Reptil adalah salah satu kelas hewan bertulang belakang yang paling mudah dikenali — dan sekaligus paling sering salah dikelompokkan. Katak sering dikira reptil padahal amfibi. Buaya sering dikira sekerabat kadal padahal secara evolusi lebih dekat ke burung.
Artikel ini membahas pengertian reptil, ciri-ciri lengkapnya, klasifikasi ilmiahnya, dan daftar contoh hewan reptil — termasuk yang hidup di Indonesia dan yang sering ditemui di sekitar rumah.
Reptil Adalah
Reptil adalah kelas hewan vertebrata berdarah dingin yang tubuhnya ditutupi sisik kering, bernapas dengan paru-paru sejak menetas, dan umumnya berkembang biak dengan bertelur.
Nama kelasnya, Reptilia, berasal dari bahasa Latin repere yang berarti merayap — merujuk pada cara bergeraknya. Dalam bahasa Indonesia sehari-hari, kelompok ini juga disebut hewan melata.
Ciri-Ciri Hewan Reptil
1. Berdarah dingin (poikiloterm)
Reptil tidak dapat mengatur suhu tubuhnya sendiri dari dalam, sehingga suhu tubuhnya mengikuti lingkungan. Inilah sebabnya kadal berjemur di pagi hari untuk menaikkan suhu tubuh, lalu berteduh saat matahari terlalu terik.
Konsekuensinya, reptil butuh energi jauh lebih sedikit dibanding mamalia berukuran sama. Sebagian ular besar bisa bertahan berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan tanpa makan.
2. Kulit bersisik dan kering
Sisik reptil tersusun dari keratin — bahan yang sama dengan kuku dan rambut manusia. Fungsinya mencegah penguapan air dari tubuh, yang membuat reptil mampu hidup jauh dari air.
Ini pembeda penting dari amfibi: kulit reptil kering, kulit amfibi lembap dan berlendir.
3. Berganti kulit (ekdisis)
Karena sisik tidak ikut tumbuh, reptil harus melepaskan lapisan kulit lamanya secara berkala. Ular melepasnya utuh dalam satu lembar, sementara kadal dan cicak mengelupas sebagian demi sebagian.
4. Bernapas dengan paru-paru
Seluruh reptil bernapas dengan paru-paru sepanjang hidupnya, termasuk yang hidup di air seperti penyu dan buaya — keduanya tetap harus naik ke permukaan untuk mengambil udara.
5. Umumnya bertelur
Sebagian besar reptil bertelur (ovipar) dengan cangkang lentur seperti kulit, bukan keras seperti telur ayam. Sebagian jenis ular dan kadal bersifat ovovivipar — telur menetas di dalam tubuh induk sehingga yang keluar sudah berupa anak.
Pembuahannya terjadi di dalam tubuh induk betina, berbeda dari ikan dan amfibi yang umumnya membuahi telur di luar tubuh.
6. Rangka dan gerak
Reptil berkaki umumnya memiliki empat tungkai yang keluar menyamping dari badan, sehingga tubuhnya menggantung rendah dan bergerak berkelok. Ular kehilangan tungkainya sepenuhnya dalam perjalanan evolusi.
Klasifikasi Hewan Reptil
Reptil yang masih hidup saat ini dikelompokkan dalam empat ordo.
Squamata
Ordo terbesar, mencakup lebih dari 10.000 jenis: ular, kadal, cicak, tokek, bunglon, biawak, dan komodo. Ciri utamanya sisik yang saling menumpuk dan rahang yang sangat lentur — pada ular, kelenturan ini memungkinkan menelan mangsa yang lebih besar dari kepalanya.
Testudinata
Kura-kura, penyu, dan labi-labi. Cangkangnya bukan rumah yang terpisah, melainkan bagian dari kerangka yang menyatu dengan tulang rusuk dan tulang belakang. Ordo ini juga tidak bergigi, melainkan berparuh.
Crocodylia
Buaya, aligator, caiman, dan gavial. Kelompok reptil dengan jantung empat ruang bersekat sempurna dan perilaku mengasuh anak yang paling berkembang — induk buaya menjaga sarang dan membawa anaknya di mulut menuju air.
Rhynchocephalia
Hanya tersisa tuatara di Selandia Baru. Sering disebut fosil hidup karena bentuk tubuhnya nyaris tidak berubah selama ratusan juta tahun.
