Coro dan Kecoa Itu Sama atau Beda? Ini Penjelasannya

Coro adalah sebutan bahasa Jawa untuk kecoa — hewan yang sama persis. Ini penjelasan asal istilahnya, kenapa terasa berbeda, dan jenis kecoa yang sebenarnya perlu dibedakan.

Ada yang menyebutnya coro, ada yang menyebutnya kecoa, ada juga yang menyebutnya lipas. Muncul pertanyaan wajar: apakah ketiganya hewan yang berbeda?

Jawabannya singkat: coro dan kecoa adalah hewan yang sama persis. Yang berbeda hanya bahasanya.

Coro Itu Bahasa Apa?

“Coro” adalah sebutan dalam bahasa Jawa untuk kecoa. Kata ini dipakai luas di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta, dan sudah begitu melekat sampai banyak orang memakainya bahkan saat berbicara dalam bahasa Indonesia.

Dalam bahasa Indonesia baku, hewan ini disebut kecoa atau kecoak — keduanya benar dan tercatat dalam kamus. Sementara lipas adalah sebutan yang umum dipakai di wilayah Melayu dan Sumatra.

Jadi bila diurutkan:

  • Kecoa / kecoak — bahasa Indonesia
  • Coro — bahasa Jawa
  • Lipas — bahasa Melayu, umum di Sumatra
  • Cockroach — bahasa Inggris

Semuanya merujuk pada serangga yang sama: kelompok serangga bertubuh pipih, bersungut panjang, aktif malam hari, dari ordo Blattodea.

Kenapa Satu Hewan Punya Banyak Nama?

Karena kecoa termasuk serangga yang paling sering bersinggungan dengan kehidupan manusia di seluruh Nusantara. Hewan yang setiap hari ditemui pasti punya sebutan sendiri di tiap bahasa daerah — sama halnya dengan tikus, nyamuk, dan semut.

Semakin umum sebuah hewan, semakin banyak namanya.

Lalu Kenapa Terasa Beda?

Kebingungan ini biasanya berasal dari dua hal.

1. Ukuran dan jenisnya memang berbeda-beda

Orang sering menyangka “coro” adalah kecoa besar cokelat kemerahan yang terbang di kamar mandi, sedangkan “kecoa” adalah yang kecil di dapur. Padahal keduanya tetap kecoa — hanya jenis yang berbeda.

Yang besar dan sering terlihat di kamar mandi umumnya kecoa Amerika, sedangkan yang kecil dan berkeliaran di sela kabinet dapur umumnya kecoa Jerman. Perbandingan lengkap jenis-jenisnya ada di artikel jenis-jenis kecoa di Indonesia.

2. Kecoa muda bentuknya berbeda dari yang dewasa

Kecoa kecil tanpa sayap yang sering dikira “jenis lain” sebenarnya adalah nimfa — kecoa muda yang belum dewasa. Dan kecoa yang tampak putih pucat adalah kecoa yang baru berganti kulit, bukan spesies langka.

Pembahasannya ada di artikel siklus hidup kecoa dan kecoa albino.

Yang Lebih Penting daripada Namanya

Terlepas dari mau disebut coro, kecoa, atau lipas, risikonya sama:

  • Memindahkan bakteri dari saluran pembuangan ke permukaan dapur dan peralatan makan
  • Memicu alergi dan asma lewat serpihan kulit dan kotorannya, terutama pada anak-anak
  • Mencemari makanan dan meninggalkan bau apak yang khas
  • Merusak buku dan dokumen, karena lem dan pati pada kertas termasuk makanannya

Kenapa Coro Muncul di Rumah

Tiga sebab yang hampir selalu ditemukan:

  1. Ada sumber air. Kecoa bisa bertahan berminggu-minggu tanpa makan, tapi hanya sekitar seminggu tanpa air. Keran bocor dan area lembap adalah daya tarik nomor satu
  2. Ada sumber makanan tersembunyi — remah di sela kompor, minyak mengering di belakang rak, lem pada kardus
  3. Ada jalur masuk — lubang pipa pembuangan, celah bawah pintu, atau menumpang di kardus dan perabot bekas yang dibawa masuk

Kalau kecoa sampai terlihat di siang hari, itu tanda populasinya sudah padat — karena kecoa adalah hewan nokturnal yang biasanya menghindari terang.

Cara Mengatasinya

  1. Perbaiki kebocoran dan keringkan wastafel sebelum tidur
  2. Simpan makanan dalam wadah tertutup, termasuk makanan hewan peliharaan
  3. Bersihkan sela kompor, bawah kulkas, dan belakang rak dapur
  4. Tutup lubang pipa dan retakan dinding
  5. Buang tumpukan kardus — tempat bertelur favorit kecoa
  6. Gunakan umpan gel, bukan hanya semprotan, karena umpan terbawa sampai ke sarang

Kalau kecoa terus muncul kembali setiap beberapa minggu, biasanya kapsul telurnya masih tertinggal di celah yang belum terjangkau. Fumida menangani pengendalian kecoa dengan pendekatan yang menyasar sarang dan siklus telurnya, lewat konsultasi gratis di halaman jasa pembasmi kecoa atau customer service 0822-7766-7744.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Coro dan kecoa apakah sama?

Sama. Coro adalah sebutan bahasa Jawa untuk kecoa. Keduanya merujuk pada serangga yang sama dari ordo Blattodea.

Coro bahasa daerah mana?

Bahasa Jawa, dipakai luas di Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Yogyakarta.

Apa bedanya kecoa dan lipas?

Tidak ada bedanya. Lipas adalah sebutan dalam bahasa Melayu yang umum dipakai di Sumatra untuk hewan yang sama.

Kenapa ada kecoa besar dan kecoa kecil?

Karena jenisnya berbeda, dan karena kecoa muda berukuran lebih kecil. Kecoa besar cokelat kemerahan umumnya kecoa Amerika, yang kecil di dapur umumnya kecoa Jerman, sedangkan kecoa kecil tanpa sayap adalah nimfa atau kecoa yang belum dewasa.

Mana penulisan yang benar, kecoa atau kecoak?

Keduanya benar dan sama-sama tercatat dalam kamus bahasa Indonesia.

Kesimpulan

Coro, kecoa, kecoak, dan lipas adalah hewan yang sama — perbedaannya hanya pada bahasa yang dipakai. Yang benar-benar berbeda adalah jenisnya: kecoa Amerika yang besar di kamar mandi, dan kecoa Jerman yang kecil di dapur.

Dan perbedaan jenis itu yang sebenarnya penting, karena keduanya bersarang di tempat berbeda dan butuh penanganan yang tidak sama.

Rate this post
Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Telp Sekarang 0822-7766-7744