Fumida Peringati Hari Hama Sedunia dengan Edukasi Pentingnya Pengendalian Hama Profesional

Ditulis oleh: Muhammad Raka Adriansyah, S.Kom — Content & SEO, PT Fumida Pestindo Jaya
Ditinjau oleh: Fauzan Isnanto, Manajer Teknis PT Fumida Pestindo Jaya
Terbit: 6 Juni 2026  ·  Diperbarui: 6 November 2026
Ringkasan

  • Hari Hama Sedunia diperingati setiap 6 Juni, dan intinya sederhana: pengendalian hama diperlakukan sebagai urusan kesehatan dan bangunan, bukan sekadar kerapian rumah.
  • Pada sisi kesehatan, yang terdokumentasi antara lain penularan zoonosis yang berkaitan dengan mamalia kecil di permukiman, dan peringatan Kemenkes soal leptospirosis pada musim hujan dan banjir.
  • Pada nyamuk, pengendalian demam berdarah diukur dengan indikator lingkungan: angka bebas jentik dan indeks kontainer — keduanya tentang wadah berair, bukan jumlah nyamuknya.
  • Pada sisi bangunan, kerusakan rayap terukur: koloni berisi sekitar 60.000 rayap diperkirakan menghabiskan satu kaki kayu 2×4 dalam sekitar lima bulan, dan kerusakan serius umumnya terbentuk dalam 3–8 tahun tanpa terlihat.
  • Itu sebabnya pekerjaannya diatur: pengendalian hama pada bangunan memakai pestisida terdaftar sesuai label, oleh pelaksana yang berkompeten.
  • Halaman ini tidak memberi penilaian atau penanganan medis; pertanyaan kesehatan adalah ranah tenaga kesehatan.

Setiap tanggal 6 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Hama Sedunia atau World Pest Day. Peringatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran tentang dampak hama terhadap kesehatan, kenyamanan, kebersihan, hingga keamanan bangunan.

Di Indonesia, keberadaan hama masih sering dianggap sebagai masalah kecil yang bisa ditangani sendiri. Padahal, beberapa jenis hama seperti rayap, tikus, kecoa, nyamuk, semut, lalat, hingga kutu busuk dapat menimbulkan risiko yang lebih besar jika tidak dikendalikan dengan tepat. Melalui peringatan Hari Hama Sedunia, Fumida mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap pentingnya pengendalian hama profesional sebagai langkah perlindungan rumah, kantor, tempat usaha, dan berbagai jenis bangunan lainnya.

Hari Hama Sedunia sebagai Pengingat Pentingnya Lingkungan Bebas Hama

Hari Hama Sedunia bukan hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa hama memiliki peran besar dalam menimbulkan berbagai masalah di lingkungan manusia. Hama dapat mengganggu kenyamanan, merusak aset, mencemari makanan, bahkan menjadi perantara penyebaran penyakit.

Misalnya, tikus dapat merusak kabel, plafon, hingga mencemari area penyimpanan makanan. Kecoa sering berpindah dari tempat kotor ke area dapur atau ruang makan. Nyamuk dapat berkembang biak di genangan air dan mengganggu kesehatan penghuni rumah. Sementara itu, rayap dikenal sebagai hama perusak senyap karena dapat menyerang kayu, kitchen set, kusen, plafon, lantai parket, hingga dokumen penting tanpa terlihat dari luar.

Masalah hama sering kali baru disadari ketika kondisinya sudah parah. Inilah yang membuat edukasi mengenai pencegahan dan pengendalian hama menjadi sangat penting.

Rumah Bersih Belum Tentu Aman dari Hama

Banyak orang beranggapan bahwa rumah yang bersih pasti bebas dari hama. Kenyataannya, hama tetap bisa muncul meskipun rumah terlihat rapi dan terawat. Beberapa hama masuk melalui celah kecil, saluran air, area lembap, tumpukan barang, atau berasal dari lingkungan sekitar.

Rayap, misalnya, dapat berasal dari bawah tanah dan menyerang material berbahan kayu secara perlahan. Dalam banyak kasus, pemilik rumah baru menyadari keberadaan rayap setelah furniture mulai keropos, kitchen set rusak, atau muncul jalur tanah pada dinding. Begitu juga dengan tikus yang sering bersembunyi di plafon, gudang, dapur, atau area belakang rumah.

Karena itu, menjaga kebersihan saja tidak selalu cukup. Diperlukan pemeriksaan berkala dan metode pengendalian yang sesuai dengan jenis hama serta kondisi bangunan.

Pentingnya Pengendalian Hama Profesional

Pengendalian hama tidak bisa dilakukan secara asal. Setiap jenis hama memiliki karakter, pola hidup, jalur pergerakan, dan area persembunyian yang berbeda. Jika penanganannya tidak tepat, hama bisa muncul kembali atau bahkan berpindah ke area lain.

