Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Cabai

Mengenal Jenis-Jenis Hama yang Menyerang Tanaman Cabai dan Cara Membasminya

Cabai adalah tanaman yang membutuhkan perawatan istimewa. Penyakit dan serangan hama yang mengancam cabai harus diperhatikan dengan baik oleh para petani. Jika anda juga memiliki tanaman cabai di rumah, selalu periksa dengan teliti apakah cabai dalam kondisi sehat. Anda bisa menyimak penjelasan cara membasmi hama cabai berikut ini.

Hama yang Menyerang Tanaman Cabai dan Cara Membasminya

1. Tungau Merah dan Tungau Kuning

Cabai yang diserang oleh hama tungau merah dan tungau kuning ini ditandai dengan daun yang keriting dan menggulung ke bawah. Daun ini menjadi kaku, tebal, dan berwarna kecoklatan. Serangan hama ini dapat mengganggu pembentukan pucuk tanaman dan daun-daun ini lambat laun akan mati.

Untuk membasmi tungau merah dan tungau kuning ini, anda dapat mencabut tanaman yang terserang. Jika kondisinya belum parah, anda bisa memotong pucuk yang terserang hama. Bekas tanaman yang terserang juga lebih baik dibakar agar tidak menginfeksi tanaman lainnya. Untuk pembasmian secara kimiawi, anda bisa menggunakan obat tungau akarisida.

2. Hama Kutu Daun Persik

Kutu daun ini menyerang tanaman cabai dengan cara menghisap cairan daun. Daun yang terserang kutu ini akan memiliki bercak-bercak kehitaman, menjadi keriting dan kering, lalu lambat laun akan mati. Selain itu, hama ini juga penular yang paling efisien dibandingkan hama lainnya.

Cara membasmi hama cabai ini dapat dilakukan dengan memetik daun yang terserang dan dimusnahkan. Daun-daun ini bisa dibakar atau dikubur di dalam tanah. Jika dibutuhkan, anda juga bisa menggunakan insektisida berbahan aktif yang mengandung diafenthiuron atau fipronil abamektin, lalu disemprotkan pada sore hari.

3. Ulat Grayak

Ulat ini memiliki ukuran yang kecil, berwarna hijau, dan berjumlah banyak. Hama ini merusak cabai dengan cara memakan dedaunan hingga berlubang-lubang dan mengganggu fotosintesis tanaman. Jika serangannya parah, ulat-ulat ini akan memakan habis seluruh daun dan hanya menyisakan tulang daunnya.

Pengendalian secara teknis dapat dilakukan dengan mengambil ulat pada malam hari karena saat itulah biasanya hama ini berkeliaran. Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kebun dan menyiangi gulma secara rutin. Penyemprotan insektisida bisa dijadikan cara membasmi hama cabai ini jika serangannya sudah merabah.

4. Kutu Kebul

Serangan dari hama ini ditandai dengan bercak-bercak pada daun akibat rusaknya jaringan dan sel-sel daun. Cairan yang dikeluarkan kutu ini dapat menyebabkan terganggunya proses fotosintesis. Penyebarannya pun cukup cepat dan luas serta dapat mencapai populasi besar jika kondisi lingkungan mendukung.

Penanganan serangan hama ini bisa dilakukan dengan menggunakan perangkap kuning atau memanfaatkan musuh alaminya, seperti patogen, predator, serangga, dan parasitoid. Jika pengendaliannya membutuhkan bahan kimia, anda bisa menggunakan cairan pestisida, seperti permethrin, asefat, amitraz, dan lain-lain.

5. Ulat Tanah

Hama ini memiliki ukuran yang lebih besar dan menyerang hampir seluruh bagian tanaman. Ulat ini cenderung lebih aktif pada malam hari dan bersembunyi di dalam tanah pada siang hari. Pada level yang lebih besar, ulat tanah dapat merusak tanaman cabai berhektar-hektar hanya dalam satu malam.

Cara membasmi hama cabai ini dapat menggunakan bahan kimia, seperti matador dan curacron. Penyemprotan bahan kimia ini sebaiknya dilakukan pada malam hari ketika ulat tanah aktif. Jika serangannya tidak terlalu serius, anda bisa mengupayakan untuk selalu menjaga kebersihan kebun dan sekitarnya.

