Identifikasi serta Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma pada Ubi Kayu

Identifikasi serta Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma pada Ubi Kayu

Hama, penyakit, dan gulma adalah masalah yang kerap kali harus dihadapi oleh para petani ubi kayu. Serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan menurunnya kualitas hasil panen dan mempengaruhi jumlah produktivitas tanaman. Beberapa gulma juga berperang sebagai inang patogen dan hama. Berikut identifikasi hama pada ubi kayu beserta penyakit, gulma, dan cara pengendaliannya.

Hama, Penyakit, dan Gulma yang Mengancam Tanaman Ubi Kayu

1. Hama Tungau Merah

Identifikasi serta Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma pada Ubi Kayu

Sebagaimana penjelasan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, sebagian besar hama yang menyerang ubi kayu berupa serangga, kecuali tungau merah ini. Serangan hama ini dapat mengakibatkan menurunnya hasil tanaman ubi kayu, sehingga keberadaannya sangat meresahkan para petani. Gejala yang dialami adalah munculnya bercak kuning di sepanjang tulang daun.
Bercak ini kemudian akan menyebar ke seluruh permukaan daun, lalu daun akan berubah kemerahan hingga berwarna kecoklatan. Efek dari serangan yang parah adalah kerontokan seluruh daun dan ubi kayu yang dihasilkan berukuran kecil, sehingga sangat mempengaruhi kuantitas hasil panen.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama pada ubi kayu ini adalah menanam varietas tahan seperti Adira-4, menyemprotkan air berkali-kali agar tungau larut dan tercuci bersama air. Anda juga bisa menanam ubi kayu seawal mungkin pada musim hujan, pengendalian secara biologi dengan memanfaatkan musuh-musuh alami, dan pengendalian secara kimiawi.

2. Penyakit Bercak Daun Coklat

Penyakit tanaman disebabkan oleh patogen yang berukuran mikroskopis, seperti bakteri, jamur, mikroplasma, dan virus tanaman. Sifat dari penyakit ini adalah menular. Melansir dari sidolitkaji.litbang.pertanian.go.id, terdapat banyak gejala serangan patogen pada ubi kayu, seperti retakan pada batang, perubahan atau kerusakan daun, dan perubahan warna umbi.
Salah satu penyakit penting yang dapat diderita oleh ubi kayu adalah bercak daun coklat. Gejala awal dari penyakit ini adalah adanya bercak putih hingga coklat muda di bagian atas permukaan daun. Bercak ini kemudian berkembang menjadi coklat yang menandakan matinya jaringan daun. Biasanya, penyakit ini menyerang daun tua karena lebih rentan terhadap penyakit.
Untuk menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan seperti Malang-1, UJ-5, Malang-6, dan Adhira-4 sebagaimana hama pada ubi kayu. Kemudian, mengatur jarak tanaman agar tidak terlalu lembab jika jaraknya berdekatan. Selain itu, dapat pula menyemprotkan fungisida jika memang diperlukan.

3. Gulma Eleusine Indica (L.) Gaertn

Gulma adalah tumbuhan kompetitor yang ikut mendapatkan hara, sinar matahari, dan ruang tumbuh. Tumbuhan ini sangat tidak dikehendaki oleh para petani karena dapat merugikan ubi kayu. Gangguan gulma dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi umbi. Bahkan, pada tiga bulan pertumbuhan awal dapat menurunkan produksi ubi kayu hingga 75%.
Salah satu gulma yang sering muncul ini disebut dengan rumput Belulang dengan akar serabut yang kuat. Tingginya dapat mencapai 80 cm dan berkembang biak dengan sangat cepat. Diperkirakan tanaman gulma ini dapat menghasilkan 50 ribu hingga 135 ribu biji tiap musim di Indonesia, sehingga menjadi ancaman baru selain hama pada ubi kayu dan penyakit.
Cara pengendalian gulma ini adalah dengan menyemprotkan herbisida pra tanam keturunan urea seminggu sebelum menanam ubi kayu. Pengendalian dengan cara mekanis dapat dilakukan dengan penyiangan sebelum gulma ini membentuk biji. Namun, cara ini sedikit sulit karena gulma ini tumbuh dengan cepat dan perakarannya kuat.

Ulasan tentang hama, penyakit, dan gulma pada ubi kayu ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk mengetahui apa saja ancaman tanaman ubi kayu dan bagaimana cara menanganinya. FUMIDA selaku jasa pembasmi hama juga selalu siap sedia untuk memberantas hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Yuk Kenali 4 Jenis Hama Bawang Merah dan Cara Penanggulangannya

Yuk Kenali 4 Jenis Hama Bawang Merah dan Cara Penanggulangannya

Bawang merah adalah jenis tanaman yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Tanaman yang diperkirakan berasal dari Iran ini telah menjelma menjadi bumbu yang harus selalu ada di dalam masakan Indonesia. Namun, pertumbuhan bawang merah ini juga kerap kali diganggu oleh munculnya hama. Berikut beberapa hama bawang merah dan cara pembasmiannya.

Jenis Hama pada Bawang Merah dan Cara Penanganannya

1. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel)

Ular tanah hampir selalu menjadi bagian dari para hama yang menyerang tanaman, tak terkecuali bawang merah. Ular yang berwarna coklat kehitaman ini biasanya menyerang dengan memotong leher tanaman yang masih berusia 2 sampai 3 minggu. Tanaman yang terserang oleh hama ini pada akhirnya akan layu dan mati. Ulat tanah biasanya menyerang pada sore hingga pukul 7 malam.
Cara yang dapat dilakukan untuk membasmi hama ini adalah membersihkan lahan dari tanaman lama dengan cara dibakar atau bisa juga menggunakan musuh alami, seperti Botrytis sp. Penggunaan insektisida tabur yang berbahan karbofuron dan dicampur dengan pupuk juga dapat dilakukan jika diperlukan.

