Segera basmi! Jangan tunggu sampai curut menyebarkan penyakit kutu tikus yang sangat berbahaya buat kesehatan hewan dan manusia. Penyakit ini disinyalir bisa menyerang kelenjar getah bening, bahkan menyebar ke otak. Meski jumlah kasus dan kemungkinannya sangat kecil.
Karena bahaya, Anda perlu melakukan langkah pencegahan dan pembasmian bila rumah dipakai sebagai sarang tikus.
Penyakit kutu tikus disebut pes atau sampar
Pes atau sampar adalah sejenis penyakit yang diakibatkan oleh bakteri Yersinia pestis. Bakteri ini terletak di kerongkongan kutu dan bisa menular melalui gigitan, baik ke manusia maupun hewan.
Tak hanya pada tikus, kutu ini juga ditemukan di beberapa hewan seperti unta, kelinci, kucing, rusa, anjing, tupai, dan domba. Hewan-hewan ini bisa menjadi perantara penularan penyakit pes.
3 Jenis penyakit pes
Ada tiga jenis utama penyakit ini, di antaranya adalah:
- Menyerang kelenjar getah bening (Bubonic plague). Biasanya penyakit ini menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening dan menyebar ke bagian lain dalam tubuh, termasuk selaput otak.
- Menyerang paru-paru (Pneumonic plague), adalah sejenis pes yang menyerang paru-paru. Penyakit ini bila tidak segera ditangani akan menyebabkan masalah serius sampai mengancam nyawa seseorang.
- Menyerang darah (Septicemia plague). Dalam beberapa kasus penyakit yang disebabkan oleh tikus, penyakit ini bisa berdampak pada pendarahan di hidung, anus, dan mulut.
Cara penularan penyakit sampar
Ada beberapa cara penularan penyakit sampar, di antaranya dari kutu langsung atau dari inang yang pernah digigit oleh kutu. Berikut penjelasannya:
Penularan melalui gigitan kutu
Ketika kutu menggigit kulit dan menghisap darah inangnya, bakteri yang berada di kerongkongan kutu ini akan keluar dan memasuki kulit si inang.
Dari sini, bakteri akan mulai menyerang tubuh inang. Contoh bagian yang diserang adalah kelenjar getah bening, yang kemudian bisa menyebabkan infeksi atau peradangan. Kalau sudah demikian, penyakit ini bisa menyebar secara langsung ke seluruh anggota tubuh.
Naasnya, gejala penyakit ini tidak langsung dapat dilihat. Butuh sekitar 7 hari atau rata-rata 3 hari untuk melihat munculnya gejala.
Penyakit akibat kencing tikus dan cairan lainnya
Sudah disebutkan di atas bahwa penyakit kutu tikus ini bisa ditularkan melalui cairan dari tubuh si inang. Maka dari itu, jika Anda terkena cairan tikus seperti kencing, air liur, atau cairan lainnya. Segera bersihkan dan jangan ditunda lagi.
Cara menghindari dan mengatasi pes
Anda bisa menghindari penyakit ini dengan langkah mudah di bawah ini:
- Mencuci tangan secara teratur.
- Menjaga kebersihan rumah.
- Berhati-hati dengan hewan yang sakit atau mati.
- Menjaga jarak dengan penderita (manusia dan hewan).
- Basmi dan jauhkan tikus dari rumah
- Hindari kutu.
Yang tertulis di atas adalah langkah untuk menghindari penyakit sampar. Lantas, bagaimana cara mengatasinya bila Anda sudah kena gigit atau tertular?
Periksa ke dokter dan dapatkan obat digigit tikus
Jika hal tersebut terjadi, segera periksakan diri ke dokter. Dapatkan obat digigit tikus untuk menghindari penularan lebih lanjut.
Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini di antaranya adalah demam, sakit kepala, menggigil, nyeri otot, dll. Tergantung bagian mana yang sudah diserang.
Pakai jasa pembasmi tikus
Anda akan sangat membutuhkan penyedia jasa pengusir tikus jika sudah mengalami ancaman berupa gigitan atau jumlah tikus di rumah sangat banyak. Selalu jaga kebersihan rumah, usahakan tidak menumpuk kardus di dalam rumah, dan buang sampah segera.
Ingat, terlalu banyak tikus juga berbahaya karena tikus termasuk salah satu makanan favorit ular. Dengan membasmi tikus, anda juga telah mencegah kesempatan ular untuk masuk rumah Anda.
Hal tersebut merupakan penanganan sederhana, penanganan inti dan konkret akan dilakukan oleh tim yang berkompeten di bidangnya. Sehingga ancaman penyakit kutu tikus tak lagi meneror Anda sekeluarga.
Anda mungkin bisa menggunakan pestisida pengusir tikus, tapi akan jauh lebih aman jika orang yang sudah berpengalamanlah yang menggunakannya. Sebab bahan pestisida memiliki kandungan bahan kimia beracun. Salah pemakaian bisa membawa akibat yang fatal.
Kami, Fumida, tim pest control tikus terbaik berani memberikan jaminan untuk layanan yang diberikan. Silakan hubungi kami di nomor 0822.1146.1146 atau 021.2904.9130.
Perbandingan Gigitan Kutu Tikus dan Serangga Lain
| Ciri | Kutu tikus | Kutu kasur | Nyamuk |
|---|---|---|---|
| Pola gigitan | Berkelompok tidak beraturan | Berderet lurus | Tersebar acak |
| Lokasi tersering | Kaki, pergelangan, betis | Area terbuka saat tidur | Mana saja yang terbuka |
| Waktu | Kapan saja | Malam saat tidur | Sore dan malam, sebagian siang |
| Bentol | Kecil, sangat gatal | Bentol dengan titik tengah | Bentol lebih besar, cepat kempis |
| Petunjuk pendukung | Ada tanda tikus di rumah | Bercak gelap di jahitan kasur | Nyamuk terlihat atau terdengar |
| Risiko penularan | Ada, lewat penyakit bawaan tikus | Umumnya tidak menularkan penyakit | Ada, tergantung jenis nyamuk |
Kalau ada bentol berkelompok di kaki dan ditemukan tanda tikus di rumah, kemungkinan besar sumbernya kutu tikus – dan tikusnya yang perlu ditangani lebih dulu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apakah kutu tikus bisa menggigit manusia?
Bisa. Kalau tikus inangnya mati atau pergi, kutunya mencari inang lain – termasuk manusia dan hewan peliharaan.
Penyakit apa yang bisa ditularkan kutu tikus?
Kutu tikus dikenal sebagai perantara beberapa penyakit, di antaranya tifus murin dan pes. Karena itu keberadaan tikus di dalam rumah sebaiknya tidak dibiarkan lama.
Seperti apa gigitan kutu tikus?
Berupa bentol kecil kemerahan yang gatal, sering muncul berkelompok di area kaki dan pergelangan. Bisa mirip gigitan serangga lain, jadi perlu dilihat bersama tanda keberadaan tikus.
Apakah kutu tikus hilang setelah tikusnya dibasmi?
Tidak otomatis. Kutu yang tertinggal tetap mencari inang, jadi penanganan tikus sebaiknya diikuti pembersihan area sarang dan jalur lintasannya.







