Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Jarang disadari, ternyata kecoa juga bisa bersarang di mobil kita, lho! Tentu ini akan jadi masalah yang sangat menyebalkan. Apalagi, hama yang satu ini membawa berbagai penyakit yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Lalu bagaimana cara mengusir kecoa di mobil?

Tips Usir Kecoa di Mobil

Untuk mengatasi masalah tersebut, mari simak beberapa tips berikut ini:

1. Jangan Biasakan Makan di Mobil

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Hal penting yang perlu kamu ingat untuk mengusir kecoa adalah menghindari kebiasaan makan atau nyemil di mobil.

Seperti yang kita ketahui, makanan adalah salah satu sumber utama yang dapat menarik kedatangan kecoa ke dalam mobil.

Kalaupun terpaksa harus makan di mobil, maka pastikan sisa makanannya tidak tercecer kemana-mana, ya!

2. Vakum Mobil

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Pada dasarnya, kecoa sangat suka berada di tempat yang kotor.

Jadi, untuk mengusir keberadaannya kita harus rajin menjaga kebersihan salah satunya dengan rutin melakukan vakum di bagian dalam mobil.

Hal ini berguna untuk membersihkan kotoran di mobil hingga ke celah terkecil yang sulit dijangkau.

3. Selipkan Bunga Melati

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Kental dengan aura mistis, siapa sangka bunga melati juga bisa mengusir kecoa dalam mobil.

Selain membuat kabin mobil harum, cara ampuh usir hama kecoa ini bisa kamu terapkan karena kecoa tidak menyukai aroma melati yang menyengat.

Meski tidak dapat mengusirnya secara instan, menyelipkan bunga melati ke dalam mobil dipercaya akan membuat kecoa segera melarikan diri.

4. Mengusir Kecoa di Mobil dengan Kapur Barus

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Tips lainnya yang bisa kamu lakukan untuk mengusir kecoa adalah menaruh kapur barus di setiap sisi dalam mobil.

Aroma kapur barus yang mengandung naftalena sangat mengganggu berbagai jenis hama, termasuk kecoa. Cara ini juga sangat ampuh untuk usir kecoa di mobil.

5. Menggunakan Semprotan Serangga

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Penggunaan insektisida atau obat pembasmi serangga seringkali menjadi pilihan untuk mengatasi masalah kecoa dalam mobil. Meski ampuh, terdapat cara penggunaan yang aman seperti:

  • Tutup semua lubang yang ada dalam mobil
  • Kemudian semprotkan pembasmi serangga ke setiap sisi dalam mobil
  • Kecoa yang terkurung dalam mobil akan mati karena udara yang mengandung insektisida tersebut
  • Jangan langsung memasuki mobil dan tunggulah selama beberapa jam

Jadi, jika kamu ingin membasmi kecoa dalam mobil dengan semprotan serangga sebaiknya lakukan pada malam hari saat mobil tidak terpakai.

Keesokan harinya, kamu baru bisa memakai mobil dengan terlebih dahulu membuka semua celah jendela.

Agar tidak merusak bagian dalam mobil, kamu bisa menggunakan penutup sofa dan desk saat penyemprotan.

Basmi Kecoa dengan FUMIDA

Bagaimana Cara Mengusir Kecoa di Mobil? Ini Tipsnya

Selain menerapkan beberapa tips di atas, kamu juga dapat bekerja sama dengan jasa FUMIDA yang telah berpengalaman dan profesional dalam membasmi kecoa.

FUMIDA adalah perusahaan pest control terbaik di Indonesia yang menyediakan jasa pembasmian berbagai jenis hama. Tunggu apalagi? Segera hubungi 0822-1123-1123/021-29049130 (Aktif 24 jam) untuk dapatkan layanan konsultasi gratis bersama FUMIDA.

 

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah? Kondisi rumah yang banyak lalat tentu menjadi sumber ketidaknyamanan bagi kita semua. Apalagi ketika sedang makan dan hama tersebut malah berkeliaran di sekitar kita.

Sayangnya, hewan yang satu ini juga kerap menyebarkan berbagai penyakit yang berbahaya. Maka dari itu, kita perlu memahami cara mengusir lalat di rumah agar terhindar dari bahayanya.

Cara Mengusir Lalat di Rumah

1. Menggunakan Plastik Berisi Air

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Cara yang pertama mungkin dikenal sebagai trik konvensional untuk membasmi lalat. Cara ini juga sangat mudah dilakukan karena hanya memerlukan plastik untuk diisi air.

Plastik bening yang berisi air akan mengganggu penglihatan lalat yang diperkirakan berjumlah hingga 6000 mata karena dapat membuat lalat menjadi tidak fokus sehingga mengusir keberadaannya.

Cara ini hanya bisa diterapkan pada saat siang hari. Pasalnya, di siang hari cahaya yang terang akan semakin mengelabui penglihatan lalat.

2. Mengusir Lalat dengan Garam

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Selain membuat masakan lebih lezat, garam juga dapat digunakan untuk mengusir lalat dari rumah.

Caranya pun cukup mudah, cukup taburkan garam ke area yang sering dihinggapi lalat. Misalnya seperti tudung saji, tempat sampah, tempat cuci piring, dll.

Garam yang menguap dapat mengganggu penglihatan lalat yang membuatnya pergi dari tempat tempat tersebut.

3. Gunakan Cahaya Lilin

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Perlu diketahui, lalat ternyata tidak menyukai ruangan yang terdapat banyak asap.

Untuk itu, kamu bisa mengusir lalat dengan cara menyalakan lilin dalam ruangan.

Tak heran cara yang satu ini banyak diterapkan di rumah makan untuk mengusir lalat secara efektif, bahkan tanpa memerlukan banyak bahan.

4. Minyak Aromaterapi

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Sebagai informasi, lalat sangat tidak menyukai aroma wangi yang berasa dari minyak esensial.