2. Ulat Daun (Spodoptera exigua)

Yuk Kenali 4 Jenis Hama Bawang Merah dan Cara Penanggulangannya

Hama bawang merah ini menyerang daun dengan gejala timbulnya bercak putih pada daun. Bercak putih ini disebabkan oleh larva yang menggerek bagian dalam dan menyisakan lapisan epidermis. Daun juga terlihat menerawang ditembus cahaya yang menandakan bagian dalam daun telah habis dimangsa hama ini. Untuk serangan parah, daun akan mengering dan menyerang umbinya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah melakukan sanitasi lahan, mengatur jarak antar tanaman, dan mengumpulkan larva ulat daun kemudian dibakar. Jika diperlukan, dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif tunggal Chlorfenapyr dan Flufenoxuron.

3. Lalat Penggorok Daun (Liriomyza chinensis Kato)

Lalat penggorok daun juga menjadi hama bawang merah yangmenyerang tanaman holtikultura, seperti sawi dan bayam. Lalat ini akan menusukkan telur pada daun tanaman bawang merah dengan ciri bintik-bintik putih. Lambat laun, bintik-bintik ini akan menjadi garis lurus dan mengering. Jika serangannya parah, seluruh helai daun akan berwarna coklat, mengering, kemudian membusuk.
Dua sendok makan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid yang dilarutkan di dalam 2 liter air dapat menjadi alternatif cara pembasmian hama ini. Insektisida lain yang dapat digunakan adalah berbahan aktif abamectin dengan 2 sendok teh dan 17 liter air. Untuk membunuh larvanya, bisa menggunakan 1 sendok teh abamectin dan 17 liter air.

4. Thrips

Hama ini merupakan salah satu jenis hama yang dapat berkembang biak tanpa proses perkawinan dan biasanya akan bertelur saat cuaca panas, sehingga perlu berhati-hati ketika memasuki musim kemarau. Gejala serangan hama bawang merah ini adalah muncul strip keperakan pada bagian daun tanaman. Hal ini disebabkan oleh cairan yang dihisap oleh hama ini.
Kondisi daun yang demikian jika dibiarkan lama-kelamaan akan membuat daun menjadi kering dan layu berguguran, kemudian mati. Hama ini biasanya berada di bagian daun muda, bunga, atau pucuk. Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menangani hama ini adalah tindakan preventif atau pencegahan. Bisa dengan memilih bibit yang unggul dan pengendalian gulma.
Beberapa hama pada tanaman bawang merah di atas perlu untuk diwaspadai keberadaanya. Pasalnya, serangga hama yang dibiarkan akan membuat tanaman bawang merah menjadi layu dan mati, sehingga akan menurunkan jumlah produktivitas dan kualitas panen. Untuk mengatasi hama tersebut, anda bisa menggunakan jasa FUMIDA yang sudah berpengalaman dalam membasmi hama.

Pengendalian Kutu Bisul

Pahami Gejala Dan Pengendalian Kutu Bisul Pucuk Mangga

Kutu bisul pucuk mangga menimbulkan beberapa dampak merugikan, bahkan bisa membuat para pebisnis buah mangga menjadi gagal panen. Sebab hasil buah yang diserang kutu bisul ini bisa mengurangi kualitas serta membuat hasil buah menjadi berkurang daripada biasanya. Untuk lengkapnya, simak gejala dan penyebab dari kutu bisul yang menyerang bagian pucuk pohon mangga.

Gejala Yang Ditimbulkan Kutu Bisul Terhadap Pohon Mangga

Kutu bisul mengalami penyebaran yang lebih tinggi ketika memasuki musim semi. Dimana sang betina meletakkan telur dengan arah membujur yang berwarna coklat kehitaman. Peletakkan telur tersebut ditaruh pada bagian pelepah ataupun bilah daun pohon mangga yang berada di bagian bawah.

Kisaran 200 hari setelah meletakkan telurnya, nimfa kemudian menetas dan bergerak merangkak hingga ke kuncup terdekat. Tusukan dari kutu bisul pucuk mangga memberikan injeksi bahan kimia yang masuk ke dalam jaringan tanaman saat mereka memakan pucuk mangga.

Dampak dari tusukan itu yakni berupa bisul keras yang berbentuk kerucut dengan warna hijau tua. Adanya bisul ini tentu saja merugikan karena bisa mencegah bunga mengalami pertumbuhan dan juga pembentukan buah yang kurang tepat hingga menyebabkan buah mangga tidak bisa dikonsumsi.

Kerugian yang ditimbulkan bergantung pada jumlah telur yang telah diletakkan oleh kutu bisul. Apabila telur memiliki jumlah yang banyak, maka efek yang terjadi juga berpotensi tinggi untuk pembungaan pohon mangga yang tidak bisa berkembang. Sebaliknya jika telur yang diletakkan dalam jumlah yang sedikit, bunga pohon mangga masih bisa tumbuh tetapi rawan mengalami kerusakan.

Cara Mengendalikan Keberadaan Kutu Bisul

Sebagai upaya pengendalian berkembang biaknya kutu bisul pucuk mangga yang semakin merajalela, anda bisa memulainya dengan pemberian abu industri yang kaya akan silikat. Pada ranting dan juga pucuk yang telah terinfeksi harus dipotong dengan kisaran 15 hingga 30 centimeter dari lokasi gejala dari hama kutu bisul. Hal tersebut dilakukan guna untuk mengurangi jumlah bisul.

Selain itu anda juga bisa melakukan pengendalian kimiawi dengan memberikan perlakuan pada kulit pohon dengan pasta dimetoat untuk bisa mengurangi kutu yang bergerak keatas dan juga ke bawah area pohon mangga. Di langkah pengendalian kimiawi ini, dianggap menjadi cara ampuh agar kutu bisa pergi dengan cepat.

