fbpx
Gambar 1 - Jenis lebah madu

12 Jenis Lebah di Indonesia, Habitat, dan Ciri-Cirinya

Yuk kenali jenis lebah di Indonesia yang berguna buat ekosistem dan yang membahayakan buat manusia agar tahu penanganan yang tepat.

Fakta menunjukkan bahwa di dunia ini terdapat bayak sekali spesies lebah, di antara mereka ada yang tinggal atau berhabitat di Indonesia. Salah satu alasannya adalah iklim Indonesia yang cocok buat mereka tinggal.

Nah, salah satu spesies yang paling dikenal di Indonesia adalah lebah madu yang memang dibudidayakan oleh para peternak. Mereka mendapatkan keuntungan dari madu-madu yang dijual di pasar, baik secara offline maupun online.

Madu-madu ini memiliki segudang manfaat penting, tak heran bila versi aslinya selalu laris di pasaran.

Tapi tahukah Anda bila jenis lebah madu sendiri ada banyak jumlahnya? Bila belum, silakan simak ulasan di bawah ini untuk mengetahuinya secara detail.

Jenis lebah madu

Yang tergolong dalam lebah madu ada di spesies dengan nama latin depan Apis. Tapi tidak semuanya dijumpai di Indonesia. Berikut ini adalah beberapa spesies yang sering ditemui di negara kita:

Jenis lebah madu

Apis mellifera – lebah madu

Inilah salah satu jenis lebah yang sering diternak oleh para peternak. Serangga ini tinggal di cerobong asap, celah yang ada di dinding, atau pohon yang berlubang.

Badannya berbulu dengan ukuran tubuh yang hampir sama dengan tawon. Sebagian besar warnanya hitam. Apis mellifera hidup secara berkoloni dan umumnya koloninya besar dengan jumlah 30.000 ekor.

Apis dorsata – lebah madu raksasa

Ini merupakan hewan yang berasal dari Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Selain di negara kita, serangga ini juga ditemukan di India, Filipina, Nepal, dan Malaysia.

Orang Indonesia, khususnya Jawa lebih sering menyebutnya tawon Gung. Sementara orang Sunda menyebutnya Odeng.

Ini bukan lebah yang bisa dibudidayakan sebab hidup di alam liar dan memiliki bahaya sengatan lebah. Bila ada orang yang menginginkan madunya, biasanya langsung ke hutan untuk mengambilnya.

Apis florea

Selain ditemukan di Indonesia, spesies ini juga ditemukan di India, Iran, dan Oman. Sama dengan Apis dorsata, ini juga liar dan tidak bisa dibudidayakan. Meski begitu, madunya tetap bisa dijumpai di pasaran dengan nama madu lanceng.

Apis cerana – lebah madu Asia

Hewan ini memang memiliki potensi untuk menyengat manusia. Namun, tidak seagresif Apis dorsata. Jadi selain A. mellifera, A. cerana adalah pilihan para peternak yang ingin mendapatkan banyak madu untuk dijual.

Apis koschevnikovi – lebah madu merah

Hewan ini tidak mendiami seluruh wilayah di Indonesia, melainkan hanya di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Sayangnya, kabar terbaru menyebut, hewan ini sudah tidak dijumpai di Pulau Jawa sama sekali.

Apis andenoformis – Black dwarf honey bee

Di Indonesia, lebah madu ini hanya bisa dijumpai di Jawa dan Kalimantan. Sementara itu, negara lain yang jadi habitatnya adalah India, Burma, Laos, Cina bagian tenggara, Malaysia, Vietnam, dan Filipina.

Ini merupakan salah satu jenis serangga yang hidup di daerah tropis dan subtropis.

Apis nuluensis – lokal Kalimantan

Lebah madu yang ada di alam Indonesia khusus di kalimantan yaitu Apis nuluensis. Jenis ini baru ditemukan akhir-akhir ini. Jadi belum banyak informasi yang bisa dibagi.

Apis nigrocincta – lokal Sulawesi

Khusus untuk habitat di Indonesia, Apis nigrocincta saat ini hanya bisa ditemukan di Sulawesi saja. Selain di sini, Anda bisa menjumpainya di kepulauan Mindanao, Filipina.

Jenis lebah di Indonesia lainnya

Selain 8 jenis lebah di atas, ada beberapa spesies lain yang cukup sering ditemukan, di antaranya adalah:

Jenis lebah di Indonesia lainnya

Trigona sp

Hewan ini juga bisa menghasilkan madu. Jumlah madunya memang sedikit tapi bagi peternak hewan ini cukup menghasilkan karena bisa memberikan madu dan propolis. Ciri dari hewan ini adalah ukurannya yang kecil sekitar 3-4 milimeter saja.