Demikian ulasan tentang beberapa jenis hama cabai dan cara membasminya. Pada intinya, yang harus anda lakukan adalah menjaga kebersihan ladang. Jika masih ada hama yang menyerang, anda bisa menggunakan cara yang disebutkan di atas. Anda juga bisa memakai jasa FUMIDA untuk membasmi hama pada tanaman cabai anda.

Jenis Hama dan Cara Membasminya

Tomat Rusak dan Tak Layak Konsumsi? Kenali Jenis Hama dan Cara Membasminya

Tomat merupakan salah satu buah yang tingkat konsumsinya sangat tinggi. Di setiap rumah pasti tersedia tomat, baik untuk dijadikan minuman atau masakan. Di dalam proses penanaman hingga sampai ke tangan konsumen, tomat melalui banyak hal, salah satunya adalah serangan hama. Yuk kenali hama pada tomat dan bagaimana cara menanganinya.

Jenis-Jenis Hama Tomat

1. Ulat Tanah (Agrotis Ipsilo Hufn)

Hama pertama yang dapat menyerang tomat adalah ulat tanah. Tomat yang diserang oleh hama ini ditandai dengan terpotongnya tanaman pada bagian pangkal batang. Jika tanaman sudah terkena ulat tanah, maka tanaman tomat akan rusak dan mati. Tomat yang sudah rusak tidak akan bisa dipanen dan dikonsumsi.

Jika jumlah kerusakannya besar, maka petani juga berpotensi gagal panen. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ulat tanah ini adalah melakukan sanitasi kebun atau lahan. Selain itu, bisa pula dilakukan penyemprotan insektisida sesuai dosis yang disarankan.

2. Lalat Buah (Bactrocera sp)

Lalat buah menjadi hama pada tomat yang menyerang bagian daging buahnya. Lalat ini berwarna hijau kehitaman dengan sayap transparan dan berukuran kurang lebih 8 mm. tomat yang diserang oleh hama lalat buah ini akan mengalami pembusukan dan terdapat belatung di dalamnya. Tomat yang sudah busuk tentunya juga sudah tidak bisa dimanfaatkan kembali.

Pengolahan yang baik dan benar serta membuat perangkap merupakan salah satu upaya untuk mencegah serangan hama lalat buah ini. Namun, jika tanaman tomat sudah terlanjur terkena hama, maka satu-satunya cara yang dapat dilakukan agar hama tidak menyebar ke tomat lainnya adalah membakar tomat-tomat yang terserang hama.

3. Kutu Daun Aphis Hijau

Hama selanjutnya yang menyerang tomat adalah kutu daun aphis hijau atau kutu hijau. Kutu ini menyerang daun tanaman tomat yang ditandai dengan tanaman menjadi kerdil serta dauh yang jelek dan keriting. Daun tersebut lama-kelamaan akan rapuh dan rontok. Jika hama pada tomat ini tidak kunjung dibasmi, maka dapat menyebabkan kematian tanaman.

Hal ini dapat terjadi karena kutu hijau merupakan pembawa virus. Pengendalian yang dapat dilakukan adalah dengan menjaga kebersihan area budidaya dari tumbuhnya tanaman inang. Penyemprotan insektisida berbahan aktif abamectin juga dapat dijadikan salah satu alternatif.

4. Ulat Grayak (Spodoptera Liture F)

Jika permukaan daun tomat bagian atas terdapat lubang-lubang, tulang daun rusak, dan bentuk daun tidak beraturan, maka tanaman tomat telah terserang hama ulat grayak. Pembasmian hama ini dapat dilakukan dengan memangkas daun yang terserang atau melakukan penyemprotan insektisida sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

5. Kutu Daun Thrips Tomat

Hama pada tomat ini berukuran kurang lebih 1 mm dan berwarna hitam. Kutu ini menyerang daun tanaman tomat dengan cara menghisap cairan, sehingga menyebabkan proses fotosintesis menjadi terganggu atau bahkan terhenti. Tanda yang dapat diamati dari daun yang terserang kutu ini adalah warna daun akan berubah menjadi putih, kemudian mongering dan mati.

