Hewan mamalia adalah hewan bertulang belakang yang menyusui anaknya. Itu ciri yang memberi namanya — dari kata Latin mamma, yang berarti kelenjar susu. Manusia, tikus, kucing, kelelawar, sapi, dan paus semuanya termasuk kelompok ini.
Ciri-Ciri Hewan Mamalia
- Menyusui anaknya dengan kelenjar susu — ciri yang tidak dimiliki kelompok hewan lain
- Berambut atau berbulu, setidaknya pada suatu tahap hidupnya
- Berdarah panas (homoioterm) — suhu tubuh dijaga tetap
- Bernapas dengan paru-paru, termasuk yang hidup di air seperti paus dan lumba-lumba
- Jantung beruang empat dengan peredaran darah ganda
- Umumnya melahirkan, meski ada pengecualian yang bertelur
- Punya daun telinga dan tiga tulang pendengaran di telinga tengah
- Gigi bervariasi bentuknya — seri, taring, geraham — sesuai jenis makanannya
Tiga Kelompok Berdasarkan Cara Berkembang Biak
| Kelompok | Cara berkembang biak | Contoh |
|---|---|---|
| Monotremata | Bertelur, tetap menyusui anaknya | Platipus, ekidna |
| Marsupialia | Melahirkan anak yang sangat belum sempurna, dibesarkan dalam kantung | Kanguru, kuskus, kanguru pohon Papua |
| Placentalia | Melahirkan anak yang sudah relatif sempurna, berkembang lewat plasenta | Tikus, kucing, kelelawar, manusia |
Mamalia yang Jadi Hama di Rumah
Tikus dan curut
Ini hama mamalia paling merugikan di permukiman. Dua sifat mamalia membuatnya sulit ditangani:
Berdarah panas berarti tikus harus makan hampir setiap hari untuk menjaga suhu tubuh — tidak bisa berpuasa lama seperti reptil. Itu sebabnya tikus terus mencari makanan dan tidak berhenti meski lingkungannya diganggu.
Gigi seri yang tumbuh terus memaksanya menggerogoti sepanjang hidup. Kalau tidak diasah, giginya akan tumbuh melewati batas dan membuatnya tidak bisa makan. Inilah alasan tikus menggigit kabel, pipa, dan kayu — bukan karena lapar, tapi karena harus mengasah gigi.
Konsekuensinya untuk rumah: kerusakan kabel listrik oleh tikus bukan kebetulan, melainkan kebutuhan biologis yang akan terus berulang selama tikus ada. Penanganannya dibahas di jasa pembasmi tikus.
Kelelawar
Mamalia satu-satunya yang benar-benar bisa terbang. Sering bersarang di plafon dan celah atap. Tidak merusak struktur, tapi kotorannya menumpuk, berbau menyengat, dan bisa memicu gangguan pernapasan.
Musang dan tupai
Di beberapa daerah masuk ke atap rumah, menggerogoti kabel dan merusak buah di kebun.
Kenapa Penanganan Hama Mamalia Berbeda
Berbeda dari serangga, hama mamalia tidak ditangani dengan penyemprotan. Pendekatannya:
- Menutup akses — tikus rumah bisa masuk lewat lubang selebar 1,5 cm. Penutupnya harus bahan yang tidak bisa digigit: wol baja, semen, atau logam.
- Menghilangkan sumber makanan — simpan semua bahan pangan dalam wadah kedap, kelola sampah.
- Menghilangkan tempat bersarang — tumpukan kardus dan kain lama di gudang.
- Perangkap yang ditempatkan dengan benar — di sepanjang dinding, tegak lurus jalur jalannya.
Mamalia juga jauh lebih cerdas dan cepat belajar dibanding serangga. Tikus punya sifat neofobia — menghindari benda baru — sehingga perangkap yang baru dipasang sering diabaikan beberapa hari sebelum didekati.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa ciri utama hewan mamalia?
Menyusui anaknya dengan kelenjar susu. Ciri lainnya berambut, berdarah panas, bernapas dengan paru-paru, dan berjantung empat ruang.
Apakah semua mamalia melahirkan?
Tidak. Platipus dan ekidna termasuk mamalia tetapi bertelur, meski tetap menyusui anaknya.
Mamalia apa yang bisa terbang?
Kelelawar, satu-satunya mamalia yang benar-benar bisa terbang, bukan sekadar melayang.
Kenapa tikus menggigit kabel?
Karena gigi serinya tumbuh terus sepanjang hidup dan harus diasah. Kalau tidak, giginya tumbuh melewati batas dan membuatnya tidak bisa makan.
Kenapa hama mamalia tidak ditangani dengan semprotan?
Karena mamalia jauh lebih besar, lebih cerdas, dan bisa menghindar. Penanganannya mengandalkan penutupan akses, pengelolaan makanan, dan perangkap yang ditempatkan tepat.