Yang paling menyenangkan dari Trigona, sp. ini adalah fakta bahwa mereka tidak memiliki sengat sehingga aman untuk dibudidayakan.

Bombus sp. – lebah bumblebee

Sesuai dengan namanya, ciri dari hewan ini adalah warna kuning cerah berpadu hitam di bagian tubuhnya. Ukurannya cukup besar, gemuk, dan bulunya banyak. Mereka biasanya bersarang di bawah gudang, rongga dinding, lubang yang ada di tanah, dll.

Xylocopa virginica – lebah tukang kayu

Jenis ini bentuknya menyerupai lalat dengan warna kuning di bagian punggung. Spesies versi betina dilengkapi dengan sengat. Sementara versi cowoknya tidak punya. Sesuai dengan namanya, hewan ini suka membuat alur pada kayu untuk bertelur.

Mereka menyengat hanya jika terancam atau terganggu saja. Biasanya hanya muncul pada musim semi sampai pertengahan bulan oktober.

Osmia rufa – lebah penyendiri

Jika biasanya serangga penghasil madu ini suka hidup berkoloni, tidak demikian dengan Osmia rufa. Spesies ini ada yang suka berkerumun ada yang tidak. Kalaupun berkoloni, jumlahnya sangat kecil.

Mereka biasanya bersarang di tanah, semen, dan yang lainnya. Hewan satu ini juga jarang menyengat.

Cara mengusir lebah yang tepat

Terakhir, meski ada yang berbahaya dan tidak, mereka tetaplah hewan yang kadang bikin khawatir dan cemas saat sudah menghuni sebuah gedung atau bangunan.

Cara mengusir lebah yang tepat

Oleh karena itu, bila butuh jasa pembasmi lebah, silakan panggil kami melalui nomor 0822-1123-1123 atau 021-29049130. Tim akan segera menangani semua jenis lebah di Indonesia yang menyerang wilayah Anda sampai tuntas.

Gambar Perbedaan tawon dan lebah

11 Perbedaan Tawon dan Lebah yang Harus Anda Tahu!

Mayoritas orang masih beranggapan bahwa lebah adalah tawon, tawon adalah lebah. Padahal, ada perbedaan tawon dan lebah yang cukup mendasar. Mulai dari morfologi hingga koloni.

Kedua serangga ini memang berada di keluarga yang sama, yakni Hymenoptera. Namun, ada beberapa poin perbedaan yang membuat lebah dan tawon sangat terlihat berbeda. Bahkan, perbedaan itu terlihat sangat jelas jika kita mau mengamatinya.

Apa saja poin perbedaan antara lebah dan tawon?

Berikut ini daftar 11 perbedaan tawon dan lebah: morfologi hingga koloni

Agar mudah dipahami, perbedaan lebah dan tawon akan ditulis berdasarkan poin pembedanya:

1. Sengatan

Jenis lebah dan tawon yang bisa menyengat adalah yang betina. Meski sama, perlakuan keduanya dalam menyengat sangat berbeda.

Lebah hanya bisa menyengat sekali selama hidupnya. Serangga ini tidak bisa menarik alat sengat dari abdomennya dan akan mati setelah menyengat. Tak heran bila lebah hanya akan menyengat jika berada dalam kondisi terdesak.

Berbeda dengan lebah, tawon dapat menyengat beberapa kali selama hidupnya karena mampu menarik alat sengatnya dari abdomen. Sengatan tawon juga sangat berbahaya, bahkan bisa merenggut nyawa.

Saking berbahayanya, tawon harus segera dibasmi begitu mengganggu. Tapi berbeda dengan lalat yang bisa diusir dengan tanaman pengusir lalat, Anda butuh jasa pembasmi tawon untuk menghilangkannya.

2. Agresivitas

Tawon memiliki tingkat agresivitas yang tinggi. Serangga terbang ini sangat mudah marah dan biasanya mengirim sinyal feromon saat ada gangguan, meskipun gangguannya kecil.

Sinyal feromon ini berfungsi untuk memanggil teman-temannya agar ikut menyerang gangguan kecil tersebut. Sedangkan lebah merupakan serangga yang kalem, tenang, dan tidak agresif.

3. Morfologi

Gambar Perbedaan tawon dan lebah

Dari tampilan luarnya sebenarnya kita sudah bisa mengetahui mana lebah dan mana tawon.

Tawon memiliki tubuh ramping dan rambutnya sedikit.

Sedangkan lebah biasanya bertumbuh gendut, lebih bulat, dan cukup banyak bulu atau rambutnya.

