Gambar 1 - Contoh dan jenis fumigan

Fumigan: Pengertian, Sifat Kimia, Contoh, dan Harga

Fumigan adalah bahan yang digunakan dalam proses fumigasi. Bila Anda ingin mengendalikan hama dengan cepat, tahu produk, harga, dan sifat kimianya akan sangat menguntungkan.

Untuk itu, pada kesempatan kali ini kami akan mengajak Anda untuk mengenali apa itu fumigan, sifat kimia, contoh, dan harganya. Selamat menyimak.

Pengertian Fumigan

Berikut ini adalah beberapa pengertian yang harus dipahami mengenai istilah ini:

Menurut KBBI

Menurut kamus besar bahasa Indonesia, fumigan adalah pestisida yang mudah menguap. Biasanya pestisida ini dipakai untuk membasmi jasad yang hidup.

Pengertian secara umum

Definisi fumigan dikaitkan dengan sebuah zat cair yang mudah menguap menjadi gas saat berada di bawah tekanan tinggi. Zat yang sudah berbentuk gas ini bisa membunuh hama atau serangga dalam waktu yang cepat saat digunakan dalam proses fumigasi.

Contoh dan jenis fumigan

Sudah dijelaskan di atas bahwa zat yang digunakan untuk metode fumigasi lebih sering dikenal dengan istilah fumigan.

  Contoh dan jenis fumigan

Pemanfaatan fumigan secara konvensional sangat mudah dilihat pada hal-hal yang berhubungan dengan pertanian. Namun kini, pemanfaatannya sudah semakin luas. Zat ini bisa digunakan di apartemen, gudang penyimpanan, dan struktur bangunan lainnya.

Umumnya, zat yang digunakan sebagai fumigan adalah biosida, yakni senyawa kimia yang mampu melukai atau bahkan membunuh organisme pengganggu yang bersentuhan dengannya.

Contohnya adalah iodoform, sulfuryl fluoride, methyl bromide, chloropicrin, formaldehida, fosfin, dll.

Dari berbagai pilihan bahan tersebut, dua zat yang umum dipakai di Indonesia adalah metil bromida dan fosfin. Apa perbedaan keduanya?

Metil bromida

Produk ini memiliki sifat yang cepat membunuh. Maka dari itu, pemakaiannya sangat terbatas. Yakni hanya pada pengendalian yang sifatnya kritis atau lebih sering dikenal dengan istilah CUE (Critical Use Exemption).

Gas fosfin

Ini adalah pilihan yang paling banyak digunakan di Indonesia. Gas fosfin yakni Magnesium fosfida dan Aluminium fosfida umumnya dipakai untuk mengendalikan serangga yang ada di produk pangan.

Sangat cocok untuk dipakai pada pertanian seperti gandum, sereal, tepung, atau biji-bijian yang tercemar. Produk ini juga bisa digunakan untuk serangga daun tembakau pada produksi rokok.

Sifat kimia dari Fumigan

Berikut ini adalah sifat-sifat kimia yang dimiliki oleh bahan fumigasi:

Tekanan uap

Setiap bahan yang digunakan dalam metode ini memiliki tekanan uap berbeda. Simpelnya, ada yang mudah menguap (tekanan uapnya tinggi), ada pula yang sulit menguap. Contoh bahan yang mudah menguap dan menembus lingkungan dengan cepat adalah metil bromida.

Titik didih

Selain kemampuannya dalam penguapan, sifat lain yang dikaitkan dengan apa itu fumigasi adalah titik didihnya.

Fumigan dengan titik didih tinggi biasanya akan berbentuk cair atau padat pada saat berada di suhu ruang. Sebaliknya, fumigan dengan titik didih yang rendah biasanya akan berubah menjadi gas saat ditaruh di dalam tabung yang tekanannya tinggi.

Kelarutan

Daya larut fumigan ini didasarkan pada tingkat kelarutannya pada air.

Konstanta Henry

Konstanta Henry adalah perbandingan antara konsentrasi fumigan di udara dengan konsentrasinya dalam air pada suhu tertentu.

Nilai konstanta henry berbanding terbalik dengan kelarutannya dalam matriks tanah. Artinya, semakin rendah nilai konstanta, semakin tinggi kemungkinan fumigan tersebut akan larut dalam air tanah.

Sebaliknya, apabila konstanta tersebut tinggi, maka fumigan bisa jadi malah tertinggal di air tanah dalam jangka waktu yang lama.

Waktu paruh

Ialah waktu yang dibutuhkan untuk turun sampai setengah dari jumlah sebelumnya. Semakin lama nilai paruh berarti laju degradasinya semakin lambat.