Jenis minyak aromaterapi yang paling tidak disukai lalat yakni Lavender, basil, peppermint, serai, cengkeh, dan rosemary.

Kamu hanya perlu menyemprotkan area yang biasa didatangi lalat dengan minyak esensial berkala.

Selain terbebas dari lalat, cara ini juga dapat membuat rumah senantiasa beraroma wangi.

5. Mengusir Lalat dengan Daun Pandan

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Selain digunakan untuk mengharumkan aroma makanan, daun makanan dikenal sebagai tumbuhan yang juga dapat mengusir lalat.

Lalat adalah hewan yang sangat tidak menyukai aroma pandan, lho!

Kamu bisa mengiris beberapa helai daun pandan dan masukkan ke dalam wadah. Kemudian, tempatkan pada area yang sering didatangi lalat.

6. Gunakan Potongan Timun

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Meletakkan potongan timun pada area yang sering didatangi lalat juga dapat mengusir mereka.

Di balik baunya yang segar, timun dapat membuat sistem pernapasan lalat terganggu.

Selain ampuh, cara mengusir lalat ini juga dapat membuat ruangan terasa lebih sejuk.

Basmi Lalat dengan FUMIDA

Bagaimana Cara Mengusir Lalat di Rumah?

Selain menerapkan 6 cara di atas, kamu juga dapat menggunakan jasa FUMIDA yang khusus melayani pembasmian segala jenis hama termasuk lalat.

Dengan menggunakan jasa FUMIDA, rumah kamu akan terbebas dari gangguan lalat yang sangat menjengkelkan.

Hal ini akan menjadi cara yang paling ampuh dan efektif dalam membasmi lalat karena FUMIDA merupakan perusahaan pest control yang profesional. Hubungi call centernya (aktif 24 jam) di 0822-1123-1123 / 021-29049130 

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk ke Rumah

Ini Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk ke Rumah

Nyamuk adalah hama yang seakan sudah akrab dengan masyarakat Indonesia. Mengingat Indonesia berada di iklim tropis, keberadaan nyamuk menjadi hal yang biasa. Namun jangan sampai kebiasaan-kebiasaan yang membuat nyamuk masuk ke rumah justru dapat membawa berbagai penyakit dan membahayakan kesehatan kita.

Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk ke Rumah

Simak ulasan berikut untuk mengetahui apa saja kebiasaan tersebut.

1. Suka Menumpuk Barang

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk ke Rumah

Perlu diketahui, nyamuk gemar bersembunyi di tempat gelap dan lembab. Ia hidup di sela-sela tumpukan barang atau bahkan gantungan baju.

Saat sasarannya tepat mata, nyamuk akan keluar dari persembunyiannya dan mulai menggigit mangsanya. Tempat gelap juga menjadi persembunyian nyamuk yang paling disukainya.

Adapun alasan nyamuk suka bersembunyi di tumpukan barang adalah untuk melindungi dirinya jika si pemilik rumah menyemprot obat pembasmi serangga.

Sebagai solusi agar nyamuk tak betah di rumah, maka kamu bisa mulai membersihkan area yang tertumpuk barang di rumah.

Sebisa mungkin jaga kondisi rumah agar tetap bersih dan higienis, yaa!

2. Membiarkan Lubang di Tanah

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk Rumah

Lubang dalam tanah dapat menimbulkan air tergenang dan menjadi sarang nyamuk masuk rumah. Terdengar cukup janggal, namun genangan air juga merupakan tempat favorit bagi nyamuk untuk bersarang.

Lubang-lubang yang jarang terlihat inilah yang dapat mengundang hama nyamuk ke dalam rumah.

Untuk solusinya, luangkanlah waktu memeriksa setiap sudut rumah kamu. Jika kamu menemukan lubang atau cekungan, maka segeralah untuk menambalnya guna mencegah nyamuk bersarang saat air tergenang.

Tak hanya lubang, retakan dalam tembok atau tanah juga dapat menjadi tempat nyamuk bersarang.

3. Memelihara Tanaman Liar

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk Rumah

Selain bersembunyi di sela-sela tumpukan barang, hama nyamuk juga suka bersembunyi di daun tanaman liar.

Terutama tumbuhan yang bentuknya lebar, tipis, dan memanjang. Sebagai informasi, tanaman liar adalah naluri bertahan hidup hewan nyamuk untuk melindungi dirinya dari hewan pemangsa lainnya.

Sebagai solusi, rawat taman rumah kamu semaksimal mungkin. Rumput liar yang dibiarkan tumbuh akan menarik nyamuk datang.

Bila perlu, letakkan tanaman berdaun lebar jauh dari ruangan untuk menghindari nyamuk masuk rumah.

Lalu, perhatikan pepohonan di sekitar rumah yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

4. Sirkulasi Udara di Rumah Tidak Lancar

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk Rumah

Perlu diketahui, nyamuk suka berada di lingkungan yang lembab dan panas. Ia akan mendatangi rumah dengan sirkulasi udara yang tidak lancar.

Kebiasaan menutup pintu dan sirkulasi udara dalam rumah secara terus menerus dapat membuat suhu ruangan menjadi panas dan mengundang nyamuk datang.

5. Membiarkan Rumah Bercelah

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk Rumah

Tahukah kamu? Nyamuk adalah hewan yang pandai memanfaatkan celah dan lubang untuk bisa masuk ke dalam rumah.

Selalu periksa keadaan rumah secara berkala dan lakukan pengecekan terhadap celah dalam rumah.

Pasalnya, jika kebiasaan ini tidak diubah akan mengundang nyamuk masuk rumah dan bersarang di dalamnya.

Gunakan kawat kasa untuk menutup lubang jendela agar nyamuk tidak mudah masuk. Terlalu menutup rumah rapat-rapat juga tidak baik bagi kesehatan penghuninya.