4. Makanan

Jika selama ini Anda menganggap tawon dan lebah memiliki makanan yang sama, itu adalah anggapan yang salah. Beberapa jenis tawon memang mencari nektar. Akan tetapi mayoritas tawon justru merupakan hewan predator dan bisa memangsa serangga kecil seperti lalat.

Berbeda dengan hal tersebut, lebah adalah hewan yang tugasnya adalah mencari nektar dan memproduksinya menjadi madu.

5. Manfaatnya buat ekosistem

Kedua serangga ini bermanfaat buat alam dan ekosistem. Lebah bisa menghasilkan madu yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Sedangkan tawon bisa menjaga ekosistem dengan mengurangi jumlah serangga-serangga pengganggu manusia. Jadi, tawon berperan dalam keseimbangan alam.

6. Madu

Perbedaan tawon dan lebah juga bisa dilihat dari madu. Lebah bisa memproduksi madu sedangkan tawon tidak memproduksi madu.

7. Sarang tawon vs sarang lebah

Sarang tawon terbuat dari serbuk kayu dan bentuknya seperti lembaran kertas berwarna abu-abu tua yang melingkar. Sedangkan sarang lebah terbuat dari zat lilin dan membentuk bidang datar. Sarang keduanya hanya sama dalam bentuk heksagonal atau segi enam.

Sarang tawon biasanya ditemukan di bangunan atau langit-langit rumah. Sedang lebah membuat sarang mereka di pepohonan.

8. Jumlah koloni

Jumlah koloni lebah adalah sekitar 75.000 ekor, sedangkan tawon memiliki koloni dengan populasi hanya sekitar 10.000 ekor saja.

9. Penjaga sarang

Yang bertugas membuat dan menjaga sarang tawon adalah Sang Ratu. Sedangkan pada lebah, tugas tersebut dijalankan oleh lebah pekerja.

10. Hibernasi

Tawon bisa berhibernasi saat musim dingin. Mereka membangun sarang saat musim panas datang. Sedangkan lebah tidak berhibernasi layaknya tawon.

11. Jumlah spesies

Meski jumlah populasi dalam satu koloni tawon lebih sedikit ketimbang lebah, tetapi jumlah spesies mereka lebih besar. Hingga saat ini sudah ditemukan sebanyak 70.000 spesies tawon di dunia. Sementara lebah hanya punya 20.000 jenis spesies.

Dari ulasan tentang perbedaan tawon dan lebah di atas, sudah jelas bahwa yang mengganggu dan mengancam nyawa adalah tawon. Sementara lebah justru bisa dimanfaatkan, diternakkan, dan dijadikan ladang bisnis.

Oleh karena itu, jika saat ini Anda merasa terganggu dengan keberadaan tawon maka salah satu caranya adalah dengan membasmi tawon tersebut. Terlebih jika sudah ada koloni tawon yang ditemukan di daerah sekitar Anda.

Anda bisa menghubungi jasa pembasmi tawon untuk bisa mengelola dan mengendalikan jumlah tawon sehingga tidak waswas setiap hari. Silakan hubungi Fumida dan berkonsultasilah dengan ahli biologi terpercaya via WA di nomor 0822.1177.1166 atau telepon ke nomor 021.2904.9130.

8 Cara Membasmi Lebah Yang Bersarang Di Rumah

Bagaimana Cara Membasmi Atau Mengusir Lebah yang ada dalam rumah? Jawaban yang anda butuhkan sebenarnya terbilang sederhana saja. Sebab jika anda sudah membaca artikel kami yang sebelumnya terkait Cara Membasmi Tawon, tentu sekarang ini anda sudah bisa mengambil tindakan. Berhubung anda sudah membuka artikel ini maka tidak ada salahnya jika kami membahas kembali tentang tata cara ataulangkah-langkah yang bisa anda terapkan guna membersihkan lebah yang berkeliaran di rumah anda. Baca sampai selesai!

8 Cara Membasmi Lebah Yang Bersarang Di Rumah

Lebah merupakan salah satu hewan yang sebenarnya memberikan banyak manfaat. Hal ini bisa anda peroleh dari madu yang dihasilkan oleh lebah. Namun bagaimana jika hewan ini bersarang buka pada tempatnya? Tentu masalah ini butuh penanganan khusus bahkan bisa jadi anda harus memanggil layanan jasa supaya lebah-lebah yang ada pada rumah anda bisa dibersihkan. Seperti yang kami rangkum dibawah ini, anda bisa melakukan beberapa tips untuk mengusir lebah. Tentunya dengan langkah sederhana dan bisa diterapkan sendiri.