Lakukan Pencegahan Sedini Mungkin

Lakukan pencegahan lebih dini juga bisa anda lakukan untuk mengurangi potensi pohon mangga dihinggapi kutu bisul pucuk mangga. Yang harus diterapkan yakni anda harus menjaga kebersihan kebun melalui penyemprotan insektisida organik secara berkala dan juga menggunakan dosis yang tepat dan sesuai.

Melakukan penggemburan tanah bisa mengurangi perkembang biakan kutu bisul. Dimana serangga dewasa yang baru saja muncul akan jatuh dari bisul pohon ke tanah. Setelah itu, mereka akan memanjat kembali pohon mangga untuk dapat kawin, bertelur, dan melakukan perkembang biakannya dengan mudah apabila anda mencegahnya.

Memantau kebun secara teratur juga bisa digunakan sebagai cara mendeteksi serangan kutu agar tidak semakin menyebar. Selain itu pengaturan penggunaan pupuk agar tidak berlebih juga wajib dilakukan untuk anda yang ingin memiliki pohon mangga terbebas dari kutu bisul yang menggerogoti.

Cara terakhir dalam langkah pencegahan kutu bisul yaitu dengan menyiram cukup air secara teratur apabila sudah masuk musim kemarau. Cara ini dilakukan guna untuk menghindari tumbuhan menjadi stres karena kekeringan. Sebab apabila kekeringan, tidak menutup potensi kutu bisul akan semakin cepat berkembang biak pada area pohon mangga.

Itulah ulasan singkat seputar gejala dan juga cara pengendalian kutu bisul yang berpotensi menyerang pohon mangga. Jika perkembangan hama ini sudah tak bisa dikendalikan, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama rumah dan hama tanaman yang bisa membantu permasalah terkait hama yang ada di pohon mangga.

Hama Pohon Mangga

Kenali 5 Macam Hama Pohon Mangga Untuk Antisipasi Kualitas Buah Memburuk

Memiliki aroma dan rasa yang khas, tentu membuat siapa saja tertarik untuk menyantap buah mangga. Bahkan banyak dari mereka yang sengaja menanam pohon mangga untuk dinikmati kelezatannya. Namun apa jadinya jika kualitas buah memburuk karena hama pohon mangga yang mengganggu? Sebagai pencegahan, simak ulasan seputar hama yang kerap anda temui di pohon mangga.

Hama Mengganggu Yang Mengancam Pertumbuhan Buah Mangga

1.Ulat Penggerek Pucuk Mangga

Hama pertama yang wajib anda ketahui yakni ulat perusak pucuk batang daun mangga yang masih muda. Selain itu, ulat ini juga menggesek tunas menuju ke arah bawah hingga dahan menjadi rusak. Ulah dari hama ini bisa berdampak pada layunya bunga atau daun, lalu membuat lajur transportasi unsur hara menjadi berhenti kemudian akan mati.

Karena dampak yang diberikan cukup merugikan, ada baiknya untuk anda memahami cara pengendalian ulat penggerek pucuk mangga. Diantaranya seperti membakar tunas yang telah terinfeksi, mematikan pupa atau telur ulat yang berada di pohon, dan juga bisa menggunakan semprotan insektisida untuk membasmi hama pohon mangga tersebut.

2. Thrips

Berikutnya ada hama thrips atau scirtothrips dorsalis yang biasa juga disebut sebagai thrips bergaris. Sebutan ini dilontarkan pada thrips karena pada bagian perutnya yang terdapat adanya garis merah yang bisa terlihat dengan jelas. Selain menyerang daun muda pada pohon mangga, hama thrips juga menyerang bunga melalui cara menusuk serta menghisap cairan dari epidermis daun dan buah.

Tempat tusukan yang dihasilkan thrips ini bisa menjadi sumber penyakit pada tumbuhan. Sebab daunnya terlihat seperti terbakar, menjadi warna coklat serta mengeriting. Jika anda mengetuk bunga dengan tangan lalu menaruh kertas putih dibawahnya, anda akan melihat banyak thrips yang berjatuhan di kertas tersebut.

3. Seed Borer

Seed borer atau ulat yang menyerang buah mangga memiliki panjang kisaran 1 hingga 2 milimeter dengan bagian tubuhnya berwarna hijau sedikit keungu unguan. Hama pohon mangga ini menyerang buah mangga yang masih muda hingga buah mangga yang sudah agak tua dan siap matang.

Tanda apabila buah mangga terserang seed borer yaitu adanya kotor bekas gerekan, karena hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengahnya. Kotoran yang diberikan tidak semata mata hanya mengoroti penampilan buah mangga, tetapi juga bisa menyebabkan buah menjadi pecah dan membusuk.

4. Kepik Mangga

Sama halnya dengan seed borer, kepik mangga yang memiliki tubuh berwarna hijau ini juga menyerang buah mangga sebagai makanan favoritnya. Namun bedanya, kepik mangga menyerang buah dengan cara masuk ke dalamnya hingga buah tidak bisa untuk dikonsumsi oleh manusia.

Diketahui bahwa untuk mengendalikan keberadaan kepik mangga, yaitu bisa menggunakan predator semut merah yang bisa menyebabkan kepik tidak bertelur. Jika kepik tidak bertelur, maka dia tidak bisa melakukan perkembang biakannya lagi pada sekitaran pohon mangga yang berada di pekarangan rumah anda.

5. Bubuk Buah Mangga

Membaca namanya mungkin anda mengira bahwa ini bubuk untuk buah mangga. Tapi nyatanya bubuk buah mangga merupakan nama hama yang mengganggu buah dengan bertelur di permukaan kulit mangga yang sudah setengah masak. Lama bertelur dari hama pohon mangga yang satu ini bisa sampai kisaran 5 minggu dengan jumlah kira kira 12 hingga 16 butir.

