari kandungan pewangi. Selain itu tidak kandungan sabun yang juga tidak memiliki zat pewarna yang kerap kali ditemui pada sabun mandi pada umumnya. Lalu bahan yang terakhir yaitu tidak adanya zat pengawet seperti paraben.

Itulah beberapa cara tepat untuk mengatasi rasa gatal akibat gigitan kutu kasur yang menyerang. Apabila anda berniat untuk membasmi keberadaan kutu kasur, gunakanlah jasa FUMIDA yang bisa membantu anda dalam mengatasi permasalahan gangguan hama termasuk kutu kasur di dalam rumah.

 

Perbedaan Hama Tikus Dan Curut

Perbedaan Hama Tikus Dan Curut Yang Terkadang Sulit Dikenali

Hama tikus ataupun curut tidak akan pernah berhenti untuk dibahas. Pasalnya, hama ini sangat meresahkan penghuni rumah karena gangguannya yang sangat merugikan. Namun terkadang ditemui beberapa orang yang masih bingung untuk membedakan tikus dengan curut yang memiliki bentuk dan tubuh yang sangat mirip. Berikut ulasan perbedaan hama tikus dan curut.

Perbedaan Mendasar Dari Hama Tikus Dan Curut

1.Memiliki Bagian Kepala Yang Berbeda

Meskipun memiliki tubuh yang mirip, namun ternyata fisik kedua hewan ini sangat berbeda. Jika dilihat dengan jelas, tikus dan curut memiliki kepala yang tidak sama. Pada tikus, memiliki kepala yang lebih bulat. Sedangkan pada curut, memiliki kepala yang panjang dan juga cenderung lancip.

Selain itu, anda juga bisa melihat perbedaan lainnya yang terletak pada telinganya. Dimana telinga tikus memiliki ukuran yang lebih besar ketimbang telinga curut. Pada bagian ekor, anda juga bisa melihat bahwa ekor tikus memiliki ekor yang panjang namun tidak berbulu. Tetapi pada curut, memiliki ekor yang lebih pendek dan ada sedikit bulu yang menyelimuti.

2. Melalui Gerakan Tubuh

Perbedaan hama tikus dan curut selanjutnya yaitu dilihat dari gerakan tubuh keduanya. Umumnya, tikus memiliki gerakan badan yang cenderung lincah karena tubuhnya yang mungil. Apalagi ketika dikejar atau hendak ditangkap, mereka akan berlari dengan kakinya yang sangat gesit dan cepat

Namun pada curut akan berlari dengan sangat pelan dan berhati hati. Lingkungan gerakannya pun juga berbeda. Dimana tikus memiliki kebiasaan untuk menjelajah dari bagian atas hingga ke bawah. Lalu pada curut, hanya akan berlari dari sudut tembok satu ke sudut tembok yang lainnya. Karena gerakannya yang pelan, terkadang orang bisa lebih mudah melihat keberadaan curut.

3. Jenis Makanan

Memiliki jenis makanan yang berbeda juga seringkali dijadikan sebagai dasar perbedaan hama tikus dan curut, yang mana hewan tikus memiliki sifat herbivora. Dengan kata lain, karakteristik tikus adalah pemakan tumbuhan dan juga beberapa sumber makanan yang berada di dalam rumah.

Sedangkan pada curut, hewan ini termasuk dalam hewan karnivora yang hanya memakan daging dan juga serangga. Karena sifat curut yang seperti itulah, dengan menyimpan daging olahan di tempat yang aman menjadi cara tepat untuk menghindari datangnya curut ke dalam rumah anda.

4. Bau Menyengat

Perbedaan paling menonjol antara kedua hewan ini yaitu adanya metode perlindungan diri yang dimiliki oleh hewan curut. Pada seekor tikus, dia tidak memiliki metode perlindungan diri ketika bertemu dengan manusia ataupun predator yang berbahaya. Namun lain halnya dengan hewan curut.

Hewan ini akan mengeluarkan bau yang sangat tidak sedap saat ada ancaman bahaya yang menghampirinya. Tentunya perbedaan mencolok inilah yang bisa memudahkan anda untuk bisa mengidentifikasi apakah hewan yang berada di rumah adalah curut tikus apakah hewan pengerat tikus.

5. Kelas Ordo Atau Famili Yang Berbeda

Perbedaan hama tikus dan curut yang terakhir yaitu dilihat dari anggota famili yang berbeda Tikus sendiri merupakan anggota dari Famili Rodentia yang berarti mereka berkerabat dengan kapibara. Kapibara adalah hewan jenis pengerat terbesar yang telah punah namun keberadaannya masih sering dijumpai.

Sedangkan curut adalah anggota Famili Eulipotyphla yang berkerabat dengan landak mini ataupun tikus mondok. Tikus mondok sendiri merupakan tikus yang memiliki tubuh dengan bulu yang sedikit bahkan tidak terlihat. Sehingga seringkali tikus mondok dikatakan sebagai tikus telanjang.

Itu dia beberapa perbedaan tikus dan juga curut. Apabila anda merasakan kehadiran tikus ataupun curut, anda bisa meminta pertolongan FUMIDA untuk membasmi keberadaan mereka. Yang mana jasa ini sangat terpercaya dan berpengalaman dalam membasmi keberadaan hama di rumah.