1. Mencari Letak Sarang

Lebahnya sangat suka bersarang pada area yang terbuat dari kayu khususnya batang kepala. Dan hal ini bisa terjadi diloteng, bawah genteng, lemari, dan lain sebagainya. Untuk melakukan langkah pembersihan, tentu anda harus memastikan terlebih dahulu letak sarang sehingga bisa diambil dan dipindahkan pada tempatnya.

2. Mencari Ratu Lebah

Hal ini mungkin hanya bisa diatasi oleh ahli atau pawang lebah. Sebab anda harus menggunakan pakaian pengaman supaya tidak disengat oleh lebah. Namun jika anda berani melakukan sendiri, biasanya ratu dari lebah mempunyai ukuran yang lebih besar, lebih panjang, dan berbeda dengan anggota koloni yang lain. Ambil ratu lebah dan pindahkan pada tempat yang sudah anda sediakan. Dengan begitu lebah yang lain akan mengikuti ratu tersebut.

3. Melakukan Pengasapan

Meski tidak dianjurkan namun pengasapan merupakan cara sederhana yang bisa dilakukan. Namun sebelumnya anda harus membekali diri dengan baju pengaman dan bahan yang digunakan untuk mengeluarkan asap. Bahan yang bisa anda gunakan ialah sepat atau serabut kelapa yang dibakar. Tujuannya ialah untuk mengusir lebah dari sarang sehingga anda bisa memindahkannya.

4. Membuat Perangkap

Lebah sangat umum memproduksi madu dan biasanya diproleh oleh sari bunga yang ada pada lingkungan sekitar. Tapi untuk jaman sekarang ini sudah sangat sekali mendapat bunga yang segar karena pembangunan rumah begitu pesat. Tentu hal ini juga bisa menjadi celah bagi anda. Untuk memerangkap lebah yang ada, anda bisa membuat cairan gula yang ditaruh dalam toples. Tutup dengan plastik dan pinggirannya di ikat dengan karet. Beri sedikit lubang untuk menjadi tempat masuk lebah dan lebah akan terperangkap didalamnya.

5. Merenovasi Rumah

Meski sudah melakukan pembersihan secara total, ada banyak kemungkinan masih meninggalkan bekas dan menjadikan lebah bisa kembali kerumah anda. Salah satu bentuk perbaikan rumah yang bisa anda lakukan ialah membersihkan tempat bekas sarang lebah dan melakukan cat ulang pada tembok. Hal ini akan menutupi atau bahkan menghilangkan jejak secara optimal. Dengan demikian lebah tidak akan kembali dan mencari tempat lain yang lebih aman.

6. Menyemprotkan Insektisida

Obat ini bisa anda peroleh dengan mudah dan hanya butuh bertanya pada ahlinya. Bahkan obat nyamuk semprot pun bisa anda gunakan untuk membunuh lebah. Yang terpenting dalam penerapan ini ialah pengaman atau pelindung tubuh yang anda gunakan. Bertujuan untuk mencegah sengatan lebah yang mungkin saja anda alami. Insektisida akan membasmi lebah secara keseluruhan dan baik diterapkan ketika malam hari supaya lebah dalam keadaan tidak agresif.

7. Memanggil Pawang Lebah

Jika di daerah anda terdapat ternak lebah, mungkin anda bisa menghubungi pawang atau orang yang memelihara lebah tersebut. Dengan demikian anda bisa meminta tolong dan sekedar konsultasi supaya lebah di rumah anda bisa disingkirkan. Pawang lebah akan lebih paham dan lebih mudah tentang bagaimana cara memindahkan lebah tersebut. Dengan demikian anda tidak harus repot sendiri untuk menindak lanjuti.

8. Menggunakan Jasa

Dijaman yang sudah serba canggih banyak sekali layanan jasa yang bisa anda cari di internet. Dengan menghubungi jasa pembasmi hama, tentu anda tidak perlu khawatir akan tersengat lebah atau hal lain yang berdampak buruk bagi anda. Dan pembasmi hama terpercaya yang bisa anda hubungi ialah FUMIDA yang memang sudah mempunyai pengalaman, mempunyai ijin, lebih profesional dan tentunya tidak akan mengecewakan bagi anda. Untuk layanan hotline anda bisa menghubungi : 021-29049130 atau 0822-1123-1123 yang 24 jam bisa melayani anda dalam berkonsultasi. Hubungi, tanyakan, terapkan dan rumah ada akan bebas dari gangguan lebah.

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu untuk memberikan kepercayaan dalam hal mengendalikan hama di tempat Anda, karena kami tidak akan pernah mengecewakan kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

Call Now ButtonTelp Sekarang 0822-1123-1123