Untuk itu, gunakan lapis kasa untuk menutupi celah atau lubang dalam rumah. Dengan begini kamu tetap bisa membuka pintu dan jendela lebar.

Basmi Nyamuk dengan FUMIDA

Setiap pemilik rumah tentu ingin huniannya terhindar dari serangan nyamuk yang dapat membahayakan kesehatan manusia.

Sayangnya, beberapa kebiasaan yang dilakukan penghuni rumah itu sendiri dapat mengundang nyamuk ke dalam rumah.

Sebagai solusinya, kamu bisa mempercayakan jasa FUMIDA untuk membasmi hama nyamuk berbahaya di rumah.

5 Kebiasaan yang Membuat Nyamuk Masuk Rumah

FUMIDA adalah perusahaan yang resmi terdaftar di Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI).

FUMIDA sangat berpengalaman dalam membasmi nyamuk secara profesional dengan dua metode andalannya, yaitu Hot Fogging dan Cold Fogging. 

Kamu bisa berkonsultasi dan mendapatkan layanan survey lokasi secara gratis.

Jangan biarkan sarang nyamuk menjadi pintu utama yang mendatangkan penyakit bagi keluarga!

Hubungi call center FUMIDA: 0822-1123-1123/021-29049130 (Aktif 24 Jam)

 

 

 

Identifikasi serta Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma pada Ubi Kayu

Identifikasi serta Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma pada Ubi Kayu

Hama, penyakit, dan gulma adalah masalah yang kerap kali harus dihadapi oleh para petani ubi kayu. Serangan hama dan penyakit dapat menyebabkan menurunnya kualitas hasil panen dan mempengaruhi jumlah produktivitas tanaman. Beberapa gulma juga berperang sebagai inang patogen dan hama. Berikut identifikasi hama pada ubi kayu beserta penyakit, gulma, dan cara pengendaliannya.

Hama, Penyakit, dan Gulma yang Mengancam Tanaman Ubi Kayu

1. Hama Tungau Merah

Identifikasi serta Pengendalian Hama, Penyakit, dan Gulma pada Ubi Kayu

Sebagaimana penjelasan dari Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, sebagian besar hama yang menyerang ubi kayu berupa serangga, kecuali tungau merah ini. Serangan hama ini dapat mengakibatkan menurunnya hasil tanaman ubi kayu, sehingga keberadaannya sangat meresahkan para petani. Gejala yang dialami adalah munculnya bercak kuning di sepanjang tulang daun.
Bercak ini kemudian akan menyebar ke seluruh permukaan daun, lalu daun akan berubah kemerahan hingga berwarna kecoklatan. Efek dari serangan yang parah adalah kerontokan seluruh daun dan ubi kayu yang dihasilkan berukuran kecil, sehingga sangat mempengaruhi kuantitas hasil panen.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama pada ubi kayu ini adalah menanam varietas tahan seperti Adira-4, menyemprotkan air berkali-kali agar tungau larut dan tercuci bersama air. Anda juga bisa menanam ubi kayu seawal mungkin pada musim hujan, pengendalian secara biologi dengan memanfaatkan musuh-musuh alami, dan pengendalian secara kimiawi.

2. Penyakit Bercak Daun Coklat

Penyakit tanaman disebabkan oleh patogen yang berukuran mikroskopis, seperti bakteri, jamur, mikroplasma, dan virus tanaman. Sifat dari penyakit ini adalah menular. Melansir dari sidolitkaji.litbang.pertanian.go.id, terdapat banyak gejala serangan patogen pada ubi kayu, seperti retakan pada batang, perubahan atau kerusakan daun, dan perubahan warna umbi.
Salah satu penyakit penting yang dapat diderita oleh ubi kayu adalah bercak daun coklat. Gejala awal dari penyakit ini adalah adanya bercak putih hingga coklat muda di bagian atas permukaan daun. Bercak ini kemudian berkembang menjadi coklat yang menandakan matinya jaringan daun. Biasanya, penyakit ini menyerang daun tua karena lebih rentan terhadap penyakit.
Untuk menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan menanam varietas tahan seperti Malang-1, UJ-5, Malang-6, dan Adhira-4 sebagaimana hama pada ubi kayu. Kemudian, mengatur jarak tanaman agar tidak terlalu lembab jika jaraknya berdekatan. Selain itu, dapat pula menyemprotkan fungisida jika memang diperlukan.

3. Gulma Eleusine Indica (L.) Gaertn

Gulma adalah tumbuhan kompetitor yang ikut mendapatkan hara, sinar matahari, dan ruang tumbuh. Tumbuhan ini sangat tidak dikehendaki oleh para petani karena dapat merugikan ubi kayu. Gangguan gulma dapat mempengaruhi pertumbuhan dan produksi umbi. Bahkan, pada tiga bulan pertumbuhan awal dapat menurunkan produksi ubi kayu hingga 75%.
Salah satu gulma yang sering muncul ini disebut dengan rumput Belulang dengan akar serabut yang kuat. Tingginya dapat mencapai 80 cm dan berkembang biak dengan sangat cepat. Diperkirakan tanaman gulma ini dapat menghasilkan 50 ribu hingga 135 ribu biji tiap musim di Indonesia, sehingga menjadi ancaman baru selain hama pada ubi kayu dan penyakit.
Cara pengendalian gulma ini adalah dengan menyemprotkan herbisida pra tanam keturunan urea seminggu sebelum menanam ubi kayu. Pengendalian dengan cara mekanis dapat dilakukan dengan penyiangan sebelum gulma ini membentuk biji. Namun, cara ini sedikit sulit karena gulma ini tumbuh dengan cepat dan perakarannya kuat.