Cara mencegah tanaman terserang hama ini adalah dengan membersihkan gulma di sekitar tanaman tomat secara rutin. Namun, jika tomat terlanjut terserang, maka cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah melakukan penyemprotan cairan insektisida sesuai dosis.

Serangan hama memang selalu merugikan karena dapat menghambat tumbuh kembang tanaman atau bahkan menyebabkan tanaman mati. Upaya yang dapat dilakukan untuk membasmi hama pada tanaman tomat adalah menyemprotkan cairan insektisida sesuai dosis. Anda juga dapat menggunakan jasa FUMIDA untuk membasmi hama.

Hama Pohon Mangga

Kenali 5 Macam Hama Pohon Mangga Untuk Antisipasi Kualitas Buah Memburuk

Memiliki aroma dan rasa yang khas, tentu membuat siapa saja tertarik untuk menyantap buah mangga. Bahkan banyak dari mereka yang sengaja menanam pohon mangga untuk dinikmati kelezatannya. Namun apa jadinya jika kualitas buah memburuk karena hama pohon mangga yang mengganggu? Sebagai pencegahan, simak ulasan seputar hama yang kerap anda temui di pohon mangga.

Hama Mengganggu Yang Mengancam Pertumbuhan Buah Mangga

1.Ulat Penggerek Pucuk Mangga

Hama pertama yang wajib anda ketahui yakni ulat perusak pucuk batang daun mangga yang masih muda. Selain itu, ulat ini juga menggesek tunas menuju ke arah bawah hingga dahan menjadi rusak. Ulah dari hama ini bisa berdampak pada layunya bunga atau daun, lalu membuat lajur transportasi unsur hara menjadi berhenti kemudian akan mati.

Karena dampak yang diberikan cukup merugikan, ada baiknya untuk anda memahami cara pengendalian ulat penggerek pucuk mangga. Diantaranya seperti membakar tunas yang telah terinfeksi, mematikan pupa atau telur ulat yang berada di pohon, dan juga bisa menggunakan semprotan insektisida untuk membasmi hama pohon mangga tersebut.

2. Thrips

Berikutnya ada hama thrips atau scirtothrips dorsalis yang biasa juga disebut sebagai thrips bergaris. Sebutan ini dilontarkan pada thrips karena pada bagian perutnya yang terdapat adanya garis merah yang bisa terlihat dengan jelas. Selain menyerang daun muda pada pohon mangga, hama thrips juga menyerang bunga melalui cara menusuk serta menghisap cairan dari epidermis daun dan buah.

Tempat tusukan yang dihasilkan thrips ini bisa menjadi sumber penyakit pada tumbuhan. Sebab daunnya terlihat seperti terbakar, menjadi warna coklat serta mengeriting. Jika anda mengetuk bunga dengan tangan lalu menaruh kertas putih dibawahnya, anda akan melihat banyak thrips yang berjatuhan di kertas tersebut.

3. Seed Borer

Seed borer atau ulat yang menyerang buah mangga memiliki panjang kisaran 1 hingga 2 milimeter dengan bagian tubuhnya berwarna hijau sedikit keungu unguan. Hama pohon mangga ini menyerang buah mangga yang masih muda hingga buah mangga yang sudah agak tua dan siap matang.

Tanda apabila buah mangga terserang seed borer yaitu adanya kotor bekas gerekan, karena hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengahnya. Kotoran yang diberikan tidak semata mata hanya mengoroti penampilan buah mangga, tetapi juga bisa menyebabkan buah menjadi pecah dan membusuk.

4. Kepik Mangga

Sama halnya dengan seed borer, kepik mangga yang memiliki tubuh berwarna hijau ini juga menyerang buah mangga sebagai makanan favoritnya. Namun bedanya, kepik mangga menyerang buah dengan cara masuk ke dalamnya hingga buah tidak bisa untuk dikonsumsi oleh manusia.

