Hama Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Pengendaliannya

Hama adalah organisme yang merugikan kepentingan manusia. Ini pengertiannya, bedanya dengan penyakit dan gulma, penggolongannya, dan prinsip pengendalian hama terpadu.

Ditulis oleh: Muhammad Raka Adriansyah, S.Kom — Content & SEO, PT Fumida Pestindo Jaya
Ditinjau oleh: Fauzan Isnanto, Manajer Teknis PT Fumida Pestindo Jaya
Terbit: 26 Oktober 2026  ·  Diperbarui: 2 November 2026
Ringkasan

  • Hama adalah organisme yang merugikan kepentingan manusia — bukan sekadar hewan yang tidak disukai.
  • Ambang pengendalian adalah “jumlah hama atau tingkat kerusakan yang bila terlampaui, tindakan pengendalian perlu dilakukan”.
  • Ambang itu harus berupa angka agar berguna — menindak hanya karena melihat satu ekor hama justru memboroskan biaya dan mempercepat resistensi.
  • Indonesia sudah punya dua ambang resmi: indeks populasi kecoa > 2 dan Angka Bebas Jentik 95%.
  • Halaman ini juga memuat daftar isi ensiklopedia hama Fumida — 15 halaman rujukan bersumber.

Hama adalah organisme yang kehadirannya merugikan kepentingan manusia — merusak tanaman, mengganggu ternak, mencemari bahan pangan, merusak bangunan, atau menularkan penyakit. Kuncinya ada pada kata “merugikan”: tidak ada hewan yang secara alami terlahir sebagai hama.

Tikus di sawah adalah hama. Tikus yang sama di hutan hanyalah bagian rantai makanan. Yang mengubah statusnya bukan hewannya, melainkan tempat ia berada dan apa yang ia rusak.

Beda Hama, Penyakit, dan Gulma

Tiga istilah ini sering tertukar dalam percakapan sehari-hari maupun dokumen pertanian.

IstilahWujudnyaContoh
HamaHewanTikus, rayap, kecoa, wereng, ulat
PenyakitMikroorganisme & gangguan fisiologisJamur, bakteri, virus
GulmaTumbuhan penggangguRumput teki, alang-alang

Perbedaan ini bukan sekadar akademis. Penanganannya berbeda total: hama ditangani dengan insektisida atau rodentisida, penyakit dengan fungisida atau bakterisida, gulma dengan herbisida. Salah mengenali berarti membeli bahan yang tidak akan bekerja.

Penggolongan Hama

Berdasarkan jenis hewannya

  • Serangga — kelompok terbesar: rayap, kecoa, semut, nyamuk, lalat, kutu busuk, wereng
  • Tungau dan laba-laba — tungau debu, tungau tanaman
  • Hewan pengerat — tikus rumah, tikus got, curut
  • Moluska — siput dan bekicot pada tanaman
  • Burung dan mamalia lain — burung pemakan biji, kelelawar, monyet di area pertanian

Berdasarkan tempat menyerangnya

  • Hama permukiman — menyerang bangunan dan penghuninya: rayap, kecoa, tikus, nyamuk, kutu busuk
  • Hama gudang — menyerang komoditas tersimpan: kumbang bubuk, ngengat gudang, tungau
  • Hama tanaman — menyerang di lahan: wereng, ulat grayak, penggerek batang
  • Hama ternak — caplak, lalat kandang

Kenapa Hama Muncul

Hampir semua kasus hama bermuara pada tiga hal yang tersedia sekaligus:

  1. Makanan — remah, sampah terbuka, beras dalam karung, kayu, kertas
  2. Air — kebocoran, genangan, lantai kamar mandi yang selalu basah
  3. Tempat berlindung — celah dinding, tumpukan kardus, gudang yang jarang dibuka

Ini sebabnya pengendalian hama yang hanya membasmi tanpa menghilangkan ketiga hal itu selalu bersifat sementara. Populasi akan pulih selama kondisinya masih mengundang.

Konsep Ambang Pengendalian

Ada gagasan penting dalam ilmu pengendalian hama yang jarang sampai ke masyarakat umum: tidak semua kehadiran hama perlu ditindak.