Harga fumigan di pasar

Saat ini, jual beli obat fumigasi ini sudah bisa dilakukan via online. Jika Anda mencari di marketplace dengan kata kunci fumigan, maka akan ada banyak hasil pencarian yang muncul. Berikut adalah beberapa produk yang masuk dalam kategori terlaris:

Harga fumigan di pasar

Phostek 56 TB

Obat fumigasi ini dibanderol mulai harga Rp 270.000,- dan mengandung Aluminium phospide 56%. Sebaiknya digunakan pada tempat penyimpanan atau gudang komoditi.

56TB Fumigan

Sama dengan Phostek 56 TB, produk ini juga mengandung Aluminium phospide 56%. Cocok dipakai pada gudang komoditi dengan banderol harga yang sedikit lebih murah.

Bahaya fumigan dan sertifikasi fumigasi

Bahan aktif ini tergolong dalam kategori berbahaya. Sebab zat yang ada di dalamnya beracun buat makhluk hidup, termasuk manusia. Oleh karena itu, meski dijual secara bebas sebaiknya pemakaiannya tetap harus diperhatikan.

Fumigasi hanya bisa dilakukan oleh tim yang sudah memiliki sertifikasi fumigasi. Dengan begini, seluruh proses pembasmian dengan teknik pengasapan bisa berjalan dengan normal dan aman buat lingkungan.

Vendor fumigasi

Untuk bisa menjalankan semua proses fumigasi secara aman, Anda bisa menghubungi vendor fumigasi seperti Fumida.

Vendor fumigasi

Tim dari jasa fumigasi terbaik ini sudah memiliki lisensi untuk menjalankan keseluruhan proses pembasmian hama dengan teknik pengasapan.

Tim bersertifikat ini juga sudah berpengalaman dalam melakukan pengasapan di berbagai titik. Mulai dari pertanian hingga bangunan.

Anda bisa menghubungi kami di 0822-1123-1123 untuk respons cepat selama 24 jam atau di nomor 021-29049130 saat jam kantor.

Kami siap melakukan survei ke area yang akan difumigasi, melakukan setiap tahapannya dengan benar, dan menggunakan fumigan terbaik yang bisa membasmi hama dengan cepat tapi tetap aman untuk manusia.

Gambar 1 - Apa itu fumigasi

Apa Itu Fumigasi, Jenis, Contoh, Alat, dan Prosesnya

Anda sebaiknya tahu apa itu fumigasi sebab istilah ini mengacu pada sebuah teknik pengendalian hama terbaik. Teknik ini tak hanya bisa dilakukan secara outdoor tapi juga indoor.

Kepopuleran fumigasi tak lepas dari efektivitas bahan dan alat yang digunakan. Teknik ini juga sangat aman buat diterapkan di lingkungan, baik area persawahan, perkebunan, maupun perumahan atau pemukiman warga.

Apa sih sebenarnya fumigasi itu?

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulasnya secara lebih mendalam. Mulai dari pengertian, alat, jenis, hingga proses dan pemanfaatannya.

Apa itu fumigasi?

Pengertian fumigasi adalah sebuah metode pengendalian hama yang dilakukan dengan cara pengasapan pestisida dalam bentuk gas. Pestisida atau bahan kimia yang digunakan ini lebih sering dikenal dengan sebutan fumigan.

  Apa itu fumigasi

Dalam hal ini, fumigan yang berbentuk gas dilepaskan untuk meracuni hama dan membuat mereka mati lemas.

Fumigan bisa diterapkan secara outdoor seperti di perkebunan, persawahan, dan yang lainnya. Bisa juga digunakan secara indoor di rumah-rumah. Tentu dengan pilihan bahan kimia yang sesuai sehingga aman buat semua penghuni rumah tersebut.

Proses fumigasi kadang juga dilakukan pada proses produksi barang dan ekspor impor. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah transfer hama antar negara.

Yang perlu diketahui, metode ini sangat efektif. Termasuk saat diterapkan dalam struktur bangunan. Sebab sifatnya bisa langsung masuk ke bagian terdalam struktur dan meracuni hama yang ada di dalamnya.

Salah satu contoh penerapannya adalah pada pembasmian rayap kering yang ada di tembok rumah atau kutu yang ada di gudang arsip.

Contoh bahan kimia yang digunakan untuk fumigasi

Ada banyak bahan kimia yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembasmian hama melalui teknik pengasapan ini, di antaranya adalah:

  1. Metil bromida.
  2. Chloropicrin.
  3. Formaldehida.
  4. Iodoform.
  5. Sulfuryl fluoride.
  6. Hydrogen cyanide.
  7. Phosphin (fosfin).
  8. Methyl isocyanate.
  9. DBCP.
  10. Dazomet, dll.

Dari sekian banyak pilihan di atas, yang cukup populer adalah metil bromida, fosfin, chloropicrin, formaldehida, iodoform, dan sulfuryl fluoride.

