Gambar 1 - Ini 8 penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Waspadai 8 Penyakit yang Disebabkan Oleh Nyamuk!

Waspadai penyakit yang disebabkan oleh nyamuk. Segera lakukan tindakan pencegahan dan pembasmian bila di lingkungan Anda banyak nyamuknya.

Ada banyak jenis penyakit yang bisa disebabkan oleh hewan pengisap darah ini. Yang paling sering umum dikenal adalah demam berdarah.

Bila ada satu orang dalam satu wilayah yang terkena DB, maka lain hari akan ada orang lain yang terkena juga. Inilah yang berbahaya.

Bahkan, bila sudah musim hujan dan para nyamuk datang, puskesmas dan rumah sakit penuh dengan pasien yang menderita DB.

Untuk itu, kepedulian terhadap lingkungan diperlukan guna mencegah penyebaran penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh gigitan nyamuk ini.

Ini 8 penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Berikut ini adalah beberapa penyakit yang diakibatkan oleh hewan pengisap darah. Sebagian ada yang familiar di telinga, sebagian lagi masih belum begitu sering kita dengar.

 penyakit yang disebabkan oleh nyamuk

Demam berdarah

Seperti yang sudah diulas di atas, demam berdarah merupakan penyakit yang paling umum terjadi saat nyamuk sedang merajalela.

Penyakit ini disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti yang menularkan virus dengue ketika mengisap darah manusia. Habitat spesies Aedes aegypti ini sangat unik karena lebih suka air bersih ketimbang air kotor.

Gejala demam berdarah di antaranya adalah lemas, mual, demam tinggi, dan sakit kepala yang parah. Tanda lain yang bisa dilihat dari penderita DB adalah bercak/bintik merah yang ada di kulit.

Bila segera ditangani, penyakit ini bisa disembuhkan. Meski memang penderitanya akan merasakan lemas dulu.

Sebaliknya, bila tidak cepat ditangani atau kondisi penderita semakin turun setiap harinya, maka yang terjadi akan makin parah. Ini ditandai dengan terjadinya pendarahan, misalnya mimisan lewat hidung atau pendarahan di sekitar gusi.

Bila kondisi yang parah ini tidak tertangani dengan baik maka penderita bisa mengalami kematian.

Malaria

Nyamuk anopheles menyebabkan penyakit malaria dan jumlah penderitanya juga cukup banyak di Indonesia, khususnya di wilayah Indonesia Timur. Hal ini karena hewan ini memang lebih sering ditemukan di daerah sana.

Yang bisa menyebabkan penyakit ini adalah versi betina sebab mereka membutuhkan protein untuk bertelur atau mengembangkan telur-telurnya. Sementara versi jantannya mengonsumsi nektar dari tanaman.

Virus atau parasit plasmodium yang ditularkan oleh anopheles betina kepada penderita malaria biasanya akan menimbulkan gejala seperti menggigil, muntah, demam tinggi, dan yang lainnya.

Yang jelas, penyakit ini mengganggu sistem imun. Yakni membuat daya tahan tubuh seseorang menurun drastis hingga mudah terjangkit penyakit lainnya sampai akhirnya mengalami komplikasi.

Maka dari itu, bila seseorang mengalami sakit malaria, dia harus mendapatkan penanganan dan pengobatan yang serius sampai benar-benar sembuh.

Penyakit Virus Zika

Jenis virus ini juga ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes. Beberapa tahun lalu virus zika sempat menjadi momok orang di seluruh dunia. Sebab keberadaannya yang jadi pandemi di daerah Karibia dan Amerika Latin.

Penyakit Virus Zika

Virus Zika, selain bisa ditularkan melalui nyamuk, virus ini ternyata juga menular melalui hubungan intim dan ibu yang melahirkan anaknya.

Gejala virus zika terbilang ringan. Maka dari itu, banyak sekali yang tidak menyangka bahwa penyakit ini berbahaya. Beberapa gejala yang muncul adalah gatal, ruam, nyeri otot, demam, dan kemerahan.