Dalam pertanian dikenal istilah ambang ekonomi — tingkat populasi di mana kerugian yang ditimbulkan mulai melebihi biaya pengendaliannya. Di bawah ambang itu, tindakan justru merugikan: biayanya lebih besar dari kerusakannya, dan penggunaan pestisida berlebihan mempercepat munculnya resistensi.

Untuk permukiman, ambangnya berbeda karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan. Satu kecoa di dapur sudah cukup jadi alasan bertindak, sementara satu ulat di kebun belum tentu.

Pengendalian Hama Terpadu

Pendekatan yang jadi standar sekarang tidak menempatkan pestisida sebagai langkah pertama, melainkan terakhir:

  • Pencegahan — menutup celah, mengelola sampah, memperbaiki kebocoran
  • Pemantauan — memeriksa berkala untuk menemukan sedini mungkin
  • Cara fisik dan mekanis — perangkap, kasa, penghalang
  • Cara hayati — memanfaatkan musuh alami
  • Cara kimia — dipakai terarah pada titik dan dosis yang tepat, bukan disebar merata

Prinsip ini yang membedakan penanganan terukur dari sekadar menyemprot. Untuk kasus permukiman, penerapannya dibahas di jasa pest control.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan hama?

Hama adalah organisme, umumnya hewan, yang kehadirannya merugikan kepentingan manusia — merusak tanaman, bangunan, bahan pangan, atau menularkan penyakit.

Apa beda hama dan penyakit?

Hama berwujud hewan seperti tikus dan serangga. Penyakit disebabkan mikroorganisme seperti jamur, bakteri, dan virus. Penanganannya berbeda total.

Apakah semua serangga termasuk hama?

Tidak. Sebagian besar serangga tidak merugikan, dan banyak yang justru bermanfaat sebagai penyerbuk atau pemangsa hama lain. Status hama muncul dari kerugian yang ditimbulkan, bukan dari jenis hewannya.

Apa itu pengendalian hama terpadu?

Pendekatan yang menggabungkan pencegahan, pemantauan, cara fisik, cara hayati, dan cara kimia — dengan pestisida sebagai langkah terakhir, bukan pertama.

Kenapa hama selalu kembali setelah dibasmi?

Karena pembasmian menghilangkan populasinya, bukan alasan kedatangannya. Selama makanan, air, dan tempat berlindung masih tersedia, populasi baru akan terbentuk.

Daftar Isi Ensiklopedia Hama

Halaman-halaman di bawah disusun sebagai rujukan: memuat nama ilmiah, angka yang dirujuk ke publikasi penyuluhan universitas atau dokumen resmi, serta daftar referensi di bagian bawahnya. Semuanya ditinjau oleh Manajer Teknis Fumida.

Konsep Dasar

Rayap

Kecoa

Nyamuk

Semut

Lalat

Kutu Kasur

Tawon dan Lebah

Hama Rumah Tangga

    Rayap Menurut Lokasi Serangan

    Tikus dan Hewan Pengerat

    Serangga dan Hewan Lain

    Menemukan angka atau keterangan yang keliru? Kabari lewat 0822-2661-2661. Cara kami menyusun halaman rujukan dijelaskan di Tim Penyusun dan Peninjau.

    Referensi

    1. University of California Agriculture and Natural Resources. Establishing Action Thresholds. UC Statewide IPM Program. ipm.ucanr.edu
    2. Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan Makassar, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. SOP Survei Kepadatan Kecoa, No. OT.02.02/3/1212/2025, 9 April 2025. bbkkmakassar.kemkes.go.id
    3. Trapsilowati, W. Faktor Risiko Demam Berdarah Dengue. Knowledge Management System, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. kms.kemkes.go.id

    Cara Mengutip Halaman Ini

    Salin format di bawah untuk daftar pustaka makalah, modul ajar, atau skripsi.

    Fumida. (2026). Hama Adalah: Pengertian, Jenis, dan Cara Pengendaliannya. PT Fumida Pestindo Jaya. https://fumida.co.id/hama-adalah/ (diakses [tanggal])

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post

    Rate this post
    Share your love

    Newsletter Updates

    Enter your email address below and subscribe to our newsletter

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Telp Sekarang 0822-2661-2661