Jenis dan pemanfaatan fumigasi

Bila secara konvensional metode ini hanya digunakan pada pertanian, kini sudah bisa dipakai pada struktur bangunan. Istilah kerennya adalah fumigasi struktural. Metode ini ternyata sudah berkembang pesat pada struktur bangunan seperti:

  1. Perpustakaan
  2. Kandang
  3. Kapal
  4. Pesawat
  5. Ruangan laboratorium
  6. Gudang penyimpanan
  7. Kontainer
  8. Gudang arsip / dokumen
  9. Perumahan, dll.

Semua tempat di atas memiliki kecenderungan untuk mudah ditempati oleh hama dan harus segera dibersihkan agar bisa terawat dan dapat difungsikan secara maksimal.

Alat fumigasi

Fumigasi bisa dilakukan dengan alat tertentu yang lebih sering dikenal dengan istilah fumigator. Biasanya berupa tabung yang dihubungkan dengan selang dan pendorong untuk melakukan pengasapan.

Gambar Alat fumigasi

Selain fumigator, tim yang melakukan pengasapan sebaiknya juga menggunakan alat pelindung diri. Bila Anda ingin mencobanya sendiri, pastikan untuk memakai APD lengkap.

Mulai dari kaca mata, baju yang menutupi seluruh tubuh, sepatu tertutup, penutup wajah, sarung tangan, dan yang lainnya. Alat-alat ini harus dipakai bahkan saat Anda masih menyiapkan bahan-bahannya untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Lantas, bagaimana prosesnya?

Proses fumigasi

Ada beberapa fase yang harus dilalui dalam keseluruhan proses, di antaranya adalah:

Fase pertama

Menciptakan lingkungan tertutup untuk keseluruhan area yang tercakup dalam fumigasi.

Fase kedua

Fumigan dilepas atau disemprotkan ke area atau ruang yang sudah diatur khusus untuk difumigasi. Agar hasilnya maksimal, ruangan yang sudah diasapi dibiarkan sementara waktu.

Hal ini akan memberikan waktu kepada fumigan untuk meresap dalam ruangan. Dalam kurun waktu tersebut, fumigan akan melakukan tugasnya untuk mengendalikan dan membasmi hama di dalamnya.

Fase ketiga

Jika waktu yang diperlukan dirasa sudah cukup, diperlukan ventilasi untuk pembuangan gas beracun. Sehingga ruangan tersebut aman dihuni oleh manusia. Hasilnya, ruangan akan bebas gas beracun, bebas hama.

Perhatikan keamanan

Setelah mengetahui apa itu fumigasi, diharapkan semua orang tidak sembarangan melakukan tekniknya. Apalagi jika Anda kurang begitu paham tentang fumigan yang digunakan.

Yang perlu ditekankan adalah bahwa proses fumigasi merupakan hal yang berbahaya, bahkan lebih bahaya dari pada penggunaan racun semut. Oleh karena itu, keamanan harus ditaruh di urutan nomor satu saat prosesnya dilakukan.

Solusinya, setiap proses ini sebaiknya dilakukan oleh tim atau seorang operator yang sudah memiliki lisensi di bidang tersebut. Kepemilikan sertifikat resmi bisa mengurangi dampak buruk dan tingkat bahaya yang dapat ditimbulkan oleh metode ini.

Sebab bagaimana pun, bahan kimia yang dipakai sebagian besar merupakan senyawa yang berbahaya bagi kehidupan, termasuk manusia. Bila tidak digunakan secara bijak dan terukur, maka bisa menyebabkan hal yang negatif.

Salah satu cara menjaga keselamatan dan keamanan setelah melakukan metode ini adalah dengan memastikan ventilasi berfungsi dengan baik. Inilah yang terpenting.

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi residu-residu zat kimia yang mungkin tertinggal dalam ruangan dan bisa membahayakan penghuninya.

Perusahaan fumigasi

Agar seluruh proses fumigasi yang dilakukan bisa aman. Sebaiknya Anda menghubungi perusahaan fumigasi yang sudah berlisensi. Fumida adalah salah satu Jasa Fumigasi Terbaik saat ini dengan pengalaman puluhan tahun.

Perusahaan fumigasi

Tim yang bekerja sudah mengetahui apa itu fumigasi sampai hal-hal detailnya. Yang paling penting lagi, tim dari Fumida juga sudah berlisensi. Anda bisa menghubungi kami di 0822-1123-1123 atau 021-29049130.

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu mempercayakan Fumida untuk mengendalikan hama pada bangunan Anda karena kami selalu menjaga kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

    [recaptcha id:1 class:g-recaptcha theme:light]

    Telp Sekarang 0822-1123-1123