Ulasan tentang hama, penyakit, dan gulma pada ubi kayu ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk mengetahui apa saja ancaman tanaman ubi kayu dan bagaimana cara menanganinya. FUMIDA selaku jasa pembasmi hama juga selalu siap sedia untuk memberantas hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman.

Yuk Kenali 4 Jenis Hama Bawang Merah dan Cara Penanggulangannya

Yuk Kenali 4 Jenis Hama Bawang Merah dan Cara Penanggulangannya

Bawang merah adalah jenis tanaman yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Tanaman yang diperkirakan berasal dari Iran ini telah menjelma menjadi bumbu yang harus selalu ada di dalam masakan Indonesia. Namun, pertumbuhan bawang merah ini juga kerap kali diganggu oleh munculnya hama. Berikut beberapa hama bawang merah dan cara pembasmiannya.

Jenis Hama pada Bawang Merah dan Cara Penanganannya

1. Ulat Tanah (Agrotis ipsilon Hufnagel)

Ular tanah hampir selalu menjadi bagian dari para hama yang menyerang tanaman, tak terkecuali bawang merah. Ular yang berwarna coklat kehitaman ini biasanya menyerang dengan memotong leher tanaman yang masih berusia 2 sampai 3 minggu. Tanaman yang terserang oleh hama ini pada akhirnya akan layu dan mati. Ulat tanah biasanya menyerang pada sore hingga pukul 7 malam.
Cara yang dapat dilakukan untuk membasmi hama ini adalah membersihkan lahan dari tanaman lama dengan cara dibakar atau bisa juga menggunakan musuh alami, seperti Botrytis sp. Penggunaan insektisida tabur yang berbahan karbofuron dan dicampur dengan pupuk juga dapat dilakukan jika diperlukan.

2. Ulat Daun (Spodoptera exigua)

Yuk Kenali 4 Jenis Hama Bawang Merah dan Cara Penanggulangannya

Hama bawang merah ini menyerang daun dengan gejala timbulnya bercak putih pada daun. Bercak putih ini disebabkan oleh larva yang menggerek bagian dalam dan menyisakan lapisan epidermis. Daun juga terlihat menerawang ditembus cahaya yang menandakan bagian dalam daun telah habis dimangsa hama ini. Untuk serangan parah, daun akan mengering dan menyerang umbinya.
Upaya yang dapat dilakukan untuk mengendalikan hama ini adalah melakukan sanitasi lahan, mengatur jarak antar tanaman, dan mengumpulkan larva ulat daun kemudian dibakar. Jika diperlukan, dapat dilakukan penyemprotan insektisida berbahan aktif tunggal Chlorfenapyr dan Flufenoxuron.

3. Lalat Penggorok Daun (Liriomyza chinensis Kato)

Lalat penggorok daun juga menjadi hama bawang merah yangmenyerang tanaman holtikultura, seperti sawi dan bayam. Lalat ini akan menusukkan telur pada daun tanaman bawang merah dengan ciri bintik-bintik putih. Lambat laun, bintik-bintik ini akan menjadi garis lurus dan mengering. Jika serangannya parah, seluruh helai daun akan berwarna coklat, mengering, kemudian membusuk.
Dua sendok makan insektisida dengan bahan aktif imidakloprid yang dilarutkan di dalam 2 liter air dapat menjadi alternatif cara pembasmian hama ini. Insektisida lain yang dapat digunakan adalah berbahan aktif abamectin dengan 2 sendok teh dan 17 liter air. Untuk membunuh larvanya, bisa menggunakan 1 sendok teh abamectin dan 17 liter air.

4. Thrips

Hama ini merupakan salah satu jenis hama yang dapat berkembang biak tanpa proses perkawinan dan biasanya akan bertelur saat cuaca panas, sehingga perlu berhati-hati ketika memasuki musim kemarau. Gejala serangan hama bawang merah ini adalah muncul strip keperakan pada bagian daun tanaman. Hal ini disebabkan oleh cairan yang dihisap oleh hama ini.
Kondisi daun yang demikian jika dibiarkan lama-kelamaan akan membuat daun menjadi kering dan layu berguguran, kemudian mati. Hama ini biasanya berada di bagian daun muda, bunga, atau pucuk. Cara terbaik yang bisa dilakukan untuk menangani hama ini adalah tindakan preventif atau pencegahan. Bisa dengan memilih bibit yang unggul dan pengendalian gulma.
Beberapa hama pada tanaman bawang merah di atas perlu untuk diwaspadai keberadaanya. Pasalnya, serangga hama yang dibiarkan akan membuat tanaman bawang merah menjadi layu dan mati, sehingga akan menurunkan jumlah produktivitas dan kualitas panen. Untuk mengatasi hama tersebut, anda bisa menggunakan jasa FUMIDA yang sudah berpengalaman dalam membasmi hama.

Pengendalian Kutu Bisul

Pahami Gejala Dan Pengendalian Kutu Bisul Pucuk Mangga

Kutu bisul pucuk mangga menimbulkan beberapa dampak merugikan, bahkan bisa membuat para pebisnis buah mangga menjadi gagal panen. Sebab hasil buah yang diserang kutu bisul ini bisa mengurangi kualitas serta membuat hasil buah menjadi berkurang daripada biasanya. Untuk lengkapnya, simak gejala dan penyebab dari kutu bisul yang menyerang bagian pucuk pohon mangga.

Gejala Yang Ditimbulkan Kutu Bisul Terhadap Pohon Mangga

Kutu bisul mengalami penyebaran yang lebih tinggi ketika memasuki musim semi. Dimana sang betina meletakkan telur dengan arah membujur yang berwarna coklat kehitaman. Peletakkan telur tersebut ditaruh pada bagian pelepah ataupun bilah daun pohon mangga yang berada di bagian bawah.