Cara tepat untuk mencegah keberadaan hama bubuk buah yakni memberantasnya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pada buah yang telah diserang hama bubuk buah mangga lalu berjatuhan di tanah, sebaiknya dikumpulkan lalu dibakar. Dengan begitu anda bisa mengurangi potensi keberadaan hama pengganggu tersebut.

Itulah beberapa jenis hama yang kerap kali ditemukan keberadaannya pada pohon mangga. Apabila saat ini pohon mangga anda diselimuti dengan kumpulan hama merugikan, anda bisa menggunakan jasa FUMIDA. Yaitu jasa pembasmi hama yang bisa membantu menyelesaikan permasalah berbagai macam hama.

Daun Aglaonema Jadi Menguning

Daun Aglaonema Jadi Menguning, Apa Saja Penyebabnya?

Merawat tanaman hingga memiliki warna warni yang cantik akan banyak disukai oleh banyak orang. Belum lagi manfaat merawat tanaman bisa menjadi cara alternatif untuk bisa mengalihkan pikiran sejenak. Lantas apa jadinya jika tanaman kesayangan berubah warna menjadi kuning seperti yang sering terjadi pada daun aglaonema. Simak penyebab aglaonema menguning sebagai cara pencegahan.

Penyebab Daun Aglaonema Berubah Warna Menjadi Kuning

1.Kelembaban Tanah Yang Kurang Tepat

Kondisi tanah yang terlalu lembab ternyata bisa berpengaruh kurang baik pada kondisi tanaman aglaonema. Meskipun tanaman hias menyukai kelembaban, namun hindari kondisi tanaman yang mendapatkan air yang berlebih. Sebaiknya anda menyirami tanaman hias ini pada kisaran 2 hingga 3 inci pada bagian atas tanah yang sudah kering, dan saat kondisi lingkungan dingin, kurangilah intensitas penyiraman.

Pada saat anda melakukan penyiraman, pastikan juga sudah menyediakan air yang cukup agar cairan megnalir dari lubang drainase di dsar pot lalu masuk ke dalam cawan. Apabila dirasa air sudah berlebih, disarankan untuk kamu membuang sisa air yang berlebih tersebut dalam upaya mengurangi kelembapan.

2. Pencahayaan Yang Berlebih

Salah satu penyebab aglaonema menguning yang jarang diketahui yaitu pencahayaan yang berlebih. Agar aglaonema tidak berubah warna, anda bisa menaruhnya dengan tidak bersinggungan langsung dari papasan sinar matahari yang terik. Taruhlah tanaman berada di bawah atap yang bisa melindunginya dari matahari langsung.

Meskipun aglonema butuh asupan pencahayaan, namun lebih baik untuk menempatkannya pada area yang cukup teduh. Sebab jika aglonema terpapar langsung dengan sinar matahari, lambat laun anda akan membuat permukaan daunnya menjadi kering dan gosong. Tentu kondisi ini sangat tidak diharapkan.

3. Suhu Tanaman

Suhu sekitar tanaman bisa memberikan pengaruh baik dan juga pengaruh buruk pada tanaman. Oleh karena itu ada baiknya anda meletakkannya tanaman aglaonema berada di dalam ruangan atau indoor. Ditambahkan pula untuk anda bisa memastikan tanaman berada di suhu ruangan yang tepat.

Sebaiknya untuk menghindari tanaman dari paparan pendingin ruangan seperti kipas angin atau beberapa alat yang membuat tanaman terlalu kedinginan, sebab suhu tanaman yang buruk bisa menjadi penyebab aglaonema menguning dan tentunya tidak indah dipandang. Bahkan jika terjadi terus menerus tidak menutup kemungkinan tanaman juga akan mati.

4. Adanya Serangan Hama

Kehadiran hama yang merugikan bisa menjadi permasalahan bagi para pecinta tanaman hias terutama aglonema. pasalnya aglonema merupakan tumbuhan yang rentan terserang gangguan hama. Baik yang terlihat oleh mata, ataupun hama yang tidak terlihat karena memiliki ukuran yang teramat kecil.

Adapun serangga yang bisa ditemukan pada aglaonema yakni tungau. Dimana tungau bisa mempengaruhi kelembaban tanaman menjadi tidak seimbang lagi. Dampak yang diberikan yaitu kondisi daun bisa mengering dan tentunya daun aglaonema yang berwarna hijau cantik bisa berubah menjadi warna kuning.

Tidak hanya terjadi pada aglonema yang diletakkan di outdoor, tetapi aglaonema yang berada di indoor juga tidak akan terlepas dari gangguan hama yang menjadi penyebab aglaonema menguning. Salah satu hama yang bersemayam pada aglonema yang diletakkan diluar ruangan yaitu hama kutu putih.

Apabila anda menemui hama kutu putih berada di sekitaran aglaonema, sebaiknya jangan membiarkan hama itu terus berada dekat dengan aglaonema. Karena kutu putih bisa melakukan perkembang biakan secara cepat lalu bisa juga berpotensi untuk masuk pada celah celah tanaman.

Mungkin pengendalian dari faktor cuaca, kelembaban dan suhu bisa anda lakukan dengan mudah. Tetapi untuk penyebab rusaknya aglaonema yang diakibatkan dari hama bisa membuat kewalahan untuk menanggulanginya. Menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama bisa anda lakukan dalam upaya pencegahan berbagai macam hama tanaman yang menyerang tanaman hias.

Hama Tanaman Bayam

Mengenal 5 Hama Tanaman Bayam Pemicu Gagal Panen

Bayam menjadi salah satu komoditas sayur yang banyak dikonsumsi masyarakat. Siapa sangka jika banyak hama tanaman bayam yang bisa menyebabkan gagal panen. Bayam dengan karakter daunnya yang lunak menjadi sasaran empuk hama. Lantas apa saja hewan pengganggu yang menyebabkan petani bayam gagal panen? Simak informasi selengkapnya sebagai berikut.