Kondisi parah dari virus ini ditunjukkan dengan adanya penyakit Microcephally dan Guillain-Barre. Microcephally terjadi pada bayi, di mana kepalanya kecil dan tidak bisa berkembang secara sempurna. Sedangkan Guillain-Barre adalah kondisi gangguan saraf yang bisa menyebabkan kelumpuhan otak.

Masalahnya, hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa memerangi virus zika. Jadi, sebaiknya semua orang berhati-hati terhadap penyakit yang disebabkan oleh nyamuk ini.

Chikungunya

Chikungunya juga ditular oleh spesies Aedes. Cirinya hampir sama dengan penyakit DB. Gejalanya bahkan hampir sama, yakni sakit kepala, mual, menggigil, demam tinggi, nyeri tubuh, ruam dan bintik-bintik pada kulit.

Perbedaannya adalah pada rasa nyeri yang dirasakan. Pada chikungunya penderitanya sangat kesakitan sampai sudah bergerak.

Demam kuning – yellow fever

Penyebaran penyakit ini ada di sekitar Afrika dan Amerika Selatan sehingga kurang begitu dikenal di Indonesia. Penyebabnya adalah Haemagogus.

Yang berbahaya dari penyakit ini adalah efeknya yang bisa menimbulkan pendarahan di dalam tubuh. Dalam kondisi yang serius, penderita bisa mengalami muntah darah hingga kerusakan multiorgan.

Sesuai dengan namanya, salah satu gejala yang muncul pada fase perkembangannya adalah menguningnya kulit si penderita.

Kaki gajah

Dalam dunia medis, jenis sakit ini disebut Filariasis. Sebuah jenis sakit yang disebabkan oleh cacing dan ditularkan melalui perantara nyamuk. Prosesnya nyamuk membawa larva cacing kemudian ditaruh di tubuh manusia pada saat menggigit atau mengisap darah mereka.

Beberapa jenis nyamuk yang menularkan kaki gajah adalah Culex, Aedes, Anopheles, Armigeres, dan Mansonia.

Virus west nile

Penyakit ini hanya menunjukkan gejala dalam jumlah sedikit. Keberadaannya di Amerika Serikat. Jadi masih tidak familiar di Indonesia. Jenis nyamuk yang menyebabkan virus wet nile adalah Culex. Khususnya Culex tritaeniorhynchus.

Dalam kondisi parah, penderitanya bisa mengalami meningitis dan peradangan otak.

Japanese encephalitis

Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Culex yang membawa flavivirus. Penderita Japanese encephalitis biasanya meningkat saat musim hujan.

Jenis penyakit ini hampir sama dengan virus west nile. Bila tidak ditangani dengan baik bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Cara membasmi nyamuk dengan cepat dan tuntas

Cara membasmi nyamuk dengan cepat dan tuntas

Dari ulasan di atas terlihat sekali bahwa ada banyak jenis spesies nyamuk yang bisa menyebabkan masalah kesehatan, bahkan berujung pada kematian. Maka dari itu, pembasmian sampai tuntas diperlukan agar bisa terhindar.

Anda bisa memanggil Fumida, jasa pembasmi nyamuk yang sudah berpengalaman dalam pembasmian hama sampai tuntas. Tim kami sudah berlisensi dengan banyak testimoni positif dari para pelanggan.

Anda bisa menghubungi kami di nomor 0822-1123-1123 atau 021-2904 9130 untuk segera mencegah penyakit yang disebabkan oleh nyamuk di rumah Anda.

Cara Penularan Virus Zika

5 Cara Penularan Virus Zika dan Pencegahannya yang Ampuh

Awas! Cara penularan virus zika tidak hanya lewat perantara nyamuk. Virus ini juga bisa menyebar antara manusia ke manusia lainnya. Bahkan bisa diturunkan oleh ibu hamil dan saat mereka melahirkan.