Diketahui bahwa untuk mengendalikan keberadaan kepik mangga, yaitu bisa menggunakan predator semut merah yang bisa menyebabkan kepik tidak bertelur. Jika kepik tidak bertelur, maka dia tidak bisa melakukan perkembang biakannya lagi pada sekitaran pohon mangga yang berada di pekarangan rumah anda.

5. Bubuk Buah Mangga

Membaca namanya mungkin anda mengira bahwa ini bubuk untuk buah mangga. Tapi nyatanya bubuk buah mangga merupakan nama hama yang mengganggu buah dengan bertelur di permukaan kulit mangga yang sudah setengah masak. Lama bertelur dari hama pohon mangga yang satu ini bisa sampai kisaran 5 minggu dengan jumlah kira kira 12 hingga 16 butir.

Cara tepat untuk mencegah keberadaan hama bubuk buah yakni memberantasnya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pada buah yang telah diserang hama bubuk buah mangga lalu berjatuhan di tanah, sebaiknya dikumpulkan lalu dibakar. Dengan begitu anda bisa mengurangi potensi keberadaan hama pengganggu tersebut.

Itulah beberapa jenis hama yang kerap kali ditemukan keberadaannya pada pohon mangga. Apabila saat ini pohon mangga anda diselimuti dengan kumpulan hama merugikan, anda bisa menggunakan jasa FUMIDA. Yaitu jasa pembasmi hama yang bisa membantu menyelesaikan permasalah berbagai macam hama.

Daun Aglaonema Jadi Menguning

Daun Aglaonema Jadi Menguning, Apa Saja Penyebabnya?

Merawat tanaman hingga memiliki warna warni yang cantik akan banyak disukai oleh banyak orang. Belum lagi manfaat merawat tanaman bisa menjadi cara alternatif untuk bisa mengalihkan pikiran sejenak. Lantas apa jadinya jika tanaman kesayangan berubah warna menjadi kuning seperti yang sering terjadi pada daun aglaonema. Simak penyebab aglaonema menguning sebagai cara pencegahan.

Penyebab Daun Aglaonema Berubah Warna Menjadi Kuning

1.Kelembaban Tanah Yang Kurang Tepat

Kondisi tanah yang terlalu lembab ternyata bisa berpengaruh kurang baik pada kondisi tanaman aglaonema. Meskipun tanaman hias menyukai kelembaban, namun hindari kondisi tanaman yang mendapatkan air yang berlebih. Sebaiknya anda menyirami tanaman hias ini pada kisaran 2 hingga 3 inci pada bagian atas tanah yang sudah kering, dan saat kondisi lingkungan dingin, kurangilah intensitas penyiraman.

Pada saat anda melakukan penyiraman, pastikan juga sudah menyediakan air yang cukup agar cairan megnalir dari lubang drainase di dsar pot lalu masuk ke dalam cawan. Apabila dirasa air sudah berlebih, disarankan untuk kamu membuang sisa air yang berlebih tersebut dalam upaya mengurangi kelembapan.

2. Pencahayaan Yang Berlebih

Salah satu penyebab aglaonema menguning yang jarang diketahui yaitu pencahayaan yang berlebih. Agar aglaonema tidak berubah warna, anda bisa menaruhnya dengan tidak bersinggungan langsung dari papasan sinar matahari yang terik. Taruhlah tanaman berada di bawah atap yang bisa melindunginya dari matahari langsung.

Meskipun aglonema butuh asupan pencahayaan, namun lebih baik untuk menempatkannya pada area yang cukup teduh. Sebab jika aglonema terpapar langsung dengan sinar matahari, lambat laun anda akan membuat permukaan daunnya menjadi kering dan gosong. Tentu kondisi ini sangat tidak diharapkan.

3. Suhu Tanaman

Suhu sekitar tanaman bisa memberikan pengaruh baik dan juga pengaruh buruk pada tanaman. Oleh karena itu ada baiknya anda meletakkannya tanaman aglaonema berada di dalam ruangan atau indoor. Ditambahkan pula untuk anda bisa memastikan tanaman berada di suhu ruangan yang tepat.