Hama Penyebab Petani Bayam Gagal Panen

1. Ulat Daun

Ulat daun menjadi penyebab utama daun bayam rusak. Serangannya cukup ganas karena bisa menyebabkan tanaman bayam tersisa tulang daunnya saja. Pengendalian yang bisa dipilih sebenarnya sangat beragam. Apabila pengendalian secara mekanik sudah tidak mempan, anda bisa gunakan insektisida. Penggunaannya juga harus sesuai dengan ketentuan.

Tahukah anda perbedaan serangan ulat dan belalang? Walaupun keduanya sama sama memakan daun, anda bisa melihat perbedaan gejalanya. Ulat daun bisa memakan daun mulai dari tengah sedangkan bekas gigitan belalang selalu dari bagian tepi daun. Perbedaan ini bisa menjadi tanda agar ada bisa tahu hama apa yang sedang menyerang tanaman anda.

2. Hymenia recurvalis

Hama tanaman bayam yang kedua adalah Hymenia recurvalis. Hama ini lebih dikenal dengan nama ulat penggulung daun. Sesuai dengan namanya, ulat yang stau ini membuat daun tanaman bayam menggulung dan berlubang. Ulat penggulung daun menggunakan semacam jaringan tipis sehingga daun membentuk sebuah gulungan.

Bagaimana ciri ciri ulat yang satu ini? Ulat penggulung daun pada tanaman bayam memiliki warna tubuh hijau muda. Meskipun begitu bukan berarti semua ulat dengan warna hijau cerah adalah jenis ulat penggulung daun. Agar lebih pasti anda bisa melihat kondisi daun tanaman bayamnya terlebih dahulu apakah ada yang menggulung atau tidak.

3. Sexava Spp.

Sexavana spp. atau belalang daun menjadi agen perusak daun tanaman bayam. Tanda serangannya adalah dengan ditemukan bekas gigitan dari bagian tepi daun. Hingga saat ini belalang masih menjadi hama yang menyerang berbagai tanaman. Tidak heran jika pilihan pengendaliannya sangat banyak.

Salah satu cara pengendalian belalang daun yang paling mudah adalah dengan menggunakan pengendalian mekanik. Anda hanya perlu menggerakkan bagian tajuk tanaman bayam agar belalang menjauh. Jika serangannya sudah tidak terkendali, anda bisa gunakan insektisida. Gunakan merek yang paling rekomended agar pengendalian bisa dilakukan dengan baik.

4. Myzus persicae

Myzus persicae atau kutu daun ternyata menjadi salah satu hama tanaman bayam yang bisa menyebabkan gagal panen. Kutu daun menyerang tanaman bayam dengan cara menghisap cairan yang ada di bagian daun. Akibat yang ditimbulkan yaitu daun menjadi melengkung dan berpilin. Apabila gejala serangan cukup berat, daun bisa rontok dan bayam menjadi gundul.

Lantas kapan kutu daun banyak menyerang? Serangga yang satu ini sangat aktif di musim kemarau. Serangan akan semakin menjadi jadi jika cuaca sangat terik. Sama seperti hama lainnya, pengendalian mekanik masih menjadi cara yang paling sederhana. Apabila serangan tidak kunjung mereda, anda dapat menggunakan insektisida.

5. Bekicot atau Siput

Walaupun lebih banyak ditemukan di sawah, ternyata bekicot bisa menjadi hama bayam. Kehadiran bekicot sangat mengganggu karena mereka makan benih yang disebar di persemaian. Akibatnya banyak tanaman bayam yang tidak tumbuh. Mereka juga makan tanaman bayam mulai dari bagian akar, batang, hingga daun.

Hama tanaman bayam yang satu ini sangat meresahkan sehingga pengendaliannya harus segera dilakukan. Anda dapat menggunakan teknik jebakan tempurung kelapa berpintu. Cara yang lebih praktis yaitu anda bisa menyemprotkan insektisida. Penggunaan insektisida harus sesuai dengan anjuran.

Demikianlah 5 hama yang biasa menyerang tanaman bayam. Tekstur daunnya yang tipis dan lunak menjadikannya cocok sebagai sasaran empuk hewan pengganggu. Mengatasi hama pada tanaman bisa menggunakan insektisida. Anda juga bisa memanggil jasa pembasmi hama FUMIDA. Mereka sangat berpengalaman untuk membasmi berbagai hama.

Cara Mengusir Semut Dari Tanaman

Jangan Khawatir! Berikut Cara Mengusir Semut Dari Tanaman Menggunakan Bahan Alami

Keberadaan semut pada sebuah tanaman mungkin terlihat sebagai kehidupan yang alami. Nyatanya, semut merupakan salah satu hama tanaman layaknya kutu daun maupun kutu putih yang bisa menyerang tanaman secara langsung. Hewan kecil ini bisa menjadi tanda suatu tanaman memiliki masalah yang serius. Untuk itu, berikut cara mengusir semut dari tanaman.

Tips Ampuh Mengusir Hama Semut

1. Menggunakan Kulit Jeruk

Jeruk memiliki aroma menyengat yang berasal dari kulitnya. Aroma ini bisa dimanfaatkan untuk mengusir serangga, salah satunya adalah hama semut. Lazimnya, kulit jeruk memiliki kandungan minyak yang sering disebut limonene. Kandungan tersebut tidak hanya terbukti ampuh untuk mengusir semut, namun juga berbagai hama lainnya.

Dalam praktiknya, penggunaan kulit jeruk untuk mengusir semut bisa dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memeras kulit jeruk hingga mengeluarkan sari yang menyembur keluar mengenai tanaman. Begitu pula, pembuatan ramuan kulit jeruk bisa dilakukan dengan merebus sejumlah kulit jeruk selama 15 menit. Kemudian, haluskan kulit jeruk dan tuangkan campuran tersebut di sekeliling tanaman.