Penyakit zika merupakan salah satu masalah kesehatan yang cukup serius. Penyakit ini awalnya ditularkan oleh nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Jenis hewan pengisap darah yang bisa menularkan DBD dan chikungunya.

Berbeda dengan penularan DBD yang hanya bisa ditularkan melalui nyamuk ke manusia, penyakit zika lebih parah. Sebab bisa ditularkan dari manusia ke manusia. Simak penjelasan detailnya dalam ulasan di bawah ini.

Ini 5 cara penularan virus zika di Indonesia yang harus Anda tahu!

Demi bisa terhindar dari penyakit ini, Anda harus benar-benar tahu bagaimana cara penyakit ini menyebar. Berikut ini adalah beberapa cara yang sampai saat ini bisa menularkan virus zika:

Cara Penularan Virus Zika

Lewat gigitan nyamuk

Cara pertama yang paling wajar dan bisa menyebabkan seseorang tertular zika adalah gigitan nyamuk. Jenis nyamuknya adalah nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Namun, tidak semua nyamuk jenis ini membawa virus.

Penularan bisa terjadi manakala nyamuk tersebut mengisap darah orang yang sakit zika yang mengakibatkan dia jadi pembawa virus. Selanjutnya, jika pembawa virus ini mengisap darah orang sehat, maka orang tersebut bisa tertular zika.

Nyamuk ini seringnya keluar saat siang hari, namun sangat mungkin saat malam pun mereka mencari darah untuk mematangkan telurnya. Maka dari itu, Anda harus selalu waspada.

Dari ibu ke anak saat hamil dan melahirkan

Seorang ibu yang sedang hamil dan menderita penyakit zika bisa menularkan virusnya kepada si anak. Penularan ini bisa terjadi selama kehamilan atau saat melahirkan.

Yang berbahaya adalah ketika zika menyerang janin dalam kandungan, maka imbasnya bisa ke cacat otak.

Jika Anda menyusui, tetap kalem saja. Sejauh ini belum ditemukan kasus virus zika menular ke bayi yang disusui oleh ibunya.

Melalui transfusi darah

Pada sejumlah kasus ditemukan bahwa virus ini bisa menular melalui donor atau transfusi darah. Dari data statistik pada wabah Polinesia Perancis, terdapat 2,8% dari donor darah ternyata positif virus zika. Meskipun persentasenya masih sedikit tapi Anda tetap harus waspada.

Hubungan badan

Cara penularan virus zika selanjutnya bisa terjadi melalui hubungan badan. Hal ini bisa terjadi bila salah satu pasangan sudah membawa virus zika dalam tubuhnya meski gejalanya belum terlihat.

Karena sudah ada kasus yang membuktikan hal ini, studi pun dilakukan untuk mengecek ketahanan virus ini di cairan tubuh seperti darah, air kencing, cairan wanita, dan lelaki.

Hasilnya, ketahanan zika di cairan lelaki lebih lama dibandingkan dengan cairan lainnya.

Paparan laboratorium

Pada tahun 2016, sebuah laboratorium di Amerika Serikat dilaporkan terkena paparan virus ini.

Cara pencegahan diagnosis penyakit zika yang benar

Mencegah lebih baik dari pada mengobati. Demikian bunyi ungkapan soal kesehatan.

Anda bisa mencegah penyakit zika dengan cara menghindari metode penularannya sebagaimana dituliskan di atas. Anda juga bisa menjaga lingkungan agar tidak dipakai sebagai tempat berkembangnya nyamuk.

Hal-hal sederhana yang bisa dilakukan di rumah adalah sebagai berikut:

  1. Menjaga kebersihan rumah.
  2. Menjaga kelembapan rumah.
  3. Tidak memberikan ruang untuk nyamuk berkembang biak dengan menghilangkan genangan air, membuang kaleng bekas, dll.
  4. Menggunakan bahan alami untuk mengusir nyamuk.
  5. Menggunakan bahan kimia untuk membunuh nyamuk.