Sebaiknya untuk menghindari tanaman dari paparan pendingin ruangan seperti kipas angin atau beberapa alat yang membuat tanaman terlalu kedinginan, sebab suhu tanaman yang buruk bisa menjadi penyebab aglaonema menguning dan tentunya tidak indah dipandang. Bahkan jika terjadi terus menerus tidak menutup kemungkinan tanaman juga akan mati.

4. Adanya Serangan Hama

Kehadiran hama yang merugikan bisa menjadi permasalahan bagi para pecinta tanaman hias terutama aglonema. pasalnya aglonema merupakan tumbuhan yang rentan terserang gangguan hama. Baik yang terlihat oleh mata, ataupun hama yang tidak terlihat karena memiliki ukuran yang teramat kecil.

Adapun serangga yang bisa ditemukan pada aglaonema yakni tungau. Dimana tungau bisa mempengaruhi kelembaban tanaman menjadi tidak seimbang lagi. Dampak yang diberikan yaitu kondisi daun bisa mengering dan tentunya daun aglaonema yang berwarna hijau cantik bisa berubah menjadi warna kuning.

Tidak hanya terjadi pada aglonema yang diletakkan di outdoor, tetapi aglaonema yang berada di indoor juga tidak akan terlepas dari gangguan hama yang menjadi penyebab aglaonema menguning. Salah satu hama yang bersemayam pada aglonema yang diletakkan diluar ruangan yaitu hama kutu putih.

Apabila anda menemui hama kutu putih berada di sekitaran aglaonema, sebaiknya jangan membiarkan hama itu terus berada dekat dengan aglaonema. Karena kutu putih bisa melakukan perkembang biakan secara cepat lalu bisa juga berpotensi untuk masuk pada celah celah tanaman.

Mungkin pengendalian dari faktor cuaca, kelembaban dan suhu bisa anda lakukan dengan mudah. Tetapi untuk penyebab rusaknya aglaonema yang diakibatkan dari hama bisa membuat kewalahan untuk menanggulanginya. Menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama bisa anda lakukan dalam upaya pencegahan berbagai macam hama tanaman yang menyerang tanaman hias.

Cara Mengusir Semut Dari Tanaman

Jangan Khawatir! Berikut Cara Mengusir Semut Dari Tanaman Menggunakan Bahan Alami

Keberadaan semut pada sebuah tanaman mungkin terlihat sebagai kehidupan yang alami. Nyatanya, semut merupakan salah satu hama tanaman layaknya kutu daun maupun kutu putih yang bisa menyerang tanaman secara langsung. Hewan kecil ini bisa menjadi tanda suatu tanaman memiliki masalah yang serius. Untuk itu, berikut cara mengusir semut dari tanaman.

Tips Ampuh Mengusir Hama Semut

1. Menggunakan Kulit Jeruk

Jeruk memiliki aroma menyengat yang berasal dari kulitnya. Aroma ini bisa dimanfaatkan untuk mengusir serangga, salah satunya adalah hama semut. Lazimnya, kulit jeruk memiliki kandungan minyak yang sering disebut limonene. Kandungan tersebut tidak hanya terbukti ampuh untuk mengusir semut, namun juga berbagai hama lainnya.

Dalam praktiknya, penggunaan kulit jeruk untuk mengusir semut bisa dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memeras kulit jeruk hingga mengeluarkan sari yang menyembur keluar mengenai tanaman. Begitu pula, pembuatan ramuan kulit jeruk bisa dilakukan dengan merebus sejumlah kulit jeruk selama 15 menit. Kemudian, haluskan kulit jeruk dan tuangkan campuran tersebut di sekeliling tanaman.

2. Menabur Rempah-Rempah Di Sekitar Tanaman

Cara mengusir semut dari tanaman dapat dilakukan dengan menabur rempah-rempah di sekeliling tanaman. Fungsi pengusiran hama menggunakan ramuan herbal ini pada dasarnya dihadirkan dari aroma menyengat rempah-rempah. Beberapa jenis rempah-rempah tersebut diantaranya cengkeh, bubuk cabai, daun teh mint maupun kayu manis.