2. Menabur Rempah-Rempah Di Sekitar Tanaman

Cara mengusir semut dari tanaman dapat dilakukan dengan menabur rempah-rempah di sekeliling tanaman. Fungsi pengusiran hama menggunakan ramuan herbal ini pada dasarnya dihadirkan dari aroma menyengat rempah-rempah. Beberapa jenis rempah-rempah tersebut diantaranya cengkeh, bubuk cabai, daun teh mint maupun kayu manis.

Lazimnya, pengusiran hama yang satu ini dilakukan dengan memilih salah satu rempah-rempah yang mudah ditemui. Kemudian, hancurkan rempah tersebut hingga halus dan menjadi bubuk tabur. Tuangkan di sekitar tanaman untuk menghasilkan aroma menyengat sehingga semut tidak datang ke tempat tersebut.

3. Menggunakan Buah Mentimun

Pemanfaatan buah mentimun sangat efektif untuk mengusir hama semut. Kulit mentimun memiliki bahan kimia aktif yang bisa membahayakan semut ketika dikonsumsi. Mengetahui kondisi tersebut, anda bisa memanfaatkan bahan ini sebagai cara mengusir semut secara alami dan praktis untuk dilakukan.

Menariknya, membasmi hama semut dengan bahan alami ini dapat dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memotong buah ini sesuai dengan keinginan. Kemudian, letakkan beberapa potongan tersebut di sekitar tanaman agar hewan kecil ini tidak berani menghampiri. Selain semut, mentimun ternyata sangat ampuh digunakan untuk mengusir berbagai jenis serangga lainnya.

4. Menggunakan Garam Dapur

Garam dapur merupakan salah satu bahan alami yang sangat mudah ditemui. Selain bermanfaat untuk kesehatan maupun menghasilkan makanan yang nikmat, bahan alami yang satu ini juga memiliki fungsi untuk mengusir hama tanaman. Salah satunya adalah mengusir semut yang sering menyerang tanaman anda.

Penggunaan garam dapur untuk mengusir hama ini dapat dilakukan dengan mudah. Lazimnya, anda bisa memanfaatkan garam dapur bubuk untuk ditaburkan di sekeliling tanaman. Anda bahkan bisa membuat larutan garam hanya dengan mencampurkan bahan alami ini dengan air. Kemudian, semprotkan larutan tersebut di sekitar tanaman.

5 Menggunakan Tanah Diatom

Selain itu, cara mengusir semut dari tanaman juga bisa dilakukan dengan menggunakan tanah diatom. Tanah diatom merupakan jenis tanah yang terbentuk dari batu sedimen silika akibat cangkang diatom yang sudah memfosil. Tanah ini memiliki fungsi untuk mengusir semut dari tanaman melalui partikel kuat yang dimilikinya.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir hama semut yang mengganggu tanaman anda. Meski demikian, anda juga bisa menggunakan jasa FUMIDA untuk menghilangkan hama ini secara tuntas. Tak hanya hama semut, FUMIDA juga menyediakan jasa pembasmian berbagai hama yang mengganggu anda.

 

Tanda Tanaman Terserang Hama

Jarang Disadari, Ternyata Begini 5 Tanda Tanaman Terserang Hama

Sebagai pemilik kebun yang menanti tanaman agar bisa segera panen, pasti merasa kesal apabila tanaman terserang hama yang bisa merusak bahkan membuat tanaman menjadi mati. Agar tidak kecolongan dengan keberadaan hama pada tanaman, anda harus lebih jeli dalam mengetahui keberadaan hama. Berikut beberapa tanda tanaman terserang hama yang bisa anda waspadai.

Tanda Tanaman Mendapatkan Serangan Hama Yang Merugikan

1.Hilangnya Daun Atau Tunas

Apabila anda baru saja menanam bibit tomat atau benih kubis lalu mendapati daunnya tiba tiba habis, bisa saja itu adalah pertanda kehadiran hama ulat yang menggerogoti beberapa bagian daun milik anda. Hal ini karena ulat sangat senang dengan beberapa sayuran seperti tomat, brokoli, sawi dan juga kangkung segar.

Hama ulat pemakan daun ini dapat tumbuh hingga ukuran panjang kisaran 5 centimeter dengan warna tubuh ulat yakni hijau, kuning ataupun warna abu abu. Jika merasa terganggu oleh manusia ataupun hewan lainnya, ulat pemakan daun akan menggulung tubuhnya menjadi bentuk huruf C.

2. Bulat Hitam Pada Daun

Tanda tanaman terserang hama berikutnya yakni terdapat ulat tanduk yang biasanya meninggalkan jejak kotoran yang menyerupai butiran kecil berwarna gelap pada daun tanaman. Umumnya ulat tanduk memakan beberapa jenis sayuran seperti paprika, kentang, tomat, dan juga sayuran terong.

Karena memiliki tubuh yang berwarna hijau, terkadang membuat pemilik kebun sulit untuk mengenali ulat tanduk ini. Jika dilihat secara teliti, anda bisa menemui ulat ini yang memiliki tubuh sedikit gemuk serta memiliki bentuk V berwarna putih, serta adanya tanduk lembut yang khas pada ujung kepalanya.

3. Daun Tanaman Habis

Saat berjalan jalan menikmati hijaunya tumbuhan, tiba tiba anda melihat daun pada tanaman anda habis dan hanya tersisa tulangnya. Kondisi ini bukan karena daun yang rontok, tetapi karena ulah hama kumbang kentang Colorado, yang mana hama ini sangat suka memakan tepian daun tanaman.