Selain cara di atas, tim ahli kami yang profesional juga siap membantu mengendalikan nyamuk dan hama melalui program yang jelas dan berkelanjutan. Hubungi Fumida di 0822.1177.1166 atau 021.2904.9130.

Gambar Penularan DBD

Rantai Penularan DBD, Masa Inkubasi, dan Pencegahannya

Jangan salah kaprah! Rantai penularan DBD tidak terjadi antar manusia. Penyakit ini hanya bisa menular melalui nyamuk yang membawa virus dengue dan gejalanya baru akan terlihat jika masa inkubasi virus sudah selesai.

Adalah Aedes Aegypti betina, si nyamuk pembawa virus dengue. Hewan betina ini mengisap darah agar dapat mengembangbiakkan atau mematangkan telurnya. Pada saat proses pengisapan, dia meninggalkan virus dengue dalam tubuh manusia melalui air liurnya.

Apa itu masa inkubasi?

Yaitu rentang waktu yang dibutuhkan virus untuk dapat berkembang dalam tubuh manusia hingga memunculkan gejala penyakit.

Sebagai contoh, seseorang digigit nyamuk Aedes aegypti pada tanggal 12, kemudian baru tanggal 17 mengalami gejala demam, muntah, dll. Artinya, masa inkubasinya adalah 5 hari.

Terdapat perbedaan pendapat soal masa inkubasi virus dengue ini. Ada yang bilang antara 8-10 hari, ada pula yang beranggapan antara 4-10 hari. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas masa inkubasi DBD adalah 4-7 hari.

Proses dan cara penularan DBD

Gambar Penularan DBD

Berdasarkan data statistika, saat ini masih banyak ditemukan kasus penderita DBD di Indonesia. Penyakit ini bisa menyerang baik saat musim kemarau maupun saat penghujan. Namun, jumlah pasien demam berdarah cenderung meningkat saat musim hujan tiba.

Hal ini wajar mengingat pada saat inilah nyamuk dapat dengan mudah berkembang biak sebab ada banyak genangan air untuk meletakkan telur-telur.

Selain itu, kelembapan tinggi pada musim hujan juga membuat genangan air tidak gampang menguap. Hasilnya, telur yang sudah diletakkan bisa melalui masa metamorfosis dengan sempurna hingga berkembang jadi nyamuk dewasa.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan di atas bahwa rantai penularan penyakit DBD tidak terjadi antara manusia dengan manusia. Melainkan melalui nyamuk.

Secara ringkas, berikut ini adalah proses penularan penyakit demam berdarah dengue yang harus Anda tahu:

Rantai penularan penyakit DBD

Tidak semua nyamuk Aedes Aegypti membawa virus dengue di dalam tubuh mereka. Namun, jika mereka sudah punya virus ini dan menggigit Anda, maka virus yang mereka bawa bisa dengan mudah menular.

Bagi nyamuk yang belum punya virus dengue, mereka mungkin bisa mendapatkannya melalui gigitan terhadap manusia yang sedang menderita DBD. Ketika nyamuk yang baru menggigit penderita DBD menggigit seseorang, maka seseorang tersebut secara otomatis akan tertular virus.

Maka dari itulah cara agar tidak digigit nyamuk menjadi sangat penting.

Proses penularan penyakit demam berdarah dengue vs trombosit

Pada pasien yang sudah mengalami penularan DBD, istilah yang paling sering didengar adalah trombositnya menurun. Kenapa hal ini bisa terjadi? Bagaimana prosesnya? Simak jawabannya berikut ini:

Ketika virus ditularkan oleh nyamuk melalui gigitan kecil di dalam kulit, maka sistem imun tubuh akan segera memberikan reaksi. Reaksi antara perkembangan virus dan daya tahan tubuh inilah yang bisa menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah kapiler.

Akibatnya, pembuluh darah bisa rapuh, bocor, dan isinya akan merembes ke daerah sekitar. Guna mengatasi kebocoran ini, trombosit perlu melakukan tindakan dengan cara menutupnya.