Lazimnya, pengusiran hama yang satu ini dilakukan dengan memilih salah satu rempah-rempah yang mudah ditemui. Kemudian, hancurkan rempah tersebut hingga halus dan menjadi bubuk tabur. Tuangkan di sekitar tanaman untuk menghasilkan aroma menyengat sehingga semut tidak datang ke tempat tersebut.

3. Menggunakan Buah Mentimun

Pemanfaatan buah mentimun sangat efektif untuk mengusir hama semut. Kulit mentimun memiliki bahan kimia aktif yang bisa membahayakan semut ketika dikonsumsi. Mengetahui kondisi tersebut, anda bisa memanfaatkan bahan ini sebagai cara mengusir semut secara alami dan praktis untuk dilakukan.

Menariknya, membasmi hama semut dengan bahan alami ini dapat dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memotong buah ini sesuai dengan keinginan. Kemudian, letakkan beberapa potongan tersebut di sekitar tanaman agar hewan kecil ini tidak berani menghampiri. Selain semut, mentimun ternyata sangat ampuh digunakan untuk mengusir berbagai jenis serangga lainnya.

4. Menggunakan Garam Dapur

Garam dapur merupakan salah satu bahan alami yang sangat mudah ditemui. Selain bermanfaat untuk kesehatan maupun menghasilkan makanan yang nikmat, bahan alami yang satu ini juga memiliki fungsi untuk mengusir hama tanaman. Salah satunya adalah mengusir semut yang sering menyerang tanaman anda.

Penggunaan garam dapur untuk mengusir hama ini dapat dilakukan dengan mudah. Lazimnya, anda bisa memanfaatkan garam dapur bubuk untuk ditaburkan di sekeliling tanaman. Anda bahkan bisa membuat larutan garam hanya dengan mencampurkan bahan alami ini dengan air. Kemudian, semprotkan larutan tersebut di sekitar tanaman.

5 Menggunakan Tanah Diatom

Selain itu, cara mengusir semut dari tanaman juga bisa dilakukan dengan menggunakan tanah diatom. Tanah diatom merupakan jenis tanah yang terbentuk dari batu sedimen silika akibat cangkang diatom yang sudah memfosil. Tanah ini memiliki fungsi untuk mengusir semut dari tanaman melalui partikel kuat yang dimilikinya.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir hama semut yang mengganggu tanaman anda. Meski demikian, anda juga bisa menggunakan jasa FUMIDA untuk menghilangkan hama ini secara tuntas. Tak hanya hama semut, FUMIDA juga menyediakan jasa pembasmian berbagai hama yang mengganggu anda.

 

Cara Usir Ngengat

5 Cara Usir Ngengat Yang Bersarang Di Rumah

Ngengat merupakan serangga atau hama yang memiliki hubungan dekat dengan kupu kupu. Tentu kehadiran ngengat cukup mengganggu kenyamanan apalagi mereka yang telah berkembang biak dan bersarang di dalam rumah. Apabila beberapa lokasi di rumah anda sudah dijadikan sebagai sarang ngengat, simak cara usir ngengat berikut ini.

Usir Keberadaan Ngengat Yang Bersarang Di Rumah

1.Mengusir Dengan Kapur Barus

Hama rumah yang satu ini memiliki nama latin Heterocera. Jenis ngengat satu ini kerap kali datang kerumah lalu bersarang di lemari pakaian adalah jenis ngengat Tineidae. Jenis pakaian yang mereka serang adalah pakaian yang dibuat dengan serat alami seperti penggunaan sutra dan juga wol.

Agar hama kecil itu tidak masuk lalu bertelur di dalam lemari, anda bisa menaruh kapur barus dengan jumlah yang banyak. Kapur barus adalah zat padat berupa seperti lilin serta agak transparan. Aroma yang dikeluarkan yaitu aroma khas yang sangat kuat dan tentu saja tidak disukai oleh ngengat.