Habisnya dedaunan pada tanaman jelas menjadi tanda tanaman terserang hama. Meskipun kemungkinan tanaman tidak mati, tetapi kehadiran kumbang kentang Colorado bisa menurunkan kekuatan tanaman. Tidak ketinggalan juga hasil umbi ataupun buah akan ikut mengalami penurunan kualitas.

4. Buah Tomat Berlubang

Menanam sayuran seperti tomat dan terong adalah alternatif menyenangkan bagi anda yang senang dengan hasil buah tomat ataupun terong yang jika mulai muncul buah terlihat lucu dan tidak sabar untuk segera memetiknya. Namun sayangnya terdapat beberapa kasus tomat berlubang yang diakibatkan oleh serangan ulat pada buah tomat.

Proses ini terjadi sebab adanya ngengat dewasa yang bertelur pada bagian bawah daun dan sering kali dekat dengan keberadaan buah tomat tempat dimana larva menetas. Setelah itu larva akan merangkak ke bawah batang lalu memasukkan buah untuk memakannya dari sisi dalam hingga ke luar.

5. Daun Menjadi Berbintik Bintik

Tanda tanaman terserang hama yang terakhir yaitu munculnya bintik bintik yang berada pada daun. Jika anda menanam salah satu anggota mentimun seperti labu, melon ataupun zucchini, makanan ini merupakan makanan favorit dari hama berkaki daun yang kerap kali datang mengganggu tanaman tersebut.

Salah satu serangga dewasa yang sering makan dengan cara berkelompok ini memiliki warna tubuh coklat tua dan juga bentuk tubuh seperti oval. Karena hama ini cukup sulit dikendalikan, maka anda bisa secara manual memeriksa keadaan tanaman secara teratur untuk mengetahui keberadaan hama pengganggu ini.

Demikian beberapa tanda yang bisa dikenali apabila tanaman mengalami serangan hama yang merugikan. Tetapi mengatasi keberadaan hama yang sulit dikendalikan kadang membuat anda merasa kewalahan. Untuk itu anda bisa coba menghubungi FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama yang bisa membantu keluhan anda terkait hama yang mengganggu tanaman.

Hama Bunga Matahari

Waspada! Kenali 3 Hama Bunga Matahari Yang Bikin Bunga Kesayangan Tak Kunjung Tumbuh

Tanaman bunga matahari terkenal dengan bunga berwarna kuningnya yang indah, apalagi jika diletakkan di pekarangan rumah sebagai hiasan. Namun apa jadinya jika tanaman cantik ini dihinggapi beberapa jenis hama hingga membuatnya tidak kunjung tumbuh dan malah bisa menyebabkan bunga mati. Maka dari itu kenali beberapa jenis hama bunga matahari berikut ini.

Jenis Hama Yang Dapat Menyerang Bunga Matahari

1.Kepik Hijau

Kepik hijau adalah hama umum yang berkembang biak pada daerah tropik. Hama ini juga memiliki sifat polifag, yakni hama yang memiliki banyak tanaman inang yang menyerang tanaman muda ataupun tanaman yang sedang memasuki fase pembibitan. Di Amerika Utara kepik hijau ini merupakan hama utama yang menyerang perkembangan biji bunga matahari.

Hama satu ini memiliki panjang tubuh kisaran 16 milimeter dan mampu meletakkan kisaran 10 hingga 90 butir telur yang tersusun dalam permukaan daun. Pada perkembangan telur hingga mereka bisa menjadi kepik hijau dewasa, membutuhkan waktu kisaran 4 sampai dengan 8 minggu lamanya proses pembentukan.

Hama bunga matahari ini tidak hanya menyebabkan kerusakan pada tumbuhan yang berasal dari tusukan ataupun hisapan nimfa kepik secara langsung. Melainkan mereka juga menyuntikkan racun yang telah diinjeksikan dari kelenjar ludah kepik hijau. Adanya racun tersebut bisa menimbulkan daun menjadi layu dan pada pucuk daun mengalami kematian tanaman.

Selain merusak keadaan daun, keberadaan kepik hijau juga bisa membuat biji bunga matahari menjadi kempis. Keadaan ini sangatlah merugikan apalagi untuk anda pecinta bunga matahari yang berniat untuk menyebar luaskan bunga dengan melakukan penanaman ulang yang berasal dari biji bunga matahari.

2. Wereng Daun

Hama wereng hijau juga diketahui sebagai hama utama yang kerap kali hinggap dan berkembang biak pada tanaman bunga matahari. Hama satu ini menyerang inang lain seperti kacang tanah, kedelai, kentang, dan juga terong. Wereng daun juga kerap kali menyerang beberapa tanaman sayuran seperti lobak dan juga bayam.

Tubuh dari hama bunga matahari ini memiliki warna hijau kekuningan dengan sepasang bercak hitam yang terlihat jelas pada bagian kepala serta area ujung sayap bagian depan. Ukuran panjang tubuhnya berkisar 2,5 milimeter. Karena memiliki tubuh yang sangat kecil, membuat orang tidak bisa melihat keberadaan wereng daun dengan seksama.

Ditambah lagi keberadaaan hama wereng daun pada siang hari berada di bawah permukaan daun. Sedangkan pada sore hari ia akan bergerak naik untuk mencapai permukaan daun bunga matahari. Apabila wereng daun merasa terganggu atau terancam, dia akan lari menyamping dengan cepat agar bisa mencari tempat aman untuk menghindari diri dari gangguan.

3. Belalang Oxya

Hama terakhir yang dikategorikan sebagai hama bunga matahari yaitu belalang oxya. Yang mana nimfa dari belalang oxya bisa mengakibatkan kerusakan pada bunga atau daun. Gejala penyerangan yang ditinggalkan oleh belalang satu ini merupakan gerigitan pada daun. Gerigitan itulah yang membuat daun bunga matahari tidak cantik lagi.