Semakin banyak kebocoran, semakin tinggi tingkat trombosit yang akan terpakai hingga mencapai titik terendah. Jika ini sampai terjadi, akibat berikutnya adalah terjadi pendarahan.

Maka jangan heran bila banyak penderita DBD yang mengalami mimisan, gusi berdarah, atau semacamnya.

Cara pencegahan demam berdarah

Mencegah demam berdarah berarti mencegah gigitan nyamuk dan penularan virus. Hal-hal di bawah ini bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan DBD secara mudah:

  1. Operasi 3M – Mengubur, menimbun, dan menguras bak mandi.
  2. Gunakan losion nyamuk.
  3. Pakai kelambu.
  4. Jagalah kebersihan rumah.
  5. Jangan biarkan pakaian menggantung atau bertumpuk.
  6. Jangan biarkan air menggenang, dll.

Selain cara di atas, Anda perlu melakukan pembasmian nyamuk apabila sudah ada tetangga atau orang di lingkungan sekitar yang terkena penyakit ini. Pasalnya, nyamuk ini bisa terbang sampai 100 meter.

Bila nyamuk tersebut sempat menggigit si penderita DBD, maka risiko tetangganya terkena penyakit sama jauh lebih tinggi.

Anda bisa menghubungi kami untuk mengatasi masalah Aedes Aegypti, si penyebab DBD. Kami akan melakukan metode yang komprehensif untuk membuat mereka pergi dan tak kembali lagi.

Hubungi kami, Fumida. Nomor kami 0822.1177.1166 atau 021.2904.9130. Mari berantas dan hentikan penularan DBD agar tidak banyak memakan korban.

Gambar Siklus Hidup Nyamuk

Siklus Hidup Nyamuk, Fase DBD, Malaria, & Cara Membasmi

Terdapat sekitar 2.700 spesies nyamuk di dunia. Mayoritas spesies memiliki siklus hidup nyamuk yang sama. Namun, ada detail-detail fase yang berbeda seperti pada hewan penyebab demam berdarah, malaria, dll.

Mengenali siklus hidup mereka bisa membuat kita jauh lebih aware terhadap bahayanya. Kemudian, kita pun bisa menentukan bagaimana penanganan yang pasti untuk mencegah perkembangan mereka atau membasminya dengan cepat.

Kali ini, kami akan membahas mengenai daur hidup nyamuk secara umum, kemudian membahas masing-masing fase khusus DBD dan Malaria, dan cara membasminya. Selamat menyimak.

Siklus hidup nyamuk secara umum

Gambar Siklus Hidup Nyamuk

Daur hidup hewan terbang penghisap darah ini merupakan salah satu contoh metamorfosis sempurna. Berikut ini adalah daur hidupnya secara utuh:

Telur – larva (jentik-jentik) – pupa (kepompong) – nyamuk dewasa.

Ulasan di bawah ini akan memperjelas masing-masing fase di atas:

Telur

Yang bertugas mengeluarkan telur adalah si betina. Prosesnya adalah induk betina dan jantan akan bertemu dan kawin. Selanjutnya, induk betina akan keluar untuk menghisap darah. Setelah menghisap darah, induk akan mencari tempat untuk menaruh telur-telurnya di dalam air. Biasanya induk akan mencari genangan air, bisa dari bak mandi, air di tandon, dll.

Dalam satu kali bertelur, induk betina bisa mengeluarkan sebanyak 300 telur. Jumlah ini tergantung pada jumlah darah yang berhasil dia hisap. Semakin banyak darah yang mereka hisap, semakin banyak pula telur yang akan dikeluarkan.

Secara umum, telur ini diletakkan secara bergerombol. Jika lokasinya mendukung (berada dalam air), maka telur bisa menetas dalam 1-2 hari.

Larva atau jentik

Pada fase jentik ini, mereka sudah butuh makanan. Mereka akan memakan mikroorganisme yang ada di air. Jentik-jentik bernafas menggunakan ujung ekornya. Jika suhu dan lingkungannya mendukung, jentik-jentik akan masuk ke fase berikutnya hanya dalam 8-10 hari.