Kisaran 200 hari setelah meletakkan telurnya, nimfa kemudian menetas dan bergerak merangkak hingga ke kuncup terdekat. Tusukan dari kutu bisul pucuk mangga memberikan injeksi bahan kimia yang masuk ke dalam jaringan tanaman saat mereka memakan pucuk mangga.

Dampak dari tusukan itu yakni berupa bisul keras yang berbentuk kerucut dengan warna hijau tua. Adanya bisul ini tentu saja merugikan karena bisa mencegah bunga mengalami pertumbuhan dan juga pembentukan buah yang kurang tepat hingga menyebabkan buah mangga tidak bisa dikonsumsi.

Kerugian yang ditimbulkan bergantung pada jumlah telur yang telah diletakkan oleh kutu bisul. Apabila telur memiliki jumlah yang banyak, maka efek yang terjadi juga berpotensi tinggi untuk pembungaan pohon mangga yang tidak bisa berkembang. Sebaliknya jika telur yang diletakkan dalam jumlah yang sedikit, bunga pohon mangga masih bisa tumbuh tetapi rawan mengalami kerusakan.

Cara Mengendalikan Keberadaan Kutu Bisul

Sebagai upaya pengendalian berkembang biaknya kutu bisul pucuk mangga yang semakin merajalela, anda bisa memulainya dengan pemberian abu industri yang kaya akan silikat. Pada ranting dan juga pucuk yang telah terinfeksi harus dipotong dengan kisaran 15 hingga 30 centimeter dari lokasi gejala dari hama kutu bisul. Hal tersebut dilakukan guna untuk mengurangi jumlah bisul.

Selain itu anda juga bisa melakukan pengendalian kimiawi dengan memberikan perlakuan pada kulit pohon dengan pasta dimetoat untuk bisa mengurangi kutu yang bergerak keatas dan juga ke bawah area pohon mangga. Di langkah pengendalian kimiawi ini, dianggap menjadi cara ampuh agar kutu bisa pergi dengan cepat.

Lakukan Pencegahan Sedini Mungkin

Lakukan pencegahan lebih dini juga bisa anda lakukan untuk mengurangi potensi pohon mangga dihinggapi kutu bisul pucuk mangga. Yang harus diterapkan yakni anda harus menjaga kebersihan kebun melalui penyemprotan insektisida organik secara berkala dan juga menggunakan dosis yang tepat dan sesuai.

Melakukan penggemburan tanah bisa mengurangi perkembang biakan kutu bisul. Dimana serangga dewasa yang baru saja muncul akan jatuh dari bisul pohon ke tanah. Setelah itu, mereka akan memanjat kembali pohon mangga untuk dapat kawin, bertelur, dan melakukan perkembang biakannya dengan mudah apabila anda mencegahnya.

Memantau kebun secara teratur juga bisa digunakan sebagai cara mendeteksi serangan kutu agar tidak semakin menyebar. Selain itu pengaturan penggunaan pupuk agar tidak berlebih juga wajib dilakukan untuk anda yang ingin memiliki pohon mangga terbebas dari kutu bisul yang menggerogoti.

Cara terakhir dalam langkah pencegahan kutu bisul yaitu dengan menyiram cukup air secara teratur apabila sudah masuk musim kemarau. Cara ini dilakukan guna untuk menghindari tumbuhan menjadi stres karena kekeringan. Sebab apabila kekeringan, tidak menutup potensi kutu bisul akan semakin cepat berkembang biak pada area pohon mangga.

Itulah ulasan singkat seputar gejala dan juga cara pengendalian kutu bisul yang berpotensi menyerang pohon mangga. Jika perkembangan hama ini sudah tak bisa dikendalikan, anda bisa menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama rumah dan hama tanaman yang bisa membantu permasalah terkait hama yang ada di pohon mangga.

Hama Pohon Mangga

Kenali 5 Macam Hama Pohon Mangga Untuk Antisipasi Kualitas Buah Memburuk

Memiliki aroma dan rasa yang khas, tentu membuat siapa saja tertarik untuk menyantap buah mangga. Bahkan banyak dari mereka yang sengaja menanam pohon mangga untuk dinikmati kelezatannya. Namun apa jadinya jika kualitas buah memburuk karena hama pohon mangga yang mengganggu? Sebagai pencegahan, simak ulasan seputar hama yang kerap anda temui di pohon mangga.

Hama Mengganggu Yang Mengancam Pertumbuhan Buah Mangga

1.Ulat Penggerek Pucuk Mangga

Hama pertama yang wajib anda ketahui yakni ulat perusak pucuk batang daun mangga yang masih muda. Selain itu, ulat ini juga menggesek tunas menuju ke arah bawah hingga dahan menjadi rusak. Ulah dari hama ini bisa berdampak pada layunya bunga atau daun, lalu membuat lajur transportasi unsur hara menjadi berhenti kemudian akan mati.

Karena dampak yang diberikan cukup merugikan, ada baiknya untuk anda memahami cara pengendalian ulat penggerek pucuk mangga. Diantaranya seperti membakar tunas yang telah terinfeksi, mematikan pupa atau telur ulat yang berada di pohon, dan juga bisa menggunakan semprotan insektisida untuk membasmi hama pohon mangga tersebut.

2. Thrips

Berikutnya ada hama thrips atau scirtothrips dorsalis yang biasa juga disebut sebagai thrips bergaris. Sebutan ini dilontarkan pada thrips karena pada bagian perutnya yang terdapat adanya garis merah yang bisa terlihat dengan jelas. Selain menyerang daun muda pada pohon mangga, hama thrips juga menyerang bunga melalui cara menusuk serta menghisap cairan dari epidermis daun dan buah.

Tempat tusukan yang dihasilkan thrips ini bisa menjadi sumber penyakit pada tumbuhan. Sebab daunnya terlihat seperti terbakar, menjadi warna coklat serta mengeriting. Jika anda mengetuk bunga dengan tangan lalu menaruh kertas putih dibawahnya, anda akan melihat banyak thrips yang berjatuhan di kertas tersebut.