Penggunaan obat semprot biasa mungkin hanya memberikan efek sementara pada hama yang terlihat. Namun, sumber masalahnya belum tentu terselesaikan. Misalnya pada kasus rayap, membasmi rayap yang terlihat di permukaan tidak selalu berarti koloninya sudah hilang. Rayap bisa memiliki jalur tersembunyi dan sumber koloni yang berada di bawah tanah.

Di sinilah peran pest control profesional menjadi penting. Pengendalian hama yang dilakukan oleh tenaga berpengalaman dapat membantu mengidentifikasi sumber masalah, menentukan metode treatment yang tepat, serta memberikan perlindungan yang lebih menyeluruh terhadap area yang berisiko.

Fumida Hadir sebagai Solusi Pengendalian Hama Terpercaya

hari hama dunia

Sebagai penyedia jasa pest control profesional, Fumida hadir untuk membantu masyarakat menangani berbagai masalah hama dengan metode yang tepat, terukur, dan sesuai kebutuhan bangunan. Fumida melayani pengendalian hama untuk rumah tinggal, kantor, restoran, gudang, sekolah, tempat usaha, hingga bangunan komersial lainnya.

Untuk masalah rayap, Fumida menggunakan metode seperti drill inject dan spraying pada area-area yang rawan serangan. Metode ini dilakukan untuk membantu memberikan perlindungan pada bagian pondasi, lantai, dinding, serta area furniture kayu yang berpotensi menjadi target rayap.

Selain rayap, Fumida juga menangani berbagai jenis hama lainnya seperti tikus, kecoa, semut, nyamuk, lalat, kutu busuk, dan hama umum lain yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dengan dukungan teknisi berpengalaman, Fumida berkomitmen memberikan layanan yang tidak hanya fokus pada pembasmian, tetapi juga pada pencegahan dan perlindungan jangka panjang.

Edukasi Masyarakat untuk Lebih Cepat Mengenali Tanda-Tanda Hama

Melalui momentum Hari Hama Sedunia, Fumida juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda awal keberadaan hama di sekitar bangunan. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan antara lain munculnya jalur tanah rayap di dinding, kayu terdengar kopong, serbuk halus di sekitar furniture, kotoran tikus, bau tidak sedap, kecoa yang sering muncul, atau nyamuk yang terlalu banyak di area tertentu.

Semakin cepat tanda-tanda tersebut dikenali, semakin cepat pula tindakan pencegahan dapat dilakukan. Penanganan sejak awal dapat membantu mengurangi risiko kerusakan dan mencegah penyebaran hama ke area lain.

Saatnya Lindungi Rumah dan Bangunan dari Ancaman Hama

Hari Hama Sedunia menjadi pengingat bahwa hama bukan hanya gangguan kecil yang bisa diabaikan. Hama dapat berdampak pada kesehatan, kenyamanan, kebersihan, hingga nilai aset bangunan. Karena itu, pengendalian hama sebaiknya dilakukan secara tepat dan profesional.

Fumida mengajak masyarakat untuk tidak menunggu sampai kerusakan terjadi. Melakukan pemeriksaan dan pencegahan sejak dini adalah langkah yang lebih bijak untuk menjaga rumah, kantor, maupun tempat usaha tetap aman dan nyaman.

Jika Anda mulai menemukan tanda-tanda hama di rumah atau bangunan, segera lakukan konsultasi dengan tenaga profesional. Bersama Fumida, wujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan terlindungi dari gangguan hama.

Hubungi Fumida sekarang untuk konsultasi dan jadwalkan survey area rumah atau bangunan Anda.

Rate this post

Referensi

  1. Ibrahim, I. N. (2001). Peran Mamalia Kecil dalam Penularan beberapa Zoonosis di Pedesaan di Daerah Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah. Warta Litbang Kesehatan, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/repositori/id/eprint/973/
  2. Riyanto, A. (2024). Waspadai Musim Hujan dan Banjir, Leptospirosis Diam-Diam Mematikan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Ayo Sehat. https://ayosehat.kemkes.go.id/waspadai-musim-hujan-dan-banjir-leptospirosis-diam-diam-mematikan
  3. Widjajanti, W. dkk. (2020). Angka bebas jentik dan indeks kontainer sebagai indikator pengendalian demam berdarah dengue. Buletin Penelitian Kesehatan, 48(2), 83–90.
  4. Mikaelyan, A. & Hayes, M. (2025). Subterranean Termites. NC State Extension Publications.
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit, Lampiran I Bab III bagian F.1.a. https://jdih.kemkes.go.id/storage/documents/pdfs/2019permenkes007.pdf
  6. PT Fumida Pestindo Jaya. Jasa Anti Rayap. https://fumida.co.id/jasa-anti-rayap/

Halaman Terkait

Rate this post
Share your love

Newsletter Updates

Enter your email address below and subscribe to our newsletter

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Telp Sekarang 0822-2661-2661