2. Daun Kayu Putih

Cara usir ngengat berikutnya yaitu dengan menggunakan daun kayu putih. Daun ini sudah sangat dikenal untuk mampu diekstrak menjadi minyak melalui metode penyulingan lewat uap. Sebagian besar pemanfaatannya juga diolah serta dipakai sebagai minyak yang dibalurkan pada tubuh. Selain itu daun kayu putih juga kerap kali dijadikan pengobatan hingga bahan produk rumah tangga.

Penggunaan daun kayu putih untuk mengusir keberadaan ngengat yaitu dengan membungkusnya menjadi satu dengan kain bekas ataupun kasa. Setelah itu, simpan daun kayu putih tersebut pada area dimana ngengat bersarang. Jika takut daun kayu putih busuk dan menimbulkan aroma yang tidak sedap, maka anda bisa membuatnya dengan cara dikeringkan terlebih dahulu.

3. Masukkan Barang Terkena Ngengat Ke Dalam Kulkas

Meskipun tips yang satu ini terbilang aneh dan tidak pernah terpikirkan sama sekali, namun diyakini cara usir ngengat dengan memasukkan barang terkena ngengat ke dalam kulkas atau freezer dapat menghancurkan kehidupan ngengat. Tidak hanya itu, tetapi telur serta larva dari hama ngengat pun bisa dihancurkan dengan mudah.

Tempatkan barang ke dalam kantong plastik dengan diikat erat. Setelah itu langsung memasukkan barang tersebut ke dalam kulkas dan tunggu selama 4 hari. Cara ini dilakukan untuk membunuh ngengat agar mati pada suhu kulkas yang kurang dari kisaran minus 8 derajat celcius.

4. Mencuci Barang Yang Terkena Ngengat

Selain dengan cara membekukan larva beserta telur ngengat, anda juga bisa mencuci pakaian yang terkena serangan ngengat. Pertama, anda harus terlebih dahulu merendam pakaian dengan air panas yang telah dituang oleh deterjen. Setelah itu, rendam pakaian hingga kurang lebih satu atau dua jam lamanya.

Selanjutnya yaitu mengangkat pakaian lalu bersihkan permukaannya menggunakan sikat hingga kotorannya menghilang. Jemurlah pakaian tersebut pada terik matahari panas, lalu setrika pakaian seperti biasanya. Cara usir ngengat ini bisa anda lakukan agar ngengat tidak melakukan perkembang biakan dalam pakaian.

5. Menyimpan Barang Dengan Tepat

Larva ataupun ngengat yang telah dewasa tidak bisa menembus masuk ke dalam bahan material yang bersifat keras. Itulah sebabnya, cara agar pakaian berbahan wol ataupun sutra tidak dirusak oleh hama ngengat yaitu dengan menyimpannya pada kantong plastik tebal yang kedap udara.

Anda bisa menggunakan tas plastik besar yang akan efektif jika tertutup dengan pita. Atau bisa juga menggunakan wadah plastik yang ditaruh pada bawah tempat tidur. Selain itu, menggunakan kotak kemasan yang kokoh juga akan berfungsi untuk menghindari pakaian dari ngengat. Asalkan setiap bukaan dapat disegel atau diselotip dengan baik.

Itu dia beberapa cara mengusir hama ngengat yang kerap kali ditemui pada beberapa lokasi yang ada di rumah. Apabila cara tersebut belum berhasil, anda bisa menghubungi FUMIDA. Yakni jasa basmi hama yang akan membantu anda dalam mengatasi keberadaan hama rumah termasuk ngengat yang mengganggu.

 

Solusi Tepat Basmi Hama Leaf Miners

Solusi Tepat Basmi Hama Leaf Miners Pada Tanaman

Apakah anda pernah mendapati daun tanaman koleksi di rumah tiba tiba saja bermotif seperti garis yang meliuk liuk? Jika iya, itu berarti tanaman tersebut diserang oleh hama leaf miners atau dikenal juga dengan sebutan serangga orek orek. Berikut cara tepat basmi hama leaf miners agar tidak memberikan motif kurang cantik pada tanaman kesayangan.

