Hewan Melata: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya

Hewan melata adalah hewan yang bergerak merayap dengan tubuh dekat tanah, umumnya merujuk pada reptil. Kenali ciri-ciri, empat kelompok besarnya, contoh, dan arti kemunculannya di rumah.

Istilah hewan melata muncul di hampir semua buku pelajaran IPA, tapi definisinya sering terasa kabur. Apakah cacing termasuk? Bagaimana dengan siput dan lipan yang juga merayap?

Artikel ini menjelaskan pengertian hewan melata, ciri-cirinya, pembagian jenisnya, dan contoh-contohnya — termasuk hewan melata yang paling sering ditemui di rumah dan apa arti kemunculannya.

Hewan Melata Adalah

Hewan melata adalah hewan yang bergerak dengan cara merayap atau merangkak, dengan tubuh berada sangat dekat atau menempel pada permukaan tanah.

Istilah ini berasal dari kata “melata” yang berarti merayap. Dalam pelajaran sekolah dan percakapan sehari-hari di Indonesia, hewan melata umumnya merujuk pada kelompok reptil (Reptilia) — ular, kadal, cicak, tokek, kura-kura, dan buaya.

Perlu dicatat satu hal supaya tidak keliru: melata bukan istilah klasifikasi ilmiah. Dalam taksonomi, kelompok yang dimaksud adalah kelas Reptilia. Istilah “melata” menggambarkan cara bergeraknya, bukan kekerabatan biologisnya. Karena itu hewan lain yang juga merayap — cacing, siput, lipan — kadang ikut disebut melata dalam bahasa sehari-hari, meski secara ilmiah bukan reptil.

Ciri-Ciri Hewan Melata

Kalau yang dimaksud adalah reptil, ciri-cirinya cukup khas:

  • Berdarah dingin (poikiloterm) — suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan. Inilah sebabnya kadal berjemur di pagi hari dan bersembunyi saat terlalu panas
  • Kulit bersisik dan kering — sisiknya tersusun dari keratin, bahan yang sama dengan kuku manusia. Kulit reptil tidak berlendir; yang berlendir adalah amfibi seperti katak
  • Bernapas dengan paru-paru sejak menetas sampai dewasa, termasuk jenis yang hidup di air seperti penyu dan buaya
  • Umumnya bertelur (ovipar), dengan cangkang lentur seperti kulit. Sebagian jenis ular melahirkan anak dari telur yang menetas di dalam tubuh induk (ovovivipar)
  • Berganti kulit secara berkala — ular melepas kulitnya utuh, kadal dan cicak mengelupas sebagian demi sebagian
  • Bergerak merayap, dengan empat kaki yang menyamping dari badan, atau tanpa kaki sama sekali seperti ular

Jenis-Jenis Hewan Melata

Reptil yang masih hidup saat ini terbagi dalam empat kelompok besar.

1. Squamata — ular dan kadal

Kelompok terbesar, mencakup ular, kadal, cicak, tokek, bunglon, biawak, dan komodo. Cirinya tubuh bersisik yang saling menumpuk dan kemampuan berganti kulit.

2. Testudinata — kura-kura dan penyu

Bercangkang keras yang menyatu dengan rangka tubuh. Kura-kura hidup di darat dan air tawar, penyu di laut.

3. Crocodylia — buaya

Mencakup buaya, aligator, dan caiman. Kelompok reptil dengan struktur jantung paling berkembang dan perilaku mengasuh anak yang tergolong kompleks.

4. Rhynchocephalia — tuatara

Hanya tersisa satu jenis yang hidup di Selandia Baru. Sering disebut fosil hidup karena bentuknya nyaris tidak berubah selama jutaan tahun.

Contoh Hewan Melata

Beberapa contoh yang umum dikenal:

  • Cicak — paling sering ditemui di dinding rumah
  • Tokek — kerabat cicak berukuran lebih besar dengan suara khas
  • Kadal kebun — sering terlihat di halaman dan taman
  • Ular — dari ular sawah, ular kadut, sampai jenis berbisa seperti kobra
  • Biawak — kadal besar yang sering berada dekat saluran air
  • Bunglon — dikenal karena kemampuan mengubah warna kulit
  • Kura-kura dan penyu
  • Buaya
  • Komodo — kadal terbesar di dunia, endemik Indonesia

Peran Hewan Melata di Sekitar Rumah

Ini bagian yang jarang dibahas, padahal cukup penting: sebagian besar hewan melata yang masuk ke area rumah adalah pemangsa hama.