Contoh Hewan Reptil
Berikut contoh reptil dikelompokkan berdasarkan ordonya.
Contoh reptil dari ordo Squamata
- Cicak
- Tokek
- Kadal kebun
- Bunglon
- Biawak
- Komodo
- Ular sawah, ular kobra, ular piton, ular hijau
- Iguana
Contoh reptil dari ordo Testudinata
- Kura-kura darat
- Kura-kura air tawar
- Penyu hijau, penyu sisik, penyu belimbing
- Labi-labi
Contoh reptil dari ordo Crocodylia
- Buaya muara
- Buaya sinyulong
- Aligator
- Caiman
Hewan Reptil Khas Indonesia
Indonesia termasuk negara dengan keanekaragaman reptil tertinggi di dunia. Beberapa yang menonjol:
- Komodo — kadal terbesar di dunia, hanya ditemukan di Pulau Komodo, Rinca, dan sekitarnya
- Buaya muara — reptil terbesar yang masih hidup, tersebar di perairan payau Indonesia
- Penyu belimbing — penyu terbesar di dunia, bertelur di sejumlah pantai Indonesia
- Biawak — tersebar luas, sering ditemui dekat saluran air dan area rawa
- Ular piton retikulatus — salah satu ular terpanjang di dunia
Reptil yang Sering Ditemui di Sekitar Rumah
Dari ribuan jenis reptil, hanya sedikit yang rutin bersinggungan dengan rumah tinggal — dan hampir semuanya pemangsa.
- Cicak — memangsa nyamuk, laron, dan ngengat, terutama di sekitar lampu
- Tokek — memakan serangga berukuran lebih besar, termasuk kecoa
- Kadal kebun — berburu serangga di halaman
- Ular — banyak jenis yang memangsa tikus
- Biawak — pemakan bangkai dan hewan kecil, sering muncul dekat saluran pembuangan
Karena itu bertambahnya reptil di sekitar rumah biasanya bukan kejadian acak. Mereka datang mengikuti mangsanya. Cicak yang makin banyak menandakan populasi serangga sedang naik; ular yang berulang kali muncul hampir selalu menandakan ada tikus di sekitar bangunan.
Kalau reptil mulai sering muncul di rumah, yang perlu ditangani adalah rantai makanannya — bukan reptilnya. Fumida menangani pengendalian serangga dan tikus yang menjadi sumbernya, dengan konsultasi gratis lewat halaman jasa pest control atau customer service di 0822-7766-7744.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apa yang dimaksud hewan reptil?
Reptil adalah kelas hewan vertebrata berdarah dingin yang tubuhnya ditutupi sisik kering dari keratin, bernapas dengan paru-paru sejak menetas, dan umumnya berkembang biak dengan bertelur.
Hewan reptil apa saja?
Cicak, tokek, kadal, bunglon, biawak, komodo, iguana, berbagai jenis ular, kura-kura, penyu, labi-labi, buaya, aligator, dan tuatara.
Apa perbedaan reptil dan amfibi?
Reptil berkulit kering dan bersisik, bernapas dengan paru-paru sejak menetas, dan bertelur di darat. Amfibi berkulit lembap tanpa sisik, melewati fase larva yang bernapas dengan insang di air, dan telurnya diletakkan di air tanpa cangkang.
Apakah buaya termasuk reptil?
Ya, buaya termasuk reptil dari ordo Crocodylia. Buaya adalah reptil dengan jantung empat ruang bersekat sempurna dan perilaku mengasuh anak yang paling berkembang di antara reptil.
Kenapa reptil disebut hewan berdarah dingin?
Karena reptil tidak dapat mengatur suhu tubuhnya dari dalam, sehingga suhu tubuhnya mengikuti suhu lingkungan. Istilah ilmiahnya poikiloterm.
Apa reptil terbesar di dunia?
Buaya muara, yang juga banyak ditemukan di perairan Indonesia. Untuk kelompok kadal, yang terbesar adalah komodo — hewan endemik Indonesia.
Kesimpulan
Reptil adalah vertebrata berdarah dingin bersisik kering yang bernapas dengan paru-paru dan umumnya bertelur, terbagi dalam empat ordo: Squamata, Testudinata, Crocodylia, dan Rhynchocephalia.
Cara tercepat membedakannya dari amfibi cukup satu hal: sentuh kulitnya secara visual — kering dan bersisik berarti reptil, lembap dan licin berarti amfibi.