3. Seed Borer

Seed borer atau ulat yang menyerang buah mangga memiliki panjang kisaran 1 hingga 2 milimeter dengan bagian tubuhnya berwarna hijau sedikit keungu unguan. Hama pohon mangga ini menyerang buah mangga yang masih muda hingga buah mangga yang sudah agak tua dan siap matang.

Tanda apabila buah mangga terserang seed borer yaitu adanya kotor bekas gerekan, karena hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengahnya. Kotoran yang diberikan tidak semata mata hanya mengoroti penampilan buah mangga, tetapi juga bisa menyebabkan buah menjadi pecah dan membusuk.

4. Kepik Mangga

Sama halnya dengan seed borer, kepik mangga yang memiliki tubuh berwarna hijau ini juga menyerang buah mangga sebagai makanan favoritnya. Namun bedanya, kepik mangga menyerang buah dengan cara masuk ke dalamnya hingga buah tidak bisa untuk dikonsumsi oleh manusia.

Diketahui bahwa untuk mengendalikan keberadaan kepik mangga, yaitu bisa menggunakan predator semut merah yang bisa menyebabkan kepik tidak bertelur. Jika kepik tidak bertelur, maka dia tidak bisa melakukan perkembang biakannya lagi pada sekitaran pohon mangga yang berada di pekarangan rumah anda.

5. Bubuk Buah Mangga

Membaca namanya mungkin anda mengira bahwa ini bubuk untuk buah mangga. Tapi nyatanya bubuk buah mangga merupakan nama hama yang mengganggu buah dengan bertelur di permukaan kulit mangga yang sudah setengah masak. Lama bertelur dari hama pohon mangga yang satu ini bisa sampai kisaran 5 minggu dengan jumlah kira kira 12 hingga 16 butir.

Cara tepat untuk mencegah keberadaan hama bubuk buah yakni memberantasnya dengan menjaga kebersihan lingkungan. Pada buah yang telah diserang hama bubuk buah mangga lalu berjatuhan di tanah, sebaiknya dikumpulkan lalu dibakar. Dengan begitu anda bisa mengurangi potensi keberadaan hama pengganggu tersebut.

Itulah beberapa jenis hama yang kerap kali ditemukan keberadaannya pada pohon mangga. Apabila saat ini pohon mangga anda diselimuti dengan kumpulan hama merugikan, anda bisa menggunakan jasa FUMIDA. Yaitu jasa pembasmi hama yang bisa membantu menyelesaikan permasalah berbagai macam hama.

Daun Aglaonema Jadi Menguning

Daun Aglaonema Jadi Menguning, Apa Saja Penyebabnya?

Merawat tanaman hingga memiliki warna warni yang cantik akan banyak disukai oleh banyak orang. Belum lagi manfaat merawat tanaman bisa menjadi cara alternatif untuk bisa mengalihkan pikiran sejenak. Lantas apa jadinya jika tanaman kesayangan berubah warna menjadi kuning seperti yang sering terjadi pada daun aglaonema. Simak penyebab aglaonema menguning sebagai cara pencegahan.

Penyebab Daun Aglaonema Berubah Warna Menjadi Kuning

1.Kelembaban Tanah Yang Kurang Tepat

Kondisi tanah yang terlalu lembab ternyata bisa berpengaruh kurang baik pada kondisi tanaman aglaonema. Meskipun tanaman hias menyukai kelembaban, namun hindari kondisi tanaman yang mendapatkan air yang berlebih. Sebaiknya anda menyirami tanaman hias ini pada kisaran 2 hingga 3 inci pada bagian atas tanah yang sudah kering, dan saat kondisi lingkungan dingin, kurangilah intensitas penyiraman.

Pada saat anda melakukan penyiraman, pastikan juga sudah menyediakan air yang cukup agar cairan megnalir dari lubang drainase di dsar pot lalu masuk ke dalam cawan. Apabila dirasa air sudah berlebih, disarankan untuk kamu membuang sisa air yang berlebih tersebut dalam upaya mengurangi kelembapan.

2. Pencahayaan Yang Berlebih

Salah satu penyebab aglaonema menguning yang jarang diketahui yaitu pencahayaan yang berlebih. Agar aglaonema tidak berubah warna, anda bisa menaruhnya dengan tidak bersinggungan langsung dari papasan sinar matahari yang terik. Taruhlah tanaman berada di bawah atap yang bisa melindunginya dari matahari langsung.

Meskipun aglonema butuh asupan pencahayaan, namun lebih baik untuk menempatkannya pada area yang cukup teduh. Sebab jika aglonema terpapar langsung dengan sinar matahari, lambat laun anda akan membuat permukaan daunnya menjadi kering dan gosong. Tentu kondisi ini sangat tidak diharapkan.

3. Suhu Tanaman

Suhu sekitar tanaman bisa memberikan pengaruh baik dan juga pengaruh buruk pada tanaman. Oleh karena itu ada baiknya anda meletakkannya tanaman aglaonema berada di dalam ruangan atau indoor. Ditambahkan pula untuk anda bisa memastikan tanaman berada di suhu ruangan yang tepat.

Sebaiknya untuk menghindari tanaman dari paparan pendingin ruangan seperti kipas angin atau beberapa alat yang membuat tanaman terlalu kedinginan, sebab suhu tanaman yang buruk bisa menjadi penyebab aglaonema menguning dan tentunya tidak indah dipandang. Bahkan jika terjadi terus menerus tidak menutup kemungkinan tanaman juga akan mati.

4. Adanya Serangan Hama

Kehadiran hama yang merugikan bisa menjadi permasalahan bagi para pecinta tanaman hias terutama aglonema. pasalnya aglonema merupakan tumbuhan yang rentan terserang gangguan hama. Baik yang terlihat oleh mata, ataupun hama yang tidak terlihat karena memiliki ukuran yang teramat kecil.

