Sebagian besar kecoa yang dibahas di internet adalah hama yang harus dibasmi. Tapi ada dua jenis kecoa yang justru sengaja dipelihara orang: kecoa madagaskar dan kecoa dubia. Keduanya dijual di toko reptil, dipakai sebagai pakan hidup, bahkan dipelihara sebagai hewan peliharaan. Artikel ini menjelaskan bedanya dengan kecoa rumah, kenapa keduanya tidak jadi hama, dan apa yang perlu diperhatikan kalau Anda memeliharanya.
Kecoa Madagaskar (Gromphadorhina portentosa)
Kecoa madagaskar berasal dari hutan Pulau Madagaskar dan jadi terkenal karena satu hal: bisa mendesis. Suara desisnya dihasilkan dengan menyemburkan udara lewat lubang pernapasan (spirakel) di sisi tubuh — bukan lewat mulut, dan bukan dengan menggesek sayap seperti jangkrik. Ini membuatnya jadi satu-satunya serangga yang bersuara dengan cara seperti itu.
Ciri-cirinya
- Panjang 5–7,5 cm saat dewasa — termasuk kecoa terbesar di dunia
- Tubuh cokelat mengkilap, gemuk, dan bersegmen jelas
- Tidak punya sayap sama sekali, jantan maupun betina — jadi tidak bisa terbang
- Jantan punya dua tonjolan seperti tanduk di bagian kepala, betina tidak
- Umur 2–5 tahun, jauh lebih panjang dari kecoa rumah
- Melahirkan anak hidup (ovovivipar), bukan menaruh kapsul telur di luar tubuh
Kecoa Dubia (Blaptica dubia)
Kecoa dubia berasal dari Amerika Selatan dan jauh lebih sering ditemui di Indonesia dibanding kecoa madagaskar, karena ini adalah pakan hidup paling populer untuk reptil, burung, dan ikan predator.
Ciri-cirinya
- Panjang 4–4,5 cm, lebih kecil dari kecoa madagaskar
- Warna cokelat gelap dengan pola bercak terang di punggung
- Jantan punya sayap penuh tapi hampir tidak bisa terbang — paling hanya melayang turun
- Betina bersayap sangat pendek dan sama sekali tidak bisa terbang
- Umur sekitar 1–2 tahun
- Kandungan protein tinggi, sekitar 20–23%, dengan rasio kalsium-fosfor lebih baik dibanding jangkrik
Kenapa Keduanya Tidak Jadi Hama di Rumah
Ini pertanyaan yang paling sering muncul, dan jawabannya bukan sekadar “karena dipelihara”. Ada alasan biologis yang jelas.
| Faktor | Kecoa madagaskar & dubia | Kecoa rumah (Jerman/Amerika) |
|---|---|---|
| Kemampuan memanjat kaca | Tidak bisa memanjat permukaan licin | Bisa memanjat hampir semua permukaan |
| Kemampuan terbang | Tidak bisa / hampir tidak bisa | Bisa terbang atau meluncur |
| Kebutuhan suhu | Butuh hangat dan stabil, mati di suhu dingin | Bertahan di berbagai suhu |
| Kecepatan berkembang biak | Lambat, 1–3 bulan per siklus | Sangat cepat, satu kapsul berisi 30–40 telur |
| Perilaku | Lambat, tidak panik, tidak mencari celah | Aktif mencari celah dan sumber makanan |
Karena tidak bisa memanjat dinding wadah yang licin dan tidak bisa terbang, keduanya praktis tidak bisa lolos dari kandang. Kalaupun lolos, kondisi rumah biasa di Indonesia umumnya tidak cukup stabil untuk membuat mereka membentuk koloni liar.
Kalau Memelihara: Hal yang Perlu Diperhatikan
- Wadah berdinding licin dan tinggi. Boks plastik halus setinggi minimal 30 cm sudah cukup. Tidak perlu tutup rapat, justru butuh ventilasi.