Belalang oxya memiliki ciri tubuh berwarna kuning hijau ataupun kuning coklat. Ditambah lagi adanya garis gelap yang terlihat pada bagian punggung belalang oxya. Dibagian tulang kering atau tibia tungkai belakang hama belalang ini terdapat warna kebiru biruan yang dapat terlihat oleh mata.

Telur yang dihasilkan memiliki bentuk seperti silinder, dengan ukuran kisaran 4,5 hingga 5,2 milimeter. Untuk lebarnya yakni berkisar 1,2 hingga 1,6 milimeter. Tidak jauh berbeda dengan warna tubuh belalang oxya dewasa, warna telur belalang memiliki warna kuning atau coklat kekuningan.

Demikian beberapa hama yang seringkali menyerang pertumbuhan bunga matahari hingga menjadi mati atau layu. Apakah anda sering melihat ketiga hama tersebut berada di pekarangan rumah? Jika iya, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai pelayanan jasa basmi hama yang bisa bantu menghentikan perkembang biakan hama yang mengganggu.

Bahan Alami Memutus Penyebaran Hama

Berikut 5 Bahan Alami Memutus Penyebaran Hama Tanaman

Menjaga kesehatan dan kelangsungan hidup tanaman adalah menjadi tugas penting bagi anda yang memiliki tanaman hias. Terlebih jika pada tanaman hias sering mengalami kondisi layu atau rusak akibat serangan hama. Apabila tanaman di rumah kerap kali rusak karena hama, anda harus simak ulasan berikut yang terkait dengan bahan alami untuk basmi hama tanaman.

Jenis Bahan Alami Untuk Mencegah Penyebaran Hama Tanaman

1.Bawang Putih

Bahan masakan yang satu ini diketahui dapat menjadi bahan alami yang cukup ampuh untuk mengendalikan hama seperti semut, kutu daun, kumbang, ataupun lalat putih yang kerap kali mengganggu pertumbuhan tanaman. Ketika tanaman dihinggapi oleh beberapa hama tersebut, maka bawang putih bisa menjadi solusi untuk memutus penyebaran hama tanaman yang sedang merajalela.

Cara untuk membuat insektisida dari bawang putih ini juga cukup sederhana dan dapat dilakukan dengan mudah dirumah. Sediakan sekitar 10 hingga 12 siung bawang putih, setengah cangkir minyak sayur, serta satu sendok teh sabun cair. Setelah itu haluskan bawang putih lalu campur ke dalam air ukuran 1 liter. Kemudian biarkan semalaman hingga tekstur menjadi encer.

Jika sudah, selanjutnya anda bisa saring campuran bawang putih untuk basmi hama tanaman ini dengan mencampurkan semua bahan yang telah disebutkan menjadi satu. Setelah itu masukkan bahan ke dalam botol semprotan yang sudah anda sediakan untuk membasmi hama nakal pada tanaman.

Hal ini dikaarenakan bawang putih memiliki karakteristik antibakteri, antivirus alami serta antijamur, maka penggunaan bawang putih sebagai pestisida akan sangat baik diterapkan pada tanaman dirumah. Terlepas dari itu, bawang putih juga diketahui mengandung senyawa seperti diallyl trisulfide serta diallyl disulfide yang bisa mengganggu keberadaan serangga.

2. Minyak Mimba

Bahan alami selanjutnya yang bisa anda gunakan adalah minyak mimba atau neem oil yang diekstraksi dari biji pohon mimba atau Azadirachta indica yang berasal dari India maupun kawasan Asia Selatan lainnya. Keberadaan minyak mimba ini sudah lama dikenal sebagai salah satu produk insektisida tradisional yang kerap kali digunakan untuk basmi hama tanaman.

Membuat insektisida berbahan dasar minyak mimba ini bisa anda lakukan sendiri dirumah. Bahan yang digunakan yakni 2 sendok teh minyak mimba murni, satu sendok teh sabun cair, serta kisaran 250 mililiter air. Campurkan semua bahan tersebut lalu kocok di dalam botol dan semprotkan pada daun tanaman yang terdampak hama serangga.

Umumnya dalam penggunaan minyak mimba sebagai pestisida ini hanya membutuhkan dua atau tiga kali penyemprotan saja. karena minyak mimba berfungsi sebagai pengganggu hormon hama atau serangga. Ditambahkan lagi, bahwa minyak mimba juga mampu merusak siklus hidup serangga. Termasuk juga di dalamnya seperti telur, larva, hingga serangga dewasa.

3. Daun Tomat

Kandungan dari tanaman tomat diketahui terdapat kandungan glycoalkaloid Tomatine atau solanum lycopersicum, alkaloid alami dengan memiliki sifat insektisida, fungisida dan juga antimikroba. Dengan beberapa kandungan itulah, daun tomat dipercaya bisa menjadi pestisida nabati sebagai bahan yang efektif melawan keberadaan serangga hingga mampu basmi hama tanaman.

Cara yang bisa digunakan yakni dengan memotong beberapa daun tomat lalu masukkan ke dalam wadah. Selanjutnya tambahkan juga dua gelas air dan biarkan larutan itu hingga semalaman. Keesokan harinya anda bisa mengencerkan campuran dengan tambahkan satu cangkir air lagi, lalu taburi tanaman dengan cara menyemprotkan cairan tersebut.

Itu dia beberapa bahan alami yang bisa digunakan sebagai cara membasmi keberadaan hama pada tanaman koleksi anda yang berada di pekarangan rumah. Jika cara tersebut belum berhasil dan hama masih saja berkeliaran, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama.

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu mempercayakan Fumida untuk mengendalikan hama pada bangunan Anda karena kami selalu menjaga kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

    [recaptcha id:1 class:g-recaptcha theme:light]

    Call Now ButtonTelp Sekarang 0822-1123-1123