Adapun serangga yang bisa ditemukan pada aglaonema yakni tungau. Dimana tungau bisa mempengaruhi kelembaban tanaman menjadi tidak seimbang lagi. Dampak yang diberikan yaitu kondisi daun bisa mengering dan tentunya daun aglaonema yang berwarna hijau cantik bisa berubah menjadi warna kuning.

Tidak hanya terjadi pada aglonema yang diletakkan di outdoor, tetapi aglaonema yang berada di indoor juga tidak akan terlepas dari gangguan hama yang menjadi penyebab aglaonema menguning. Salah satu hama yang bersemayam pada aglonema yang diletakkan diluar ruangan yaitu hama kutu putih.

Apabila anda menemui hama kutu putih berada di sekitaran aglaonema, sebaiknya jangan membiarkan hama itu terus berada dekat dengan aglaonema. Karena kutu putih bisa melakukan perkembang biakan secara cepat lalu bisa juga berpotensi untuk masuk pada celah celah tanaman.

Mungkin pengendalian dari faktor cuaca, kelembaban dan suhu bisa anda lakukan dengan mudah. Tetapi untuk penyebab rusaknya aglaonema yang diakibatkan dari hama bisa membuat kewalahan untuk menanggulanginya. Menggunakan FUMIDA sebagai jasa pembasmi hama bisa anda lakukan dalam upaya pencegahan berbagai macam hama tanaman yang menyerang tanaman hias.

Hama Tanaman Bayam

Mengenal 5 Hama Tanaman Bayam Pemicu Gagal Panen

Bayam menjadi salah satu komoditas sayur yang banyak dikonsumsi masyarakat. Siapa sangka jika banyak hama tanaman bayam yang bisa menyebabkan gagal panen. Bayam dengan karakter daunnya yang lunak menjadi sasaran empuk hama. Lantas apa saja hewan pengganggu yang menyebabkan petani bayam gagal panen? Simak informasi selengkapnya sebagai berikut.

Hama Penyebab Petani Bayam Gagal Panen

1. Ulat Daun

Ulat daun menjadi penyebab utama daun bayam rusak. Serangannya cukup ganas karena bisa menyebabkan tanaman bayam tersisa tulang daunnya saja. Pengendalian yang bisa dipilih sebenarnya sangat beragam. Apabila pengendalian secara mekanik sudah tidak mempan, anda bisa gunakan insektisida. Penggunaannya juga harus sesuai dengan ketentuan.

Tahukah anda perbedaan serangan ulat dan belalang? Walaupun keduanya sama sama memakan daun, anda bisa melihat perbedaan gejalanya. Ulat daun bisa memakan daun mulai dari tengah sedangkan bekas gigitan belalang selalu dari bagian tepi daun. Perbedaan ini bisa menjadi tanda agar ada bisa tahu hama apa yang sedang menyerang tanaman anda.

2. Hymenia recurvalis

Hama tanaman bayam yang kedua adalah Hymenia recurvalis. Hama ini lebih dikenal dengan nama ulat penggulung daun. Sesuai dengan namanya, ulat yang stau ini membuat daun tanaman bayam menggulung dan berlubang. Ulat penggulung daun menggunakan semacam jaringan tipis sehingga daun membentuk sebuah gulungan.

Bagaimana ciri ciri ulat yang satu ini? Ulat penggulung daun pada tanaman bayam memiliki warna tubuh hijau muda. Meskipun begitu bukan berarti semua ulat dengan warna hijau cerah adalah jenis ulat penggulung daun. Agar lebih pasti anda bisa melihat kondisi daun tanaman bayamnya terlebih dahulu apakah ada yang menggulung atau tidak.

3. Sexava Spp.

Sexavana spp. atau belalang daun menjadi agen perusak daun tanaman bayam. Tanda serangannya adalah dengan ditemukan bekas gigitan dari bagian tepi daun. Hingga saat ini belalang masih menjadi hama yang menyerang berbagai tanaman. Tidak heran jika pilihan pengendaliannya sangat banyak.

Salah satu cara pengendalian belalang daun yang paling mudah adalah dengan menggunakan pengendalian mekanik. Anda hanya perlu menggerakkan bagian tajuk tanaman bayam agar belalang menjauh. Jika serangannya sudah tidak terkendali, anda bisa gunakan insektisida. Gunakan merek yang paling rekomended agar pengendalian bisa dilakukan dengan baik.

4. Myzus persicae

Myzus persicae atau kutu daun ternyata menjadi salah satu hama tanaman bayam yang bisa menyebabkan gagal panen. Kutu daun menyerang tanaman bayam dengan cara menghisap cairan yang ada di bagian daun. Akibat yang ditimbulkan yaitu daun menjadi melengkung dan berpilin. Apabila gejala serangan cukup berat, daun bisa rontok dan bayam menjadi gundul.

Lantas kapan kutu daun banyak menyerang? Serangga yang satu ini sangat aktif di musim kemarau. Serangan akan semakin menjadi jadi jika cuaca sangat terik. Sama seperti hama lainnya, pengendalian mekanik masih menjadi cara yang paling sederhana. Apabila serangan tidak kunjung mereda, anda dapat menggunakan insektisida.

5. Bekicot atau Siput

Walaupun lebih banyak ditemukan di sawah, ternyata bekicot bisa menjadi hama bayam. Kehadiran bekicot sangat mengganggu karena mereka makan benih yang disebar di persemaian. Akibatnya banyak tanaman bayam yang tidak tumbuh. Mereka juga makan tanaman bayam mulai dari bagian akar, batang, hingga daun.