Pupa atau kepompong

Pada fase inilah tumbuh sayap pertama kali. Selain itu, mereka memakai tanduk thorakisnya untuk bernafas.

Apabila lingkungannya mendukung, fase ini hanya membutuhkan 1-2 hari saja untuk bisa menjadi dewasa. Mereka harus berlatih terbang dengan cepat begitu keluar dari kepompong dan akan mulai keluar dari dalam air.

Nyamuk

Ini adalah fase terakhir dari proses siklus hidup nyamuk. Yang menarik, setelah keluar dari pupa dan menjadi dewasa, mereka hanya butuh waktu 1-2 hari untuk dapat bereproduksi (kawin). Kemudian proses daur hidup akan terulang kembali.

Artinya, perkembangan hewan terbang ini bisa jadi sangat cepat jika lingkungannya mendukung. Maka dari itulah harus segera dibasmi.

Namun, pembasmian hewan ini berbeda dengan cara menjebak tikus, di sini Anda perlu melakukannya dengan cepat karena siklus hidupnya sangat cepat. Langsung dibasmi tanpa perlu dijebak lagi.

Catatan: Pada proses di atas, 3 tahapan pertama adalah yang paling krusial. Mereka butuh lingkungan yang sesuai dengan kebutuhan, suhu harus tepat dan air harus selalu ada. Tak hanya itu, mereka juga harus aman dari predator agar bisa bertahan hidup.

Fase daur hidup nyamuk yang dapat menyebabkan DBD adalah

Sebagaimana disebutkan di atas, ada ribuan spesies nyamuk. Sementara yang menyebabkan DBD adalah Aedes aegypti. Apa bedanya fase penyebab DBD dengan siklus hidup mereka pada umumnya?

Yang menjadi pembeda salah satunya adalah fase telur. Di fase ini, induk menempatkan telur di area-area secara terpisah dan acak. Tak hanya itu, sekali bertelur induk juga menghasilkan 100 sampai 200.

Mereka menempatkan telurnya di lokasi-lokasi terpencil di area perumahan atau kampung. Sekali ada genangan atau kelembapan air, sudah cukup. Bisa di dekat air pendingin, air dalam kaleng, saluran air wastafel, dll.

Daur hidup nyamuk malaria

Selain DBD, spesies penyebab malaria, Anopheles, juga menjadi momok tersendiri. Si Anopheles betina juga menaruh telurnya di tempat terpisah (tidak berkumpul). Bedanya dengan DBD adalah, Anopheles menaruk telurnya di lokasi seperti rawa, danau, dll.

Berdasarkan daur hidupnya, bagaimana cara yang tepat untuk membasmi nyamuk?

Pembasmian nyamuk terbaik bisa dilakukan sejak masih dalam wujud telur yakni dengan melakukan 3M. Sering menguras air bak kamar mandi, menimbun kaleng bekas atau benda lain, dan menutup bak mandi atau tampungan air.

Dilanjutkan dengan penggunaan bahan alami seperti menanam lavender, catnip, atau eucalyptus untuk mengusir.

Jika mereka sudah meresahkan, gunakan obat atau fogging. Cara teraman yang bisa dilakukan untuk menghentikan siklus hidup nyamuk di sekitar Anda adalah dengan memanggil jasa pembasmi nyamuk.

Kami, Fumida, siap menjadi partner Anda untuk membasmi nyamuk dan membuat lingkungan Anda bersih dan sehat. Terbebas dari nyamuk yang bikin gatal serta menyebabkan penyakit serius seperti Zika, DBD, Kaki Gajah, Malaria, dll. Jadwalkan pertemuan dengan tim ahli kami dengan WA di nomor 0822.1177.1166.

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu mempercayakan Fumida untuk mengendalikan hama pada bangunan Anda karena kami selalu menjaga kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

    [recaptcha id:1 class:g-recaptcha theme:light]

    Call Now ButtonTelp Sekarang 0822-1123-1123