 

Cara Kutu Busuk Menggigit Manusia

Kupas Tuntas Cara Kutu Busuk Menggigit Manusia Dan Tips Mengatasinya

Kutu busuk merupakan hama berbahaya yang kerap kali ditemui pada beberapa furniture rumah seperti sofa atau tempat tidur. Salah satu hama merugikan ini membutuhkan makanannya dengan cara menghisap darah termasuk darah manusia. Berikut ulasan cara kutu busuk menggigit manusia dan juga tips untuk mengatasi keberadaannya.

Cara Kutu Busuk Memperoleh Makanannya

Hama kecil ini tidak dapat terbang tapi memiliki pergerakan tubuh yang sangat cepat. Baik itu di lantai maupun di dinding rumah anda. Pada kutu busuk betina, mereka dapat bertelur hingga mencapai ratusan butir kutu busuk. Ukurannya pun sangat kecil bagaikan ukuran debu yang tidak nampak.

Binatang kecil yang termasuk dalam hama rumah ini akan aktif pada malam hari. Biasanya, mereka akan menggigit manusia saat sedang tidur. Cara mereka agar memperoleh makananya yaitu dengan menusuk bagian permukaan kulit manusia dan menghisap darah melalui paruh panjang yang dimilikinya.

Apabila anda terkena gigitan kutu busuk, anda tidak bisa merasakan gigitannya di awal. Melainkan mulai merasa bahwa kutu busuk ini telah menggigit manusia pada beberapa saat setelahnya. Sama halnya seperti digigit nyamuk, yang mana kutu busuk menggigit manusia juga membutuhkan waktu kisaran 3 hingga 10 menit untuk dapat menghisap darah manusia.

Sebenarnya, banyak sekali orang yang tidak menyadari bahwa mereka telah digigit oleh kutu dan menganggap bahwa bekas gigitan tersebut berasal dari nyamuk biasa. Maka dari itu, cara satu satunya agar anda menyadari bahwa ada keberadaan kutu busuk di area kamar atau rumah yaitu dengan menemukannya kutu itu sendiri secara langsung.

Adapun beberapa cara agar dapat mengetahui keberadaan kutu busuk dengan mengetahui beberapa hal. Diantaranya seperti menemui noda darah yang berada di atas bantal, seprei ataupun selimut yang anda gunakan saat tidur. Selain itu bisa juga ditemukannya noda kehitaman atau kotor pada atas sprei, selimut, bahkan dinding kamar sekalipun.

Kutu busuk menggigit manusia dengan caranya yang seperti nyamuk, namun pada kutu busuk terkadang meninggalkan jejak berupa bintik bintik pada sprei. Tidak jarang juga ditemui adanya telur di tempat kutu busuk tersebut bersembunyi. Lalu, cara terakhir untuk mendeteksi keberadaan kutu penggigit ini yaitu adanya bau menyengat khas serangga yang tidak sedap.

Cara Atasi Kutu Busuk

Karena keberadaannya yang mengganggu, diketahui ada beberapa cara yang bisa anda gunakan untuk membasmi keberadaan kutu busuk ini. Seperti dengan membersihkan sprei dan juga pakaian dengan menggunakan air hangat. Setelah itu keringat sprei tersebut menggunakan mesin cuci berkecepatan tinggi.

Membersihkan permukaan kasur juga bisa anda lakukan sebagai upaya tepat untuk bisa mencegah kutu busuk menggigit manusia. Gunakanlah sikat kasur yang kaku untuk menggosok kasur. Cara ini akan ampuh untuk anda bisa menghilangkan kutu busuk beserta dengan telur mereka yang belum atau sudah menetas.

Gunakan vakum cleaner atau penyedot debu untuk membersihkan area area yang sempit pada kamar. Lalu buanglah kotoran tersebut ke luar dan jauh dari rumah. Hal ini dilakukan agar kutu busuk dapat pergi jauh dari area rumah anda. Cara selanjutnya yang bisa dilakukan yakni menutup retakan yang terdapat pada dinding rumah dengan rapat dan tanpa celah.

Hal terakhir untuk membasmi kutu busuk adalah jangan membiarkan kasur anda berantakan. Cara ini masih sering kali dilupakan oleh beberapa orang, padahal membersihkan kasur dapat menghindari datangnya hama kasur termasuk kutu busuk yang mengganggu. Apabila anda masih memiliki kebiasan yang jarang membersihkan tempat tidur, sebaiknya ubah kebiasaan itu mulai sekarang.

Itulah beberapa ulasan seputar kutu busuk yang sekiranya dapat membantu kekhawatiran anda dengan keberadaan kutu busuk di dalam rumah. Jika cara diatas tak kunjung berhasil, anda bisa meminta bantuan dengan memanggil jasa FUMIDA untuk mengatasi permasalah hama rumah yang mengganggu.

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu mempercayakan Fumida untuk mengendalikan hama pada bangunan Anda karena kami selalu menjaga kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

    [recaptcha id:1 class:g-recaptcha theme:light]

    Call Now ButtonTelp Sekarang 0822-1123-1123