Solusi Basmi Leaf Miners Yang Bisa Diterapkan

1.Menekan Daun

Leaf miners merupakan larva dari berbagai serangga, termasuk lalat, lalat buah, dan juga serangga ngengat. Jenis betina dari hama leaf miners dapat bertelur hingga 250 telur. Yang mana telur tersebut akan diletakkan pada bagian bawah daun. Dalam peletakannya, mereka menggunakan sistem ovipositor agar dapat menembus permukaan daun serta menyimpan telur didalam daun tersebut.

Karena telur leaf miners diletakkan pada daun, anda pun bisa menekan daun sebagai salah satu cara untuk mengusir hama leaf yang berada pada tanaman. Lakukan pengawasan dengan cermat apabila anda telah melihat bahwa ada garis bergelombang yang diciptakan oleh leaf miners.

Cara selanjutnya yaitu dengan menekan bagian daun tersebut. Dengan begitu, maka secara tidak langsung anda akan menekan larva lalu membunuhnya. Cara basmi hama leaf miners seperti itu adalah cara tepat agar anda bisa membunuhnya tanpa harus benar benar menyentuh bagian tubuh hama larva.

2. Membuang Daun

Penampilan akibat serangan leaf miners ini sangatlah mengganggu tumbuh kembang tanaman dan memberikan corak yang membuat daun menjadi tidak cantik lagi. Apabila kerusakan daun hanya sedikit, anda bisa langsung memetik daun tersebut. Boleh memetik langsung menggunakan tangan atau bisa juga dengan menggunakan alat seperti gunting.

Setelah memetik daun yang rusak, langkah selanjutnya yaitu membuang daun tersebut ke area yang jauh dari rumah. Selain itu, anda juga bisa membungkusnya dengan plastik sampah lalu buang ke tempat pembuangan sampah. Langkah ini dilakukan sebagai upaya basmi hama leaf miners agar pergi jauh meninggalkan pekarangan rumah anda.

3. Menggunakan Penutup

Solusi berikutnya yang bisa anda lakukan yaitu dengan cara mencegah mereka masuk. Pada tahap ini terdapat dua metode yang bisa digunakan. Kebanyakan tukang kebun serta petani sayur menggunakan plastik hitam untuk dapat menutupi tanah di barisan tanaman mereka. Hal ini dilakukan sebagai cara mencegah larva yang berhibernasi untuk muncul ke permukaan tanah.

Pembatas lain yang bisa digunakan adalah paranet. Karena semua serangga dewasa merupakan serangga terbang, maka paranet akan berhasil untuk mencegah hama serangga betina mendarat di area tanaman untuk menyimpan telurnya. Apabila menerapkan metode ini, pastikan kembali anda mengamankan sisi serta ujung dari paranet agar serangga tidak dapat masuk.

4. Perangkap Lem

Cara basmi hama leaf miners atau orek orek yang berada pada tanaman indoor atau di dalam ruamah kaca adalah menggunakan perangkap lem. Perangkap lengket adalah lembaran kertas yang dilapisi dengan lem khusus lalu digantung atau ditempatkan pada beberapa pegangan tongkat di rumah kaca.

Untuk menangkap leaf miners, anda bisa menggunakan warna kuning atau warna biru. Sebab, leaf miners dewasa akan lebih mudah tertarik pada warna warna kuning serta biru yang cerah. Ketika mereka sudah mendarah pada perangkap, maka leaf miners dewasa akan terjebak pada perekat tersebut.

Apabila serangga sudah terperangkap pada lem yang telah anda buat, maka dapat dipastikan leaf miners tidak bisa kawin ataupun bertelur di tanaman yang anda miliki. Cara ini juga cukup mudah dilakukan, hanya perlu memprersiapkan kertas dan juga lem khusus untuk menghentikan perkembang biakan leaf minners yang mengganggu.

Demikian beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi gangguan hama leaf miners atau orok orok yang berada di tanaman. Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran hama tanaman, anda bisa menghubungi FUMIDA yang telah berpengalaman dalam membasmi hama tanaman atau rumah.

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu mempercayakan Fumida untuk mengendalikan hama pada bangunan Anda karena kami selalu menjaga kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

    [recaptcha id:1 class:g-recaptcha theme:light]

    Call Now ButtonTelp Sekarang 0822-1123-1123