Hama tanaman bayam yang satu ini sangat meresahkan sehingga pengendaliannya harus segera dilakukan. Anda dapat menggunakan teknik jebakan tempurung kelapa berpintu. Cara yang lebih praktis yaitu anda bisa menyemprotkan insektisida. Penggunaan insektisida harus sesuai dengan anjuran.

Demikianlah 5 hama yang biasa menyerang tanaman bayam. Tekstur daunnya yang tipis dan lunak menjadikannya cocok sebagai sasaran empuk hewan pengganggu. Mengatasi hama pada tanaman bisa menggunakan insektisida. Anda juga bisa memanggil jasa pembasmi hama FUMIDA. Mereka sangat berpengalaman untuk membasmi berbagai hama.

Cara Mengusir Semut Dari Tanaman

Jangan Khawatir! Berikut Cara Mengusir Semut Dari Tanaman Menggunakan Bahan Alami

Keberadaan semut pada sebuah tanaman mungkin terlihat sebagai kehidupan yang alami. Nyatanya, semut merupakan salah satu hama tanaman layaknya kutu daun maupun kutu putih yang bisa menyerang tanaman secara langsung. Hewan kecil ini bisa menjadi tanda suatu tanaman memiliki masalah yang serius. Untuk itu, berikut cara mengusir semut dari tanaman.

Tips Ampuh Mengusir Hama Semut

1. Menggunakan Kulit Jeruk

Jeruk memiliki aroma menyengat yang berasal dari kulitnya. Aroma ini bisa dimanfaatkan untuk mengusir serangga, salah satunya adalah hama semut. Lazimnya, kulit jeruk memiliki kandungan minyak yang sering disebut limonene. Kandungan tersebut tidak hanya terbukti ampuh untuk mengusir semut, namun juga berbagai hama lainnya.

Dalam praktiknya, penggunaan kulit jeruk untuk mengusir semut bisa dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memeras kulit jeruk hingga mengeluarkan sari yang menyembur keluar mengenai tanaman. Begitu pula, pembuatan ramuan kulit jeruk bisa dilakukan dengan merebus sejumlah kulit jeruk selama 15 menit. Kemudian, haluskan kulit jeruk dan tuangkan campuran tersebut di sekeliling tanaman.

2. Menabur Rempah-Rempah Di Sekitar Tanaman

Cara mengusir semut dari tanaman dapat dilakukan dengan menabur rempah-rempah di sekeliling tanaman. Fungsi pengusiran hama menggunakan ramuan herbal ini pada dasarnya dihadirkan dari aroma menyengat rempah-rempah. Beberapa jenis rempah-rempah tersebut diantaranya cengkeh, bubuk cabai, daun teh mint maupun kayu manis.

Lazimnya, pengusiran hama yang satu ini dilakukan dengan memilih salah satu rempah-rempah yang mudah ditemui. Kemudian, hancurkan rempah tersebut hingga halus dan menjadi bubuk tabur. Tuangkan di sekitar tanaman untuk menghasilkan aroma menyengat sehingga semut tidak datang ke tempat tersebut.

3. Menggunakan Buah Mentimun

Pemanfaatan buah mentimun sangat efektif untuk mengusir hama semut. Kulit mentimun memiliki bahan kimia aktif yang bisa membahayakan semut ketika dikonsumsi. Mengetahui kondisi tersebut, anda bisa memanfaatkan bahan ini sebagai cara mengusir semut secara alami dan praktis untuk dilakukan.

Menariknya, membasmi hama semut dengan bahan alami ini dapat dilakukan dengan mudah. Anda hanya perlu memotong buah ini sesuai dengan keinginan. Kemudian, letakkan beberapa potongan tersebut di sekitar tanaman agar hewan kecil ini tidak berani menghampiri. Selain semut, mentimun ternyata sangat ampuh digunakan untuk mengusir berbagai jenis serangga lainnya.

4. Menggunakan Garam Dapur

Garam dapur merupakan salah satu bahan alami yang sangat mudah ditemui. Selain bermanfaat untuk kesehatan maupun menghasilkan makanan yang nikmat, bahan alami yang satu ini juga memiliki fungsi untuk mengusir hama tanaman. Salah satunya adalah mengusir semut yang sering menyerang tanaman anda.

Penggunaan garam dapur untuk mengusir hama ini dapat dilakukan dengan mudah. Lazimnya, anda bisa memanfaatkan garam dapur bubuk untuk ditaburkan di sekeliling tanaman. Anda bahkan bisa membuat larutan garam hanya dengan mencampurkan bahan alami ini dengan air. Kemudian, semprotkan larutan tersebut di sekitar tanaman.

5 Menggunakan Tanah Diatom

Selain itu, cara mengusir semut dari tanaman juga bisa dilakukan dengan menggunakan tanah diatom. Tanah diatom merupakan jenis tanah yang terbentuk dari batu sedimen silika akibat cangkang diatom yang sudah memfosil. Tanah ini memiliki fungsi untuk mengusir semut dari tanaman melalui partikel kuat yang dimilikinya.

Itulah beberapa bahan alami yang bisa digunakan untuk mengusir hama semut yang mengganggu tanaman anda. Meski demikian, anda juga bisa menggunakan jasa FUMIDA untuk menghilangkan hama ini secara tuntas. Tak hanya hama semut, FUMIDA juga menyediakan jasa pembasmian berbagai hama yang mengganggu anda.

 

FUMIDA sangat bangga dapat menjadi partner dalam menjaga kenyamanan di rumah maupun perusahaan Anda. Jangan ragu mempercayakan Fumida untuk mengendalikan hama pada bangunan Anda karena kami selalu menjaga kepercayaan yang Anda berikan.

PT Fumida Pestindo Jaya

Kirimkan Kami Pesan

    [recaptcha id:1 class:g-recaptcha theme:light]

    Call Now ButtonTelp Sekarang 0822-1123-1123