  • Cicak dan tokek memangsa nyamuk, laron, ngengat, dan serangga kecil lain
  • Kadal kebun memakan serangga di taman
  • Ular — banyak jenis yang memangsa tikus

Artinya kehadiran mereka bukan kejadian acak. Hewan melata datang ke tempat yang ada makanannya.

Kenapa Hewan Melata Masuk ke Rumah?

Kalau cicak, tokek, atau ular makin sering terlihat di rumahmu, biasanya ada tiga sebab:

  1. Ada mangsanya. Cicak banyak berarti serangga banyak. Ular yang berulang kali muncul hampir selalu berarti ada populasi tikus di sekitar bangunan
  2. Ada celah masuk. Lubang ventilasi tanpa kawat, celah bawah pintu, saluran pembuangan terbuka, atau retakan dinding
  3. Ada tempat berlindung. Tumpukan kayu, semak rapat menempel dinding, tumpukan barang bekas, dan area lembap yang jarang dibersihkan

Dengan kata lain, hewan melata yang sering muncul lebih tepat dibaca sebagai indikator daripada sebagai masalah utamanya. Kalau ular berulang kali masuk, mengusir ularnya tidak menyelesaikan apa pun selama tikusnya masih ada.

Kalau ular masuk rumah

Jangan didekati, jangan dipukul, dan jangan dicoba ditangkap sendiri — sebagian besar gigitan terjadi justru saat orang mencoba menangani sendiri. Jauhkan anak dan hewan peliharaan, awasi dari jarak aman tanpa membuatnya terpojok, dan hubungi pihak yang berkompeten. Langkah rincinya dibahas di artikel saat ular masuk rumah harus bagaimana.

Cara Mengurangi Kemunculannya

  • Kendalikan sumbernya. Kurangi serangga dan tikus, maka pemangsanya ikut berkurang dengan sendirinya
  • Tutup celah. Pasang kawat pada ventilasi dan saluran, beri penutup bawah pintu, tambal retakan
  • Rapikan halaman. Pangkas semak yang menempel dinding, singkirkan tumpukan kayu dan barang bekas
  • Kurangi lampu terang di teras yang mengundang serangga — karena serangga mengundang cicak, dan cicak mengundang ular
  • Jaga kebersihan area belakang rumah, terutama dekat saluran air

Kalau ular atau biawak berulang kali muncul, biasanya akar masalahnya ada pada populasi tikus di sekitar bangunan. Fumida menangani pengendalian tikus dan serangga yang menjadi sumber rantai makanannya. Konsultasi gratis bisa diminta lewat halaman jasa pest control atau customer service di 0822-7766-7744.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Apa yang dimaksud hewan melata?

Hewan melata adalah hewan yang bergerak dengan merayap atau merangkak dengan tubuh dekat permukaan tanah. Dalam pemakaian sehari-hari di Indonesia, istilah ini umumnya merujuk pada kelompok reptil seperti ular, kadal, cicak, kura-kura, dan buaya.

Apa perbedaan hewan melata dan amfibi?

Reptil berkulit kering dan bersisik serta bernapas dengan paru-paru sejak menetas. Amfibi seperti katak berkulit lembap tanpa sisik dan melewati fase larva bernapas dengan insang di air sebelum menjadi dewasa.

Apakah cacing termasuk hewan melata?

Secara ilmiah tidak. Cacing bukan reptil dan tergolong kelompok yang sepenuhnya berbeda. Dalam bahasa sehari-hari cacing kadang disebut melata karena cara bergeraknya merayap.

Apa saja contoh hewan melata?

Cicak, tokek, kadal, ular, biawak, bunglon, kura-kura, penyu, buaya, dan komodo.

Kenapa cicak banyak di rumah saya?

Karena ada banyak serangga yang menjadi mangsanya. Cicak mendatangi tempat yang menyediakan makanan, terutama area dekat lampu yang mengundang nyamuk dan ngengat.

Kesimpulan

Hewan melata adalah hewan yang bergerak merayap dengan tubuh dekat tanah, dan dalam pemakaian sehari-hari merujuk pada reptil: bersisik, berdarah dingin, bernapas dengan paru-paru, dan umumnya bertelur.

Satu hal praktis yang bisa dibawa pulang: hewan melata di sekitar rumah hampir selalu adalah pemangsa. Kemunculan mereka yang makin sering adalah petunjuk bahwa ada populasi serangga atau tikus yang sedang tumbuh — dan di situlah sebenarnya masalahnya perlu ditangani.

Rate this post
Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Telp Sekarang 0822-7766-7744