- Suhu 25–32°C. Di bawah 20°C mereka berhenti berkembang biak dan lama-lama mati.
- Jangan terlalu lembap. Kelembapan berlebih memicu tungau dan jamur di dalam kandang.
- Beri pakan bersih. Wortel, apel, labu, dan pelet ayam. Hindari sisa makanan berminyak dan berbumbu.
- Cuci tangan setelah memegang. Kecoa jenis apa pun bisa membawa bakteri di permukaan tubuhnya, tergantung kebersihan kandang.
- Waspadai alergi. Serpihan kulit ganti (eksoskeleton) kecoa adalah alergen pernapasan yang cukup umum. Kalau memelihara dalam jumlah besar, pastikan ruangannya berventilasi baik.
Salah Kaprah yang Sering Terjadi
“Kecoa madagaskar bisa menggigit.” Tidak. Alat mulutnya untuk mengunyah bahan tanaman yang sudah lunak dan tidak cukup kuat menembus kulit manusia.
“Kalau lolos, bisa jadi hama seperti kecoa rumah.” Sangat kecil kemungkinannya, karena keduanya tidak bisa memanjat permukaan licin dan berkembang biak jauh lebih lambat.
“Kecoa dubia bisa terbang ke mana-mana.” Jantannya bersayap, tapi otot terbangnya lemah. Yang terjadi paling-paling melayang turun dari ketinggian, bukan terbang mengitari ruangan.
Kalau yang Muncul Justru Kecoa Rumah
Kalau kecoa yang Anda temui di dapur atau kamar mandi bisa memanjat dinding, bergerak cepat saat lampu dinyalakan, dan berwarna cokelat kemerahan dengan sayap penuh — itu bukan dubia atau madagaskar, melainkan kecoa amerika atau kecoa jerman. Dua jenis inilah yang benar-benar hama dan berkembang biak sangat cepat.
Perbedaan paling praktis di lapangan: kecoa hama akan lari dan bersembunyi ke celah begitu terkena cahaya, sementara kecoa peliharaan cenderung diam atau bergerak lambat. Kalau populasinya sudah terlihat di beberapa titik, biasanya sarangnya ada di tempat yang tidak terlihat — di balik kulkas, dalam saluran air, atau celah kabinet. Jasa pembasmi kecoa menangani ini dengan mencari titik sarangnya lebih dulu, bukan menyemprot kecoa yang terlihat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa bedanya kecoa madagaskar dan kecoa dubia?
Kecoa madagaskar lebih besar (5–7,5 cm), sama sekali tidak bersayap, bisa mendesis, dan berumur 2–5 tahun. Kecoa dubia lebih kecil (sekitar 4 cm), jantannya bersayap tapi hampir tidak bisa terbang, dan umumnya dipakai sebagai pakan reptil.
Apakah kecoa madagaskar berbahaya?
Tidak. Kecoa madagaskar tidak menggigit dan tidak beracun. Risiko yang ada hanya alergi pernapasan dari serpihan kulit gantinya, sama seperti serangga peliharaan lain.
Apakah kecoa dubia bisa jadi hama kalau lepas?
Sangat kecil kemungkinannya. Kecoa dubia tidak bisa memanjat permukaan licin, betinanya tidak bisa terbang, dan siklus berkembang biaknya jauh lebih lambat dibanding kecoa rumah.
Kenapa kecoa madagaskar bisa mendesis?
Ia menyemburkan udara melalui spirakel, yaitu lubang pernapasan di sisi tubuhnya. Ini berbeda dari serangga lain yang bersuara dengan menggesekkan bagian tubuh.
Berapa suhu ideal memelihara kecoa dubia?
Sekitar 25–32 derajat Celsius. Di bawah 20 derajat mereka berhenti berkembang biak.

Foto kecoa madagaskar: Wikimedia